
Amerika Serikat
Syiffa dan Fattan kini sudah sampai ditempat tujuan. Lalu mereka berdua berjalan keluar setelah pesawat mendarat di bandara.
"Ayo sayang." Ajak Fattan sambil melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.
"Iya kak." Jawab Syiffa. Lalu mereka berdua berjalan keluar.
Ketika sudah berada diluar, kemudian datanglah seseorang menghampiri mereka lalu keluar seseorang tersebut keluar dan berjalan menuju Syiffa dan Fattan berada.
"Selamat siang Tan, selamat siang siang Ibu negara." Ucap Ariff yang kini sudah sampai ditempat dimana Syiffa dan Fattan berada.
"Iss kak Ariff ini ya, bilang saja Syiffa jangan Ibu negara emangnya saya menteri apa?" Gerutu Syiffa.
"Kan kamu calon menteri bukan?" Ucap Ariff.
"Kata siapa? Lagian saya tidak tertarik menjadi menteri." Ucap Syiffa sambil menatap Ariff.
"Sudah jangan bertengkar, ayo kita pulang dari sini." Ucap Fattan mengajak untuk pergi.
"Baik Tan." Jawab Ariff.
Lalu mereka pun pergi meninggalkan bandara dan berjalan menuju apartemen.
"Oya Riff, gimana perkembangan perusahaan kita?" Tanya Fattan.
"Alhamdulilah Tan, perusahaan kita mengalami perkembangan yang cukup bagus. Banyak perusahaan disini yang mengajak untuk bekerja sama." Jawab Ariff.
"Bagus kalau begitu. Tuh Syiffa kamu dengarkan kan apa yang dikatakan Ariff." Ucap Fattan sambil menatap istrinya.
"Iya Syiffa dengar kok. Terus apa hubungannya?" Tanya Syiffa merasa bingung.
"Hubungannya karena kamu-" ucapan Fattan tergantung saat Syiffa memotong pembicaannya.
"Oya kak, kalau di sini masih adakah eskrim?" Tanya Syiffa.
"Tentu saja ada. Tiap negara pasti ada, enggak mungkin enggak ada." Jawab Ariff.
"Nanya sama siapa, kenapa kak Ariff yang jawab?" Gerutu Syiffa.
"Emangnya kenapa kalau saya yang ikut jawab? Ini istri kamu kenapa sih Tan, dari tadi marah marah mulu." Gerutu Ariff.
"Mana saya tahu Riff. Pas sebelum berangkat pun, dia marah marah mulu Tan." Ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Bagus ya, sekarang kalian ngomongin saya terus jelek jelekin saya hah." Ucap Syiffa sambil menatap tajam Fattan.
"Enggak kok sayang, saya cuma bercanda kok. Habisnya tadi saya dikomporin sama Ariff tuh hehe." Ucap Fattan cengengesan.
"Iss kenapa kamu jadi menuduhku Fattan. Lagian tadi kamu ikut nimbrung sendiri ih." Gerutu Fattan.
"Sudah kalian jangan bertengkar. Sekarang anterkan saya ke tempat yang dimana menyediakan eskrim yang rasa lebih enak." Ucap Syiffa.
"Baiklah lah sayang. Ayo Riff, turutin tuh kata Nyonya nanti marah tuh." Ucap Fattan.
"Baiklah." Jawab Ariff.
"Saya heran, ada apa dengan istriku Riff? Kadang dia orangnya marah marah mulu, terus kadang dia suka nangis nangis gitu." Bisik Fattan sambil menatap istrinya yang tertidur di mobil.
"Mana saya tau Tan. Sudah ah, jangan memancing emosi singa yang lagi tidur nanti bisa berabe masalahnya." Gerutu Ariff.
__ADS_1
"Kurang ajar ya kamu, istri saya dibilang singa." Gerutu Fattan sambil menatap tajam Ariff.
"Bercanda kok Tan hehe. Sekarang kita mau pergi kemana nih?" Tanya Ariff.
"Ya pergi untuk ke tempat yang menyediakan eskrim yang beraneka rasa. Kamu tidak denger apa, tadi istriku bilang apa." Ucap Fattan.
"Baiklah kalau begitu." Ariff sambil mengemudikan mobilnya berjalan menuju tempat yang di maksud.
Mereka pun kini sudah sampai ditempat tujuan. Lalu Ariff segera memparkirkan mobilnya terlebih dahulu.
"Sayang bangun, kita sudah sampai nih." Ucap Fattan sambil menepuk lembut pundak istrinya.
Hoamm..."sudah sampai ya kak?" Tanya Syiffa sambil meregangkan kedua tangannya sehingga mengenai jidat Fattan.
"Aww.. Syiffa!" Ucap Fattan sambil menatap tajam istrinya.
"Maaf Kak, tidak sengaja hehe." Ucap Syiffa sambil cengengesan.
"Ya sudah, ayo kita keluar!" Ajak Fattan.
"Oke, baiklah." Jawab Syiffa sambil membukankan pintu mobilnya.
Setelah keluar dari mobil, Syiffa tidak percaya dan merasa mimpi bagaimana bisa kini ada ditempat impiannya yang dari kecil selalu ingin pergi ke negara Amerika.
"Kak ini benaran di Amerika kan?" Tanya Syiffa kepada Fattan.
"Tentu saja sayang. Emangnya kenapa?" Tanya Fattan kepada istrinya.
"Tidak ada apa apa kok kak, cuma nanya saja hehe." Ucap Syiffa.
"Gimana senangkan?" Tanya Fattan yang kini masih menatap istrinya merasa terkejut berada di Amerika.
"Tentu saja kak. Terima kasih Kak, sudah bawa Syiffa kesini." Ucap Syiffa sambil memeluk suaminya.
"Oke." Jawab Syiffa.
Lalu Syiffa dan Fattan pun berjalan menuju tempat yang di maksud. Tiba tiba Fattan menghentikan langkahnya lalu berputar balik menatap Ariff yang kini masih berdiri dekat mobilnya.
"Hei Riff, kenapa kamu diam saja. Ayo jalan." Teriak Fattan.
"Enggak mau, sudah sana kalian berdua saja pergi. Lagian percuma kalau saya ikut, yanh ada malah bagaikan obat nyamuk." Ucap Ariff.
"Iya juga ya, tumben kamu pintar. Ya sudah kalau gitu saya permisi ya Riff." Pamit Fattan.
"Ck, menyebalkan sekali punya atasan! Kalau seandainya kamu bukan atasanku, sudahku kutuk jadi kodok tuh." Gerutu Ariff sambil menatap kepergian Syiffa dan Fattan.
Syiffa dan Fattan pun kini sudah sampai disuatu tempat, dimana menyediakan berbagai rasa dan varian eskrim.
"Waw kak, keren sekali ini tempatnya." Ucap Syiffa yang kini sudah sampai ditempat yang dimaksud.
"Tentu saja ini keren. Ya sudah bentar kakak pesan nih eskrimnya yang paling special." Ucap Fattan.
"Iya Kak." Jawab Syiffa.
Aku berharap semoga kamu selalu sayang terus seperti ini. Selalu setia terus dan menjaga hatimu untukku kak ucap Syiffa sambil menatap suaminya yang kini pergi untuk memesankan eskrim untuk dirinya.
15 menit kemudian.
"Sayang, ini dia eskrimnya?" Ucap Fattan yang tiba tiba datang dan membawakan eskrimnya dari pelayan tempat tersebut.
__ADS_1
"Wah banyak banget kak, tujuh cup dengan variasian yang berbeda wah asyik banget tuh. Apalagi itu ditamburi buah buahan dan toping di atasnya, mantap Kak." Ucap Syiffa sambil melihat pelayan yang kini sedang menaruh eskrimnya. Setelah beres menaruh eskrimnya, pelayan tersebut dengan segera pergi meninggalkan Syiffa dan Fattan.
"Ini buat saya kak?" Tanya Syiffa merasa tidak percaya.
"Tentu saja sayang. Ya sudah makan tuh eskrimnya." Ucap Fattan.
"Baiklah kak." Ucap Syiffa sambil menyuapkan eskrimnya ke dalam mulut.
"Gimana enak kan?" Tanya Fattan.
"Iya enak banget kak. Apalagi ini ditambah buah sama topingnya, benar benar mantap kak." Ucap Syiffa kembali menyuapkan eskrimnya.
Lalu Fattan pun tersenyum dan merasa bahagia, saat melihat istrinya sangat menikmati eskrim tersebut.
"Benar benar enak kak. Ini cobain deh kak, buka mulutnya a.. " ucap Syiffa.
Lalu dengan segera Fattan pun membuka mulutnya, dengan segera Syiffa menyuapkan eskrimnya ke dalam mulut suaminya.
"Gimana Kak enak kan?" Tanya Syiffa.
"Ya, sangat enak sayang." Ucap Fattan.
"Ya sudah Syiffa suapin ya Kak, makan eskrimnya kita berdua." Ucap Syiffa.
"Ok." Ucap Fattan.
Lalu kini Syiffa pun memakan eskrimnya bergiliran setelah dirinya, lalu menyuapi suaminya hingga eskrim tersebut habis tanpa tersisa sedikit pun.
"Mau tambah lagi?" Tanya Fattan terhadap istrinya.
"Enggak ah kak. Ini sudah kenyak dan sangat puas." Jawab Syiffa.
"Sekarang mau kemana lagi?" Tanya Fattan.
"Mzzz.. kemana ya, gimana kalau kita karokean kak?" Tanya Syiffa sambil menunjuk tempat karoke. Kebetulan ditempat tersebut ada tempat karoke.
"Karoke? Yang benar saja. Emangnya kamu bisa nyanyi apa hah?" Tanya Fattan sambil menatap istrinya.
"Tentu saja bisa. Emangnya kakak belum tahu ya? Dijamin kalau Syiffa nyanyi bakal jatuh hati sama suara Syiffa."
"Yang benar saja, istriku ini punya suara bagus. Paling juga suaranya kaya petir tuh." Sindir Fattan.
"Ya ampun, kakak enggak percaya ya hah, ya sudah ayo kita kesana." ucap Syiffa sambil menarik lengan suaminya. Dengan terpaksa Fattan pun mengikuti kemauan Syiffa. Lalu berjalan menuju tempat karoke.
Setelah sampai ditempat karoke, Syiffa dan Fattan pun berjalan masuk ke dalam.
"Kamu yakin nih bisa nyanyi?" Tanya Fattan merasa cemas saat istrinya kini sedang memegang mic nya.
"Ya ampun kak Fattan ini enggak percayaan sekali ya. Siap siap ya Syiffa mau nyanyi nih." Ucap Syiffa yang kino sudah siap dengan mic nya. Lalu dengan segera Syiffa menyanyikam sebuah lagu.
Uhuk uhuk, Fattan tiba tiba terbatuk.
"Kak Fattan baik baik saja kan?" Tanya Syiffa merasa cemas.
"Iya baik baik saja kok sayang. Tadi enggak tahu kenapa, tiba tiba gatal tenggorokannya nih hehe." Ucap Fattan cengengesan.
"Ya ampun kak Fattan ini mengganggu saja, tadi Syiffa mau siap siap nih." Gerutu Syiffa.
"Iya maaf deh. Ya sudah lanjut lagi aja," ucap Fattan.
__ADS_1
Lalu dengan segera Syiffa pun menyanyika sebuah lagu yang berjudul " Some One Like you"dari Adele.
"Sayang?" Tanya Fattan sambil menggelengkan kepala.