
"Siapa dia!" Bentak fattan.
"Di-dia.. "
"Kenalkan saya Rio, kekasihnya Laras!" Jawab Rio sambil mengulurkan tangan nya.
Deg
Rasa nya jantung sakit seperti ditusuk jarum, tidak percaya apa yang di katakan oleh pria tersebut. "Oya sudah lama kalian berpacaran?" Tanya Fattan Menatap tajam keduanya tanpa membalas uluran tangan Rio.
"Hampir sudah se tahun kami menjalin hubungan." Jawab Rio.
"Apa benar yang dikatakan Rio? Kalian sudah lama menjalin hubungan!" Bentak Fattan menatap tajam Laras.
"Ma-maaf kan aku Tan." Ucap Laras dengan nada bersalah.
"Oh.. Hebat banget ya, setahun dia menjalin hubungan tanpa sepengetahuanmu Ttan. Dia menghianatimu Ttan, kau selalu setia dan membanggakan dia tapi mana Ttan? Dia balas dengan penghianatan!" Ucap Ariff mengompori.
"Diam kamu Ariff!! Itu semua saya lakukan karena saya kesepian ketika jauh dari kamu Ttan. Di hubungi saja kamu susah baget bahkan di telpon pun tidak pernah kau angkat." Ucap Laras.
__ADS_1
"Alaaahhhh itu alasan kamu aja. Kamu tidak tahu dia sibuk banget, bahkan ada banyak masalah diperusahaan yang harus dia selesaikan harusnya kamu ngertiin dia dong." Ucap Ariff.
"Lho ngapain harus dia yang menyelesaikan masalah? bukan nya pimpinan nya yang harus menyelesaikan masalah perusahaan. Dia kan cuma Asissten manager di perusahaan tersebut." Jawab Laras dengan sinis.
"Wah... Wah... Saya ngerti sekarang Ttan, Kenapa dia selingkuhin kamu? mungkin kamu cuma seorang asissten manager dan kayak nya(sambil menatap Rio) dia bukan orang biasa deh makanya dia berpaling dari kamu." Ucap Ariff tambah mengompori fattan.
"Kalau ngomong di jaga ya! Jangan seenak nya." bentak Laras menatap tajam Ariff.
"Sudah kalian diammm!" Bentak Fattan.
"Ok.. Jika itu yang terbaik buat kamu, aku terima dengan semua penghianatan kamu terhadap saya. Tapi jangan menyesal suatu saat nanti." Ucap Fattan menatap tajam Laras sambil berjalan pergi.
"Ayoo Syiff kita pergi dari sini!!" Ajak Ariff lalu berjalan pergi keluar.
"Sial, dia pikir dia siapa? Saya tidak akan menyesel sampai kapan pun. Dia cuma asissten manager ngapain aku harus menyesali semua ini." Ucap Laras.
"Kamu baik baik aja kan sayang?" Ucap Rio
"Aku baik baik aja kok sayang, jangan dengarkan perkataan mereka ya sayang. Cuma kamu yang terbaik buat aku sayang, Kau tetap segalanya buat aku." ucap Laras.
__ADS_1
"Makasih sayang. Ya sudah pulang yuk sudah malam nih." ucap Rio.
"Ya sayang." jawab Laras
-
Di tempat lain.
"arrrrgghhhh.... Sial." Ucap Fattan sambil mempercepat laju kendaraan mobilnya.
"Pak Fattan.... Aahhhhh.... Pak bisa enggak pelan jalaninya pak ahhhh!" Teriak Syiffa penuh dengan ketakutan.
"Fattan kamu gila ya? Mau cari matti ya kamu? Jangan sampai karena wanita tadi kamu jadi seperti ini!" Bentak Ariff.
"Diam semua!" Bentak Fattan.
"Pak saya mohon, saya belum siap mati kasihan orang tua saya cuma mengandalkan saya. Saya jadi tulang punggung mereka pak siapa yang akan mencari nafkah uang buat mereka? Siapa yang akan membahagiakan orang tua saya? Kalo saya mati pak." Ucap Syiffa dengan isak tangis.
"Fattan jangan karena masalah gini aja membuat akal sehatmu jadi gila. Kau ini calon pewaris perusahaan, seharusnya kau membuktikan kepada dia, siapa kamu sebenarnya dan buatlah dia menyesa.!" Ucap Ariff
__ADS_1