
Tok... tok... tok...
"Nak ayo kita makan dulu, Ibu sudah siapkan makanan nya Nak. " ayo kita makan bersama lirih Ibu Nina
" Iya Bu.." jawab syiffa.
Sudah beres pakai baju dan sholat lalu Syiffa bergegas menuju ruang makan.
"Gimana Nak kerja kamu disana?" apakah kamu senang kerja disana? lirih Bapak Rozak.
"Enggak tau Pak, soalnya baru dua hari kerja disana." jadi belum merasakan gimana kerja disana lirih Syiffa berkata dengan tersenyum.
Lalu kedua orang tua nya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan putri nya yang polos.
"Tapi tenang pa, ibu. Tidak usah khawatir," Syiffa tetap semangat kok walaupun kedepan nya banyak lika liku dalam kerja. Ini semua demi Ibu dan Bapak kau lah harta paling berharga dalam hidup Syiffa.
Lalu orang tua Syiffa hanya tersenyum mendengarkan perkataan Syiffa, kemudian melanjutkan makan malam nya dalam diam.
_
Ditempat yang lain.
"Nak Ayah dan Ibu harus pergi keluar Negeri," karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan disana tidak apa apa kan Nak Ibu tinggal? lirih Ibu Angel.
"Ya tidak apa apa kok Bu, Fattan bukan anak kecil lagi." Fattan sudah dewasa ko lirih Fattan.
"Ya udah jaga diri baik baik ya Nak," kata Ibu Angel.
"Ya pasti bu, Fattan bakal jaga diri. Ibu sama Ayah baik baik disana ya, jaga kesehatan." Maaf Fattan tidak bisa mengantarkan Ibu sama Ayah ke bandara.
__ADS_1
"Ya tidak apa apa Nak," Lirih Ibu Angel.
Lalu Fattan hanya mengantar sampai gerbang pintu.
Dan kedua Orang Tua nya pergi meninggalkan rumah, menuju bandara diantar oleh pak mumin supir pribadinya.
Tap..
Tap...
Tap...
Suara kaki menaiki tangga, namun terhenti ketika mendengar suara memanggil..
"Sayang... Sayang..."
"Apa Kabar Sayang?" suara wanita yang berjalan menuju ke arah Fattan.
Lalu Fattan menoleh ke belakang.
"Sejak kapan kau datang?" balik nanya.
"Baru saja, kenapa kau balik nanya bukan nya menjawab pertanyaanku?" ketus wanita tersebut dengan kesal.
"Kabarku baik Sayang" lirih Fattan.
"Maaf tuan, nona ini sudah saya peringati untuk menunggu dulu." Tapi nona ini tidak mau dengar dan terus menorobos berjalan lirih pembantu rumah tangga.
Lalu Fattan diam.
__ADS_1
"Ya sudah Bi tidak apa apa bi." Lalu menatap tajam memberikan kode untuk pergi.
"Baik tuan, saya permisi" lirih Bi Inah.
"Sayang sudah lama kita tidak bertemu?" kau makin cakep dan ganteng puji wanita tersebut
"Mmmm.... Terima kasih sayang" lirih Fattan.
"Oya Ibu sama Ayah kemana?' dari tadi aku tidak melihat mereka tanya wanita tersebut.
"Ibu dan Ayah lagi pergi keluar negeri," ada pekerjaan disana yang harus mereka bereskan lirih Fattan.
"Oh begitu ya" lirih wanita tersebut.
"Sayang aku lapar, tadi aku belum sempat makan di jalan." temenin aku yuk makan ke restoran? lirih wanita tersebut.
"Kenapa meski ke restoran?" disini aja makannya, Bi inah pasti bakal membuatkan makanan yang kamu mau lirih Fattan.
"Aku enggak mau sayang, aku mau nya makan di restoran." Aku mohon please? lirih wanita tersebut dengan memelas dan suara manja
Tapi... Sambil menatap jam tangan.
"Ok baiklah" lirih Fattan.
"Ya sudah aku ke kamar dulu ganti baju dulu" lirih Fattan melangkah menuju kamar.
"Heem "... Aku tunggu disini ucap Laras sambil menggangguk kepala
Ya wanita tersebut nama nya Laras, kekasih Fattan. Mereka bertemu ketika kuliah di amerika serikat tetapi berbeda jurusan. Ketika lulus kuliah Laras melamar kerjaan di amerika, karena laras orang nya pintar dan cantik jadi dia langsung diterima bekerja di rumah sakit sebagai dokter. Karena Laras emang kuliah mengambil jurusan kedokteran.
__ADS_1