
Saya benar benar tidak menyangka kenapa Nella sekarang menjadi berubah? Dia bilang tadi tidak mengenalku? Tapi Saya yakin Kok, dia itu pasti Nella yang Saya kenal. Terus kenapa Dia memanggil Pak Fattan Sayang? Mungkinkah Nella sama Pak Fattan pacaran? Ntahlah Aku benar benar tidak mengerti dengan semuai ini Batin Syiffa sambil mengacak ngacak makanannya.
"Hei Syiff, kamu kenapa?" Tanya Nurul menyadarkan lamunan Syiffa.
"Eh Nur, enggak kenapa napa Kok." Jawab Syiffa.
"Masa sih enggak kenapa napa, kok dari tadi makanannya cuma dilihat mulu, di acak acak mulu tanpa dimakan. Lagi ada masalah iya?" Tanya Nurul.
"Enggak kok, cuma Aku merasa kenapa tiba tiba enggak nafsu saja mau makannya. Terus kepikiran Ibu lagi yang masih dirawat dirumah sakit." Ucap Syiffa.
"Apa? Ibu kamu masuk rumah sakit lagi Syiffa?" Tanya Nurul.
"Iya Ibuku masuk lagi rumah sakit Nur, tapi sekarang Ibuku sudah baik baik saja kok." Jawab Syiffa.
"Syukurlah kalau begitu Syiff. Kok bisa Ibumu masuk rumah sakit lagi? Sakit apa lagi Syiff? Terus gimana bisa sampai harus dibawa ke rumah sakit?" Tanya Nurul dengan beberapa pertanyaan.
"Iss.. kamu itu kayak karyawan saja nanya nanya mulu." Ucap Syiffa.
"Enggak apa apa dong nanya nanya juga. Lagian Aku ini kan sahabat baik kamu Syiff, jadi wajarlah pingin serba tahu juga. Tapi enggak apa apa deh kalau kamu enggak mau cerita juga tidak apa apa, lagian Aku sahabat yang enggak penting buat kamu." Ucap Nurul pura pura ngambek.
"Iss.. Ngambek iya, sory lagian tadi saya cuma bercanda kok Nur. Ya sudah saya ceritain sekarang. Jangan ngambek lagi dong." Ucap Syiffa menatap Nurul.
__ADS_1
Lalu Syiffa pun mulai menceritakan bagaimana kejadian Ibunya sampai harus di bawa ke rumah sakit. Tanpa menceritakan apa yang terjadi tadi pagi di ruangan kerjanya.
"Nah begitu Nur ceritanya." Ucap Syiffa.
"Kasihan banget iya Ibu kamu. Semoga cepat sembuh iya Syiff dan bisa berkumpul kembali ke rumah." Ucap Nurul.
"Aamiin, makasih iya Nur." Ucap Syiffa.
"Iya Syiff, maaf iya Syiff belum bisa jenguk Ibu kamu." Ucap Nurul.
"Iya enggak apa apa kok Nurul, nyantai sajalah." Ucap Syiffa.
"Oya Syiff, tadi Kamu bilang Pak Fattan yang nolongin kamu? Kok bisa dia kebetulan selalu ada nolongin Ibu kamu? Atau jangan jangan kamu pacaran iya sama Pak Fattan?" Ucap Nurul.
"Kalau enggak pacaran, mana mungkin Pak Fattan selalu ada saat kamu benar benar dalam keadaan membutuhkan. Kan rata rata pacar selalu ada saat duka dan suka, Iya kan?" Goda Nurul.
"Tapi emang serius, Aku tidak ada hubungan apa apa sama Pak Fattan. Lagian iya kan saya suka lembur malam, kalau pulang jarang ada angkutan umum lewat jadi Pak Fattan suka nganterin saya pulang, kebetulan Ibu saya lagi keadaan darurat Pas ada Dia, langsung Ibu aku dibawa sama Pak Fattan. Begitu Nurul, pahamkan." Ucap Syiffa.
"Iya Aku paham kok Syiff, Kirain kamu sama Pak Fattan jadian. Padahal cocok loh kamu sama Pak Fattan." Ucap Nurul.
"Mmzz... Gitu iya Nurul. Aku juga berharap begitu Syiff, tapi apalah daya saya cuma karyawan dia, apa kata orang." Ucap Syiffa.
__ADS_1
"Cie..Mulai naksir nih sama Pak Fattan." Goda Nurul.
"Enggak kok, lagian tadi cuma bercanda saja." Ucap Syiffa.
"Jangan bohong deh, ngaku hayoo?" goda Nurul.
"Apaan sih Nur, sudah yuk dah bell waktunya kembali bekerja. Ayo kita kembali ke ruangan kerja lagi." Ajak Syiffa.
"Iya deh." Ucap Syiffa.
Lalu Syiffa dan Nurul pun pergi meninggalkan kantin dan kembali bekerja kembali.
Hadeeuh males banget ini mau mulai kembali kerjanya, jadi enggak Mood nih gerutu Syiffa yang baru sampai diruangan kerjanya.
"Syiff.. " Ucap Fattan.
"Eh Iya Pak." Ucap Syiffa menatap Fattan lalu menundukan kepalanya.
"Kamu lihat saya dong, kalau saya berbicara. Lagi pula saya bisa jelaskan semuanya yang terjadi tadi pagi." Fattan sambil mengenggam tangan Syiffa.
"Lepasin Pak, ini dikantor saatnya saya harus kembali bekerja, tidak ada waktu untuk mendengar penjelasan dari Pak Fattan." Syiffa sambil melepaskan tangan Fattan dan berjalan ke tempat kerjanya.
__ADS_1
Shitt, dasar **** . Itu semua gara gara wanita itu, hubunganku jadi kacau. Seharusnya hari ini moment paling berharga. Umpat Fattan dalam hati.