Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.47


__ADS_3

"Kini sudah waktu nya kamu menggantikan posisi Ayah Nak." dan ini saatnya ayah mewariskan semuanya perusahaan Ayah padamu ucap Ayah Anwar.


Diam berpikir sejenak tanpa ada jawaban dari Fattan.


"Emm... baiklah Ayah kalau begitu, Fattan sudah siap menggantikan posisi Ayah dan Fattan akan berjanji pada Ayah akan membuat perusahaan jauh lebih baik lagi Yah." ucap Fattan.


"Bagus Nak. Ayah yakin kamu bisa melakukan dan menghadapi semua masalah perusahaan Ayah!!" ucap Ayah Anwar.


Iya Ayah. "Terima kasih Ayah sudah mempercayai Fattan untuk menggantikan posisi Ayah." ucap Fattan.


"Iya Nak. Karena kau adalah putra tunggal yang Ayah punya. Ayah percaya kamu bisa membuat perusahaan jauh lebih maju lagi dan berkembang pesat." ucap Ayah Anwar.


"Iya Ayah, Fattan berjanji tidak akan mengecewakan Ayah dan juga Ibu." ucap Fattan.


"Dan ingat Ttan. Jadilah pemimpin yang dermawan dan bertanggung jawab." ucap Ayah Anwar.


"Siapp Ayah. Oya ibu kemana Yah? kenapa dari tidak lihat Ibu." ucap Fattan.

__ADS_1


"Ibu diluar Nak, tadi lagi beli rujak kebetulan tadi ada tukang rujak lewat. Ya sudah Ayah tinggal duluan aja masuk." ucap Ayah Anwar.


"Oh gitu Yah. Tapi kenapa harus beli diluar? kan kalo mau rujak bisa bilang Bi Sri dibikinin sudah itu sehat dan higenis lagi." ucap Fattan.


"Ntahlah Tan. Kamu tau sendiri kan kalau Ayah ngelarang dia pasti dia bakal ngambek dan ceramahin Ayah panjang lebar tanpa ada titik koma kaya jalan tol." ucap Ayah Anwar.


"Ekhmzzz... ada yang ngomongin Ibu nih?" ucap Ibu Angel.


"Deg"


"Eh I-Ibu? Enggak ada yang ngomongin Ibu kok Bu." ucap Ayah Anwar dengan gugup.


"Aww.. bu, sakit buu lepasin. enggak sopan bangett sama Ayah, main jewer telinga Ayah saja." ucap Ayah sambil mengusap telinga yang sakit.


"Maka nya kalau ngomong tuh jangan sembarangan saja, masa istri secantik bidadari di bilang jalan tol." ucap Ibu Angel.


"Maaf Bu, Ayah tadi cuma bercanda kok Bu. Tanya aja Fattan." ucap Ayah Anwar sambil menatap Fattan memberi kode.

__ADS_1


"I-iya Bu, be-nar Bu." ucap Fattan gugup.


"Huh anak sama Ayahnya sama saja, dan kamu Fattan!" ucap Ibu Angel menatap tajam.


"I-i Iya Bu?" ucap Fattan.


"Cepat lamar kekasih kamu segera nikahkan dia. Biar ibu segera dapat cucu, apalagi sekarang kamu sudah jadi pewaris dan pimpinan perusahaan." ucap Ibu Angel.


"Hadeuh, kirain Fattan mau bicara apa an. mau ngelamar sama siapa Bu? orang Fattan enggak punya kekasih Bu." Ucap Fattan.


"Massa Ttan? Jangan bohong Tan??bukannya kamu dan Laras pacaran kan?" Tanya Ibu Angel.


"Iya itu dulu Bu. Sekarang enggak Bu!" ucap Fattan dengan malas.


"Maksudnya kalian sudah putus gitu Tan? kamu ya Tan, cewek secantik dia dan profesi dia sebagai dokter terus orang nya baik lagi masa kamu putusin sich Ttan? emang nya kamu mau cari perempuan gimana lagi Ttan?" ucap Ibu Angel dengan beberapa pertanyaan.


"Sudah Bu jangan bahas dia lagi males Bu!" ucap Fattan dengan kesal.

__ADS_1


"Jangan begitu Tan. Harusnya kamu pertahankan dia sampai kamu dan laras menuju perlaminan, kasihan dia sudah pacaran sama kamu lama tapi kamu putusin. Jangan suka mempermainkan hati seorang perempuan Tan." ucap Ibu Angel.


__ADS_2