
"Selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga yang harmonis dan bahagia selalu." ucap Fattan.
"Makasih ya Tan, kamu sudah hadir dalam pernikahanku dan terima kasih atas doanya." ucap Laras.
"Heem. " ucap Fattan sambil melangkah pergi.
" Tunggu Tan!!" Ucap Laras.
"Ada apa?" Tanya Fattan.
"Mmz... saya mau nanya saja, itu cewek siapa nya kamu?" ucap Laras sambil menatap Syiffa.
"Perkenalkan dia Syiffa" ucap Fattan.
"Oh sepertinya aku pernah lihat kamu deh, tapi dimana ya?" ucap Laras.
"Emm.. Tapi saya tidak pernah lihat kamu. Mungkin mukaku pasaran kali iya, sehingga banyak muka yang mirip denganku!" ucap Syiffa terpaksa berbohong saat ditatap tajam oleh Fattan.
"Oya? Bisa jadi sih. Apakah kamu kekasihnya dia?" Tanya Laras.
Bu-
"Iya dia kekasihku. Ya sudah karena kamu sudah tau siapa dia, maka aku sama dia harus pergi dari sini." ucap Fattan memotong pembicaraan Syiffa dan sambil menarik pinggang syiffa menjadi lebih dekat.
"Oh begitu iya Tan, semoga kalian bahagia." ucap Laras.
"Heem. ya sudah Sayang kita pergi dari sini, kita tidak ada waktu lama lagi disini." ucap Fattan.
"Baik Sa - sayang!" ucap Syiffa dengan bicara sedikit gugup.
__ADS_1
Lalu keduanya pun pergi dari tempat perlaminan Laras dan Rio.
Aku tidak menyangka secepat inikah kamu bisa melupakanku? Kamu bohong, katanya aku adalah orang yang paling kamu sayangi dan cintai tapi kenapa kamu tidak mempertahankan aku. Dan lebih memilih mencari wanita lagi batin Laras.
"Sudah kak lepasin tanganmu dari pinggangku, aku gerah nih lihatnya. Lagian ngapain sih pakai akting segala," gerutu Syiffa.
"Sudah jangan banyak bicara!" Ayo kita pergi ucap Fattan.
"Kok main pergi saja Kak, makan dulu lah aku lapar nih belum makan," ucap Syiffa.
"Kamu bisa makan nanti di restoran!" ucap Fattan.
"Tidak mau, aku pingin disini." ucap Syiffa.
"Ternyata kalian ada disini juga iya?" Ucap seseorang.
"Eh Pak Rendy, ada disini juga ternyata?" ucap Syiffa sambil menatap Rendy.
"Oya massa sih Pak?" Tanya Syiffa.
"Serius kamu cantik banget, mengalahkan bidadari dunia loh goda." Rendy.
"Apaan sih Pak, gombalnya keterlaluan deh Pak!" ucap Syiffa.
"Ekhmzzzz...."
"Oh ya ampun saya lupa kalau disini juga ada Pak Fattan." Maaf iya pak Fattan ucap Rendy.
"Tidak apa apa, Ya sudah ayo kita pergi!" ucap Fattan.
__ADS_1
"Loh tidak mau makan dulu disini Pak? kita makan bersama saja." ucap Rendy.
"Tidak ada waktu!" Ucap Fattan.
Ya sudah kak Fattan duluan saja pulang, biar saya sama Pak Rendy saja makan disini. Lagian saya lapar banget nih ucap Syiffa.
Ya sudah aku juga sama ikut ucap Fattan.
"Ck, tadi ngajak pergi mulu dari sini. Sekarang mau ikut juga makan sungguh aneh." gerutu Syiffa.
Lalu mereka bertiga pun menuju meja khusus VVIP dan makan bersama.
"Akhirnya kenyang juga, mana enak banget makanannya." ucap Syiffa.
"Kamu mau nambah lagi? Biar saya bawa lagi." ucap Rendy.
"Tidak usah Pak, lagian saya sudah kenyang Pak." ucap Syiffa.
"Ok kalau begitu." ucap Rendy.
"Karena sudah selesai makannya, ayo kita pulang Syif." ucap Fattan.
"Tap-, ok baiklah kalau begitu!" ucap Syiffa menjadi setuju atas ajakan Fattan saat di tatap tajam.
"Ya sudah saya permisi Pak Rendy" ucap Fattan.
"Iya silahkan Pak, senang bertemu dengan anda!" ucap Rendy.
"Heem." ucap Fattan.
__ADS_1
Lalu Fattan dan Syiffa pun pergi dari hotel intra tersebut.
Ada hubungan apa antara Syiffa dan Fattan? Saya lihat dia merasa cemburu aku mendekati Syiffa, apakah benar mereka pacaran iya? Batin Rendy.