Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.77


__ADS_3

"Bu bangun Bu.... Kenapa Ibu belum sadar juga bu? disini Syiffa merasa kesepian Bu, Syiffa kangen senyuman, dan canda Ibu. Ibu berjanji sama Syiffa jangan tinggalin Syiffa ya Bu, Ibu bentar lagi pasti bangun kan?" ucap Syiffa sambil menatap wajah sang Ibu dan menggenggam tangannya.


Jam berapa ini (sambil melihat jam tangannya), besok aku harus kerja, "Hoammm. " ngantuk nih, lalu Syiffa pun tanpa sadari langsung tertidur sambil memegang tangan ibunya.


Keesokan harinya.


"Ibu Nina pun akhirnya membuka pelan pelan matanya dan sudah sadar, dia menatap putri semata wayangnya yang sangat di banggakan dan disayanginya sedang tertidur."


"Ibu sangat beruntung Nak, mempunyai anak yang cantik, baik dan selalu berbakti, semoga sehat selalu ya Nak, bila suatu saat nanti ibu sudah tidak ada di dunia ini, kamu harus berjanji sama Ibu, kamu bakal menjaga harga diri kamu sendiri, ibu yakin dan percaya sama kamu Nak, pasti kamu bisa menjalani kehidupanmu dengan baik walaupun suatu saat nanti tanpa Ibu. Dan tetaplah menjadi diri kamu sendiri iya nak." ucap Bu Nina sambil mengusap lembut wajah cantik putrinya.

__ADS_1


Tanpa disadari, Syiffa pun meneteskan air matanya.


"Loh, kenapa kamu menangis Nak?? Ketika ibu tadi berbicara, kamu enggak tidur Nak?? Dan kamu mendengarkan semua apa yang di ucapkan Ibu barusan?" Tanya Ibu Nina.


"Iya Bu, lagian kenapa ibu bicara seperti itu bu?? Syiffa yakin ibu pasti bisa sembuh total bu, jangan pesimis bu, syiffa akan berusaha semampu Syiffa agar ibu cepat sembuh dari penyakit kanker yang Ibu derita, Syiffa enggak mau sampai kehilangan Ibu." ucap Syiffa sambil terus menangis.


"Ja-jadi kamu sudah mengetahui semuanya? " Ucap Bu Nina


"Maafin Ibu ya Nak, bukannya Ibu enggak mau kasih tau sama kamu, tapi Ibu dulu berpikir dengan menceritakan semua penyakit yang di alami, Ibu takut kamu menjadi beban pikiran Nak, Ibu enggak mau sampai kamu terus memikirkan keadaan kesehatan Ibu begitulah kenapa Ibu selalu memendamnya dan tidak pernah menceritakannya padamu Nak, maafin Ibu iya Nak!" ucap Ibu Nina sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


"Bu.... Ibu enggak usah minta maaf sama Syiffa, Ibu enggak salah kok, apa yang di katakan Ibu memang ada benarnya Bu. Syiffa yakin setiap seorang Ibu pasti selalu berpikir tidak ingin membebani anak nya, iya kan Bu?" Ucap Syiffa sambil mengusap air mata ibunya.


"Iya Nak!" ucap Bu Nina sambil menganggukan kepalanya.


"Maafin Syiffa ya Bu, barusan Syiffa bicara membuat Ibu menangis." ucap Syiffa.


"Ibu menangis bukan karena kamu bicara barusan, tapi Ibu merasa.."


"Sudahlah bu jangan menyalahkan diri ibu sendiri, mulai sekarang ibu harus banyak istirahat kalau Ibu ada apa apa bilang sama Syiffa, dan kalau ibu ada sesuatu yang di inginkan bilang aja ya Bu!" ucap Syiffa memotong pembicaraan Ibu nya seakan akan tau yang akan dibicarakan Ibunya.

__ADS_1


"Iya Nak, makasih ya Nak, Ibu sangat beruntung mempunyai anak sepertimu!" ucap Ibu Nina sambil tersenyum.


"Iya Bu. Oya kan Ibu sudah siuman, Syiffa lupa memanggil dokter, ya sudah Syiffa panggil dokter dulu ya Bu!" ucap Syiffa sambil melangkah pergi menuju keluar untuk memanggil Dokter.


__ADS_2