Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.170


__ADS_3

"Kamu itu kalau berbicara jangan sembarangan Syiffa, lagian siapa bilang saya akan membunuhmu hah?" Tanya Fattan sambil menatap calon Istrinya.


"Terus Kakak mau ngapain dong membawa kesini pakai membawa ke jurang tebing segala hah?" Tanya Syiffa membalas tatapan tajam Fattan.


"Karena Saya ingin menunjukan sesuatu kepada kamu biar kamu tidak salah paham tentang semua ini Syiffa!! Sebenarnya Saya sama Laras tidak ada hubungan apa apa Syiffa." Ucap Fattan mencoba menjelaskan semuanya.


"Terus saya harus percaya begitu saja sama kamu iya hah? Kamu pikir saya orang bodoh yang pantas memang kamu bodohi iya begitu hah!?" Bentak Syiffa menatap tajam Fattan dan tidak terasa mulai mengeluarkan airmatanya.


"Loh kenapa kamu menangis Syiffa? Maksudnya kamu apa sih Syiffa? Siapa bilang kamu orang bodoh hah? Lagian saya serius tidak ada hubungan apa apa." Ucap Fattan sambil berusaha mengusap airmata calon Istrinya.


"Jangan sentuh saya!! Saya tidak akan percaya lagi sama kamu. Lagian mana ada orang yang tidak memiliki hubungan tapi kamu dan dia bermesraan tepat didepan saya hah?" Ucap Syiffa.


"Kamu itu ngaco kalau bicara ya Syiffa, emang siapa yang bermesraan  dengan dia hah?" Tanya Fattan.


"Kenapa sih enggak jujur saja Kak, Syiffa muak Kak dengan kebohongan Kakak!!" Ucap Syiffa menangis sejadi jadinya.


"Tapi serius Saya tidak bohong Syiffa. Kakak harus menjelaskan apa lagi sama kamu supaya percaya hah?" Tanya Fattan merasa bingung tidak tahu harus berbuat apa.


"Sudahlah Kak lagian sampai kapan pun saya tidak akan percaya sama Kakak. Ini maksudnya Kak hah?" Tanya Syiffa sambil memperlihat handphone tepat diwajah calon suaminya.


"Sudah Saya duga ternyata gara gara ini yang membuat kamu marah iya hah?" Ucap Fattan sambil tersenyum sinis.


"Kenapa Kakak malah tersenyum hah? Oh jadi benar ya Kakak sama dia ada hubungan ya hah? Dan dengan seenaknya banget bermain api tepat di depan saya hah?" Ucap Syiffa dengan sinis.


"Kenapa kamu cemburu ya Syiffa?" Tanya Fattan.

__ADS_1


"Saya bukan cemburu Kak!! Tapi saya merasa tidak di hargai Kak dan Kakak seenaknya saja melakukan hal tidak senonoh tepat didepan saya maksudnya apa sih Kak hah? Lagian kalau Kakak masih cinta sama Kak Laras terus ngapain harus mengungkapkan perasaan juga sama saya hah?" Ucap Syiffa kembali menangis.


"Syiffa kamu yang tenang, saya bisa jelaskan semuanya. Lagian bukan saya yang mulai tapi dia duluan Syiff," ucap Fattan.


"Terus Kakak kenapa diam saja ketika Kak Laras menyentuh Kakak hah? Kakak itu sama saja Kak. saya baru sadar ternyata cinta dan sayang Kakak itu ternyata palsu. Saya cuma sebagai pelampiasan Kakak doang kan Kak?" Ucap Syiffa mulai terbawa emosi.


Namun Fattan hanya diam saja tanpa membalas perkataan Syiffa lalu menatapnya.


"Kenapa diam saja Kak hah? Katakan Kak kalau saya itu cuma pelampiasan kan buat Kakak hah? Kenapa sih Kak saya harus masuk kedalam kehidupan Kakak kalau akhirnya seperti ini Kak hiks.. hisk..!!" Teriak Syiffa sambil memukul dada bidang Fattan.


"Oke saya akan jelaskan semuanya sama kamu Syiffa kalau-"


"Sudahlah Kak tidak perlu dijelaskan lagi semuanya sudah jelas kok, dan mungkin hubungan kita harus berakhir sampai disini Kak," ucap Syiffa memotong pembicaraan Fattan lalu pergi meninggalkan Fattan.


"Syiffa tunggu!!" Teriak Fattan sambil berlari mengejar Syiffa dan memeluknya dari belakang sehingga Syiffa pun tidak bisa melangkah lagi.


"Syiffa kamu dengar ya itu semua salah faham!! Dan saya tidak akan biarkan kamu pergi dari kehidupanku," ucap Fattan sambil membalikan tubuh Syiffa sehingga kini mata mereka saling bertatapan.


"Kak-" ucapan Syiffa pun tergantung saat tiba tiba handphone milik Fattan berbunyi. Lalu Fattan pun mengangkat telepon tersebut.


"Coba kamu lihat ini," ucap Fattan sambil memperlihatkan handpone miliknya. Dan Syiffa pun merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Kak Laras? Apa yang kamu lakukan dengan Kak Laras hah?" Tanya Syiffa kepada Fattan saat melihat Laras sedang dalam kukungan orang orang berbadan besar dengan mulut tertutup kain.


"Saya sengaja menyuruh orang orang saya untuk menangkap Laras agar bisa dia menjelaskan semuanya apa yang terjadi sebenarnya." Ucap Fattan sambil menatap Handphonenya yang kini sedang Video call bersama orang suruhannya.

__ADS_1


"Kakak ini gil*a ya hah masa sudah melakukan hal seperti itu terhadap orang yang sangat Kakak cintai," ucap Syiffa dengan sinis.


"Kamu bilang Laras orang yang saya cintai? Kamu tuh salah. Bagiku dia sudah dianggap sebagai teman." Ucap Fattan sambil menatap Syiffa.


"Ck, teman tapi mesra. Apa apaan itu hah?" Sindir Syiffa menatap sinis Fattan.


"Ini orang benar benar ya tidak percayaan banget sih. Ya sudah Ben kasih handphone ke Laras, buka mulut dia dan suruh untuk mengatakan yang sebenarnya." Perintah Fattan kepada anak buahnya.


"Baik Bos," jawab Ben dengan segera melakukan perintah Bosnya dan membuka kain yang menutupi mulut Laras lalu memberikan kesempatan berbicara.


"Oh  jadi ini semua ulahmu ya Fattan hah? Kamu itu sudah gil*a ya Fattan karena cewek tengil itu sehingga kamu melakukan kayak gini sama aku hah?" Ucap Laras disebrang telpon dengan tangan masih terikat.


"Apa yang di katakan kamu itu benar Laras, saya benar benar gila karena wanita yang ada disampingku ini dan kamu tahu karena ulahmu itu juga membuat wanitaku marah dan salah paham." Ucap Fattan menatap tajam Laras lewat handphonenya lalu merangkul pundak Syiffa.


"Ih Kak Fattan apaan sih hah?" Ucap Syiffa sambil menginbaskan tangan Fattan dengan kasar.


"Ih ini anak benar benar ya bar bar banget ya," ucap Fattan sambil memijit hidung Syiffa.


"Ih Kakak sakit tahu," kesal Syiffa lalu mengusap hidungnya.


"Syiffa kamu jangan percaya begitu saja sama Fattan Syiff, lagian kita emang benar kok seperti apa yang kamu lihat Syiffa!" Teriak Laras yang masih dalam sambungan video callnya.


"Oya karena kamu tidak jujur maka kamu harus siap siap menerima akibatnya Laras. Ben laksanakan apa yang saya perintahkan tadi," perintah Fattan.


"Siap Bos," jawab Ben. Lalu segera melakukan tugasnya.

__ADS_1


"Aaahhhh... " teriak Laras disebrang sana. Lalu Fattan dengan segera memutuskan sambungannya dengan Ben.


__ADS_2