Istri Pengganti Ceo

Istri Pengganti Ceo
Drama Di Meja Makan Part 2


__ADS_3

Bella sangat terkejut. Ia merasa tidak pernah menumpahkan susu itu, tetapi Mayalah yang dengan sengaja menumpahkannya.


"Lihatlah apa yang di lakukannya Elvano!" Rajuk Maya dengan wajah bersedih pada Elvano, seolah - olah Bella yang telah menumpahkan susu itu.


"Bella apa yang kamu lakukan? Cepat minta maaf dan beresi itu semua !" Perintah Elvano pada Bella karena telah berlaku ceroboh.


"Ba...Baik, Tuan," jawab Bella tidak membantah dan segera mengelap susu yang tumpah dari atas meja.


"Kak El, bukan Bella yang menupahkannya," kata Kanaya pada Elvano, agar Elvano tidak memarahi Bella yang tidak bersalah.


"Apa maksudmu?" tanya Maya padanya.


"Apa kamu menuduhku sengaja menumpahkan susu itu?" tanya Maya dengan tatapan tajam mengarah pada Kanaya.


"Aku hanya bilang, bukan Bella yang menumpahkannya. Bella bahkan sudah meletakkan susu itu di atas meja;" ujar Kanaya tanpa menoleh ke arah Maya.


"Kamu itu! Apa kamu menuduhku berbohong?" bentak Maya pada Kanaya.


"Sudah, kalian berdua!" Bentak Elvano dengan kesal.


"Maya, jangan bicara lagi dan segera ganti bajumu!" Perintah Elvano.


Maya menghentakkan kakinya dengan kesal dan meninggalkan meja makan menuju kamarnya. Bella pun pergi ke dapur untuk membawa piring - piring yang terkena tumpahan susu.


"Kanaya, ambilkan ayam itu!" Ucap Elvano sambil menunjuk ke arah piring ayam goreng yang berada tak jauh dari Kanaya.


Kanaya mengangkat piring ayam goreng itu dan berjalan ke arah Elvano duduk dan meletakkan paha ayam kesukaan Elvano di atas piringnya. Kanaya tahu benar apa kesukaan Elvano setelah beberapa bulan ini menyiapkan makanan untuk Elvano.


"Ambillah piringmu dan duduklah disini," ujar Elvano sambil menunjuk kursi kosong di dekatnya tetapi tanpa menoleh kepada Kanaya.


"Aku disana saja Kak El..." ucap Kanaya hendak menolak.


"Jangan banyak bicara, cepat kerjakan!" Ujar Elvano sambil menatap Kanaya dengan kesal.


Kanaya menunduk, melihat tatapan Elvano yang mengingatkannya pada tatapannya tadi malam.


Kanaya pun segera mengambil piring makannya dan meletakkanya di depan kursi yang di tunjuk Elvano dan ia pun duduk.


"Makan ini," ucap Elvano, sambil mengambil separuh potongan omelette egg miliknya dan meletakkannya di piring Kanaya.


"Jangan bicara apapun dan makanlah!" Ujar Elvano saat Kanaya hendak mengatakan sesuatu.


Kanaya pun mengurungkan niatnya dan makan tanpa bersuara.


Maya datang sudah bergantian bersih dan tampak kesal melihat Kanaya duduk di dekat Elvano.

__ADS_1


"Siapa yang menyuruhmu untuk duduk di situ!" Bentak Maya pada Kanaya yang sedang makan.


"Aku yang menyuruhnya," tanpa menoleh dan meneruskan makannya.


"Elvano.."


"Duduklah kalau kau masih mau makan dan jangan berisik!" Ujar Elvano pada Maya.


Maya pun duduk dengan kesal. Wajahnya cemberut karena Elvano bukan saja membentaknya, namun juga menyuruh Kanaya untuk duduk dekat dengannya. Di tambah lagi ia melihat omelette egg kesukaan Elvano ada di piring Kanaya. Padahal Elvano saja tidak membagi miliknya untuk dirinya.


Maya menatap Kanaya dengan penuh kebenciaan.


'Aku harus bisa menyingkirkanmu Kanaya!' tekad Maya dalam hati.


***


"Kak Elvano, bolehkah aku mengunjungi kedua orang tuaku? Sudah lama aku tidak bertemu mereka," ujar Kanaya setelah mereka selesai makan.


Elvano memandang Kanaya.Sudah lama memang setelah ia mengijinkan Kanaya untuk menemui orang tuanya. Dan ia pun mendengar kabar jika Rayhan Adi Wiguna mulai sakit - sakitan.


"Kamu boleh pergi menemui mereka hari ini," ujar Elvano.


"Kita berangkat jam 10 nanti," tambah Elvano membuat Maya membelalakanm matanya.


"Elvano, ini hari minggu, aku ingin bersamamu hari ini," Protes Maya. Tentu saja ia tidak ingin Elvano pergi bersama Kanaya.


"Kak El, aku tidak ingin merepotkanmu. Aku bisa pergi sendiri," ujar Kanaya tidak ingin membuat masalah. Dan lagi ia merasa lebih bebas jika ia pergi sendiri tanpa Elvano.


"Apa kamu keberatan kalau aku ikut?" tanya Elvano sambil memandang Kanaya.


"Tidak Kak El, bukan begitu maksud...." ujar Kanaya.


"Kalau begitu tidak ada masalah, bersiap - siaplah!" ujar Elvano sambil bangkit dari kursinya.


"Bagaimana denganku Elvano?" tanya Maya dengan kesal.


"Lakukanlah apa pun yang kamu mau. Pergilah berbelanja atau apa pun. Bukankah aku sudah memberikanmu uang yang cukup kemarin?" ujar Elvano lalu pergi ke atas kamarnya.


Kanaya pun tidak ingin berlama - lama di sana. Ia beranjak dari duduknya dan hendak pergi ke dapur.


"Kanaya kamu pikir kamu sudah memegang kendali atas Elvano? Kamu salah! Lihat saja, Elvano akan mencampakkanmu sebentar lagi! Dan aku akan memiliki semua ini!" Ujar Maya sambil menunjuk segala sesuatu yang ada di rumah itu.


Kanaya hanya menghela napas dan meninggalkan Maya yang tampak kesal karena ia abaikan. Tak ada gunanya bagi Kanaya untuk maledeni Maya. Kalau Maya menginginkan semua itu, ambilah. Tidak satu pun dari semua itu yang di ingini oleh Kanaya. Ia hanya ingin bahagia. Ya, satu saja keinginannya. Bahagia.


Kanaya masuk ke dapur dan mencari Desi, namun justru Bella yang di temuinya.

__ADS_1


"Bella, maaf ya gara - gara aku kamu jadi kena getahnya," ujar Kanaya merasa tidak enak karena Bella menjadi pelampiasan kekesalan Maya pada dirinya.


"Tidak apa Nyonya, jangan khawatir," ujar Bella sambil tersenyum


"Nyonya membutuhkan sesuatua?" tanya Bella menanyakan keperluan Kanaya pergi ke dapur.


"Desi dimana?" tanya Kanaya sambil melihat ke sekeliling sekali lagi.


"Ibu Desi ada di pavilliun," ujar Bella sambil menunjuk arah pavilliun.


"Nyonya tunggu saja di depan, saya akan panggilkan ibu Desi," ujar Bella, namun Kanaya lebih memilih untuk menunggu di dapur dari pada bertemu dengan Maya lagi.


Tak lama Bella kembali bersama Desi.


"Desi, bisa tolong buatkan makanan untuk buah tangan? Aku ingin mengunjungi orang tuaku jam 10 nanti? ujar Kanaya. Kemudian Desi melihat jam tangannya.


"Tentu saja, Nyonya." jawab Desi sambil tersenyum.


"Saya akan buatkan pie apel yang enak untuk Pak Rayhan dan Ibu," ujar Desi sambil mendekati peralatan masaknya.


"Terima kasih Desi!" ujar Kanaya dan ia pun kembali ke dalam kamarnya untuk membaca buku sambil menunggu waktunya untuk berangkat.


Maya yang sedang berada di ruang tamu sangat kesal karena Elvano memilih untuk pergi bersama Kanaya dari pada menghabiskan waktu untuk bersenang - senang bersama dengannya.


Ia pun pergi ke kamar Elvano dan mengetuk pintu kamarnya. "Elvano?" panggilnya dengan suara yang manis.


Elvano membuka pintu dan bertanya. "Ada apa Maya?"


Elvano karena kamu akan pergi dengan Kanaya siang ini, aku minta kau pergi denganku nanti malam ke Flower club," ujar Maya dengan merajuk.


"Tidak apa, kita sebentar saja. Aku hanya ingin pergi bersamamu walaupun hanya sebentar." ujar Maya.


"Baiklah. Tapi hanya sebentar saja." ucap Elvano.


Yes! Batin Maya dengan senang.


"Oke Elvano, aku pulang dulu sekarang, nanti malam jangan lupa jemput aku ya sayang," ujar Maya sambil melingkarkan lengannya di leher Elvano, kemudian ia mencium bibir Elvano sambil menggodanya.


Elvano pun sempat tergoda dan membalas ciuman panas Maya, mendekatkan tubuh Maya ke tubuhnya. Namun suara pintu di buka membuatnya menoleh ke arah ujung lorong, dan ia melihat Kanaya keluar dari kamarnya membawa tas di pundaknya.


Kanaya tampak terkejut dan memerah wajahnya melihat Elvano dan Maya yang sedang bercumbu di depan pintu kamar Elvano, namun ia berusaha bersikap biasa. Dan berjalan tanpa menoleh melewati mereka.


"Maya, aku harus pergi sekarang, tapi nanti malam aku akan bercinta denganmu semalaman." ujar Elvano dengan suara keras.


*Episode 49 udah meluncur ya. Terima kasih sudah membaca. Oh ya, author mau kasih tau aja nih untuk episode berikutnya kalau bisa persiapkan tissue ya, heheehe karena bakalan lebih menguras emosi. Dan maaf, author belum bisa balas komen kalian satu persatu tapi di usahain bakal author balas kok komenan dari kalian.*

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote.


__ADS_2