Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Sikap Elvano


__ADS_3

Acara resepsi malam itu berjalan dengan sangat meriah. Di hadiri oleh pejabat - pejabat di kota mereka dan juga pengusaha - pengusaha dan kolega Elvano dan Sean. Serta keluaraga dari kedua belah pihak.


Kanaya memang tidak banyak mempunyai teman dekat, tetapi ia mengenal semua kolega - kolega Papahnya yang juga hadir malam itu, Sehingga paling tidak ia juga merasa sedikit terhibur bertemu dengan saudara - saudaranya dan juga beberapa orang yang ia kenal. Selain itu, Elvano pun berlaku sangat manis padanya jika di depan banyak orang, membuat Kanaya melupakan sejenak perlakuan buruk Elvano padanya jika mereka sedang berdua saja.


Tak terasa acara resepsi itu berakhir. Dan Elvano pun sedang dalam mood yang cukup baik karena banyak sekali koleganya yang hadir dalam acara resepsi malam itu.


Semua orang memuji pernikahan mereka itu sebagai yang terindah selama beberapa tahun belakangan ini. Bahkan Kanaya dan Elvano dinobatkan sebagai pasangan paling serasi oleh awak media dan netizen.


"Saya permisi dulu Mbak, selamat beristirahat." ujar Linda sambil tersenyum penuh arti pada Kanaya saat ia tengah selesai mengganti pakaian dan membersihkan wajahnya setelah acara resepsi usai.


"Terima kasih, Linda." ujar Kanaya dengan tersenyum. Linda sudah cukup baik membantunya selama ia tinggal di hotel itu,dan ia sangat berterima kasih.


Kanaya mengikat erat tali gaun tidurnya agar menutupi tubuhnya dengan baik. Ini adalah kali pertama ia akan tidur dengan laki - laki lain dalam satu kamar. Walaupun tampaknya Elvano tidak akan menyentuhnya, tetapi ia merasa lebih baik tetap berjaga - jaga.


Kanaya duduk di sofa sembari menonton televisi sementara Elvano masih di dalam kamar mandi.


Sebenarnya Kanaya ingin tidur di ranjang yang besar dan empuk di hadapannya. tetapi ia teringat perkataan Elvano yang tadi siang bahwa ia tidak boleh menyentuhnya, sehingga ia memutuskan untuk duduk di sofa.


Tiba - tiba ia merasa kebelet dan harus ke kamar mandi, sehingga ia berdiri di depan kamar mandi dan menunggu hingga Elvano selesai menggunakan kamar mandi.


'Aduhh..., Kak Elvano kok lama sekali' batin Kanaya sambil ia berjalan mondar - mandir karna ia hampir tidak bisa menahannya. Ia pun mengetuk pintu kamar mandi.


"Kak Elvano..Kak El...!" panggilnya sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Tidak ada jawaban dari Elvano hanya suara ada suara air yang mengalir.


'Aduhh..., Kak Elvano kenapa tidak ada jawaban? Apa dia tidak mendengarku?" batin Kanaya lagi.


Ia pun mengetuk sekali lagi sembari memanggil nama Elvano, tepat saat pintu kamar mandi terbuka dan sosok Elvano tampak di depan pintu, hampir bertabrakan dengan Kanaya.


"Mau apa sih?! Kamu menganggu aku saja!" bentak Elvano padanya sambil mengikat tali bathrobenya.

__ADS_1


"Aku mau ke kamar mandi," jawab Kanaya sambil menahan pipisnya dengan sangat dan Elvano masih belum beranjak dari lorong pintu kamar mandi.


"Tunggu sampai aku selesai dan jangan mengetuk - ngetuk pintu kamar mandi! Kamu menganggu saja!" ujar Elvano sambil melangkah keluar kamar mandi dengan sedikit kesal.


Kanaya pun langsung masuk kedalam kamar mandi dan tak sengaja menyentuh lengan Elvano saat ia berjalan masuk dengan tergesa - gesa.


"Perhatikan kalau berjalan! Cih!" teriak Elvano saat Kanaya menutup pintu kamar mandi.


Kanaya tidak peduli karena ia benar - benar harus membuang hajatnya.


Saat selesai ia keluar dari kamar mandi dan mendapati Elvano sudah berpakaian piyama, sedang menonton televisi di sofa tempatnya duduk tadi. Kanaya sempat berdiri dan berpikir apa yang harus dia lakukan dan ia memutuskan untuk duduk di sofa.


"Jangan dekat - dekat!" seru Elvano pada Kanaya tanpa menoleh kearahnya.


"Buatkan aku kopi!" perintah Elvano saat Kanaya baru saja duduk di sofa itu dengannya.


"Ayo cepat! Jadilah seseorang yang berguna! ujar Elvano lagi.


Kanaya pun bangkit dan membuatkan Elvanao segelas kopi.


Elvano hanya melirik ke arah gelas kopi itu tanpa berkata - kata.


Tak lama Elvano mengambilnya dan menyesap isinya.


"Cih! Kopi apa yang kau buat? Rasanya tidak enak sama sekali!" teriak Elvano dan melepeh kembali kopi yang di minumnya ke dalam gelas.


"Kopi yang ada di sana" ujar Kanaya sambil menunjuk meja hotel.


"Kau ini memang benar - benar tidak berguna! Membuat kopi saja tidak bisa! Hah!" bentak Elvano sambil ia berdiri. Ia pun berjalan ke arah meja dan mengambil sebotol air dan meminumnya.


Elvano mematikan lampu - lampu yang ada di kamar itu.

__ADS_1


"Matikan televisinya dan jangan membuat keributan! Aku mau tidur!" ucap Elvano dan ia pun mulai naik keatas ranjang hotel yang besar dan empuk itu.


Kanaya mematikan televisi sesuai perintah dari Elvano dan ia pun mulai membaringkan tubuhnya di atas sofa.


Menjadi pengantin sehari membuatnya sangat letih karena harus mengikuti banyak prosesi, dari berdiri dan tersenyum, belum lagi menyalami banyak orang selama berjam - jam. Tak lama kemudian Kanaya pun tertidur.


Tengah malam Kanaya terbangun karena tubuhnya menggigil kedinginan. Karena AC hotel menerpa kulitnya dan ia tertidur tanpa sehelai selimut pun.


Kanaya segera beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi untuk pipis. Setelah itu, karena masih mengantuk, ia berjalan ke arah ranjang empuk dan berbaring di sana, menarik selimutnya hingga sebatas bahu dan tertidur.


***


BRUK.


Kanaya terbangun dengan terkejut. Ia merasakan tubuhnya terjatuh dan menyentuh benda keras. Di hadapannya Elvano memandangnya dengan marah. Dan berkata, "Apa yang kamu lakukan di ranjangku?!" bentak Elvano.


Apa? Kanaya yang baru bangun dari tidur tampak sangat kebingungan. Ia melihat sekelilingnya dan menyadari jika ia berada di atas lantai hotel, bukan di atas ranjang atau sofa karena Elvano baru saja mendorongnya dari atas ranjang.


Kanaya pun teringat jika ia tidur di atas ranjang.


"Sudah kubilang jangan pernah sentuh ranjangku! Kenapa kamu masih berani tidur disini? Hah!!" bentak Elvano kembali pada Kanaya.


"Aku...Aku kedinginan tadi malam, Kak. Dan tidak sadar sudah tidur disana." ujar Kanaya menerangkan pada Elvano.


Elvano tidak mendengarkan penjelasan Kanaya dan berpikir jika Kanaya sengaja tidur disana untuk menggodanya. Sebab saat ia membuka matanya tadi, Ia tengah memeluk Kanaya dan wajah mereka saling berdekatan. Walaupun pikirannya selalu membenci Kanaya, namun sebagai seorang laki - laki, tubuhnya merespon sentuhan kulit mereka dan wangi tubuh wanita yang ada di pelukannya serta pandangan matanya menggelap saat menatap wajah polos Kanaya.


"Kau sangat menjijikan Kanaya! Jangan harap aku akan menyentuhmu!" ujar Elvano sambil mendengus, kemudian berjalan ke arah kamar mandi, tidak memperdulikan Kanaya yang masih terduduk di lantai kamar hotel dengan wajah pucat mendengar perkataan Elvano.


"Sialan!" umpat Elvano sambil membanting pintu kamar mandi. Ia mendesah saat melihat ke bawah ke arah gundukan di bagian bawah tubuhnya.


"Tidak mungkin aku tertarik dengan pembunuh itu!" Dengusnya dengan kesal sambil berjalan ke arah shower kamar mandi, membuka piyamanya dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin.

__ADS_1


Sial! Makinya, dan berusaha menghilangkan pikiran akan Kanaya dari benaknya.


Jangan lupa like komen dan vote. Kalau berkenan tekan tombol like...like..like..like..like..


__ADS_2