
Sudah 5 hari syiffa bekerja resmi menjadi sekretaris pak Fattan, dia sudah paham betul dengan pekerjaannya yang sekarang. Syiffa pun enggak pernah menduga bakal bekerja di bagian sekretaris sang Pimpinannya.
Aku sangat berterima kasih sama Bu Imel, berkat dia yang sudah membantu mengajarkannya, aku dapat mengerti dan paham tentang tugas dari seorang sekretaris gerutu Syiffa merasa gembira.
" Ehmz... "
"Eh iya Pak, maaf ada yang saya bantu?" Tanya Syiffa.
"Enggak ada, Lagian kamu kalau lagi bekerja jangan banyak melamun tapi harus pokus sama kerjaan kamu." ucap Fattan.
"Saya enggak melamun kok Pak, saya teringat Bu Imel aja dan sangat berterima kasih sama dia yang sudah mengajari saya sampai paham betul!" ucap Syiffa.
"Ya sudah ayo kita pergi sekarang!" ucap Fattan.
"Baik Pak" ucap Syiffa.
Lalu keduanya pun berjalan keluar dan pergi menuju suatu tempat untuk menemui Kliennya.
"Selamat siang Pak Fattan, senang bertemu dan berkerjasama dengan anda." ucap seseorang sambil mengulurkan tangannya
Terima kasih Pak ucap Fattan sambil membalas ulurun dan menjabatkan tangannya.
"Oya kenalin Pak, ini sekretaris saya yang baru namanya Syiffa." ucap Fattan sambil menatap Syiffa yang tadi menundukan kepalanya.
"Selamat siang Pak." ucap Syiffa mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Klien.
" Kamu." Ucap Syiffa dan Klien secara bersamaan merasa terkejut dengan orang yang di kenalinya.
"Kalian saling mengenal?" Tanya Fattan sambil mengerutkan keninggnya karena penasaran.
"Eh iya pak, kami emang sudah saling mengenal pak." ucap Rendy.
__ADS_1
"Apa kabar Syiffa, sudah lama kita tidak bertemu?" Ucap Rendy.
"Baik Pak, Iya pak sudah lama kita tidak bertemu." ucap Syiffa.
"Kamu makin kesini makin cantik aja." puji Rendy.
"Apaan sih Pak, keterlaluan kalau memuji itu enggak ada uang receh buat bayarnya!" ucap Syiffa.
"Ck, kau itu dari dulu enggak pernah berubah." ucap Rendy.
"Ehmz, bisakah kita memulainya sekarang?" Ucap Fattan merasa kesal karena dari tadi hanya jadi pendengar.
"Eh iya baik Pak, maaf sampai lupa tujuan saya kesini." ucap Rendy.
"Ya sudah mari kita duduk!" ajak Fattan.
Lalu mereka pun duduk dan mulai membahas tentang kerjasama mereka.
"Iya, terima kasih kembali." ucap Fattan sambil menjabatkan tangannnya dengan tangan Rendy.
"Ya sudah, karena pertemuan sudah selesai." Saya permisi dulu Pak Fattan ucap Rendy.
"Iya silahkan Pak." Rendy.
"Permisi iya Syiff." ucap Rendy sambil tersenyum
Eh iya pak membalas senyuman Rendy.
Kamu dari dulu tetap sama, Rendy yang selalu ramah. Kamu semakin tampan batin Syiffa sambil tersenyum menatap kepergian Rendy.
"Ehmz...."
__ADS_1
"Eh iya Pak, ada yang saya bantu?" tanya Syiffa.
"Enggak ada, mari kita pergi dari sini!" ucap Fattan.
Iya baik pak!" jawab Syiffa.
Lalu keduanya pergi meninggalkan tempat tersebut untuk pulang.
"Oya pak Fattan mau kemana lagi? inikan bukan jalan menuju perusahaan pak," lagian enggak ada lagi klien yang harus kita temui lagi ucap Syiffa.
Kita pergi ke restoran. "Lagian ini waktunya kita jadwal makan bukan?" Tanya Fattan.
"Iya baik Pak" ucap Syiffa.
Lalu mereka pun pergi menuju sebuah restoran.
"Ayo kita turun!" ucap Fattan yang baru saja sampai.
"Baik pak." ucap Syiffa sambil membuka pintu mobilnya dan berjalan ke dalam restoran.
"Kamu mau pesen apa?" Tanya Fattan.
"Terserah Pak Fattan aja!" jawab Syifa.
Ok kalau begitu, saya akan pesen makanan ini ucap Fattan sambil menyerahkan pesenannya ke pelayan restoran.
“Kamu kenal Rendy?" Tanya Fattan.
"Iya kenal Pak, dia itu?"
"Dia itu siapa?" Tanya Fattan penasaran.
__ADS_1