
"Sudah pulang ya Nak?" Tanya Ibu Nina yang kini sedang berada di ruangan tamu sedang duduk dan menikmati secangkir kopi.
"Eh Ibu ada disini ternyata?" ucap Syiffa merasa terkejut lalu menghampiri Ibunya dan menyalami punggung tangan Ibunya.
"Iya Nak, Ibu disini sambil nungguin kamu pulang," ucap Bu Nina.
"Tumben banget Ibu nungguin Syiffa pulang? biasanya juga jam segini Ibu sudah tidur." Ucap Syiffa lalu mengambil secangkir kopi milik Ibunya dan menyeruputinya.
"Loh emangnya salah ya Ibu nungguin kamu pulang? Dan kebetulan juga ada sesuatu yang ingin Ibu bicarakan sama kamu Syiffa." Ucap Bu Nina sambil menatap putrinya.
"Enggak juga sih Bu hehe. emangnya Ibu mau berbicara apaan sih kayaknya penting banget deh." ucap Syiffa menatap Ibunya.
"Ibu mau tanya nih sama kamu, gimana kalau ada pasangan calon suami istri terus si wanita tersebut itu berjalan dengan lelaki lain bahkan sampai bermesraan apa yang akan kamu lakukan melihat wanita tersebut?" Tanya Bu Nina.
__ADS_1
"Ya pasti marahlah Bu, kurang ajar banget wanita itu sudah tahu punya calon suami malah asyik asyikan bermesraan dengan pria lain. Dasar wanita gat*l," gerutu Syiffa merasa geram. Apalagi saat mengingat kejadian tadi dijalanan.
"Terus kenapa kamu melakukannya Nak? Sudah jelas punya calon suami kenapa harus berjalan pria lain dan bermesraan." Ucap Bu Nina menatap putrinya.
"Maksud Ibu apa ya? Syiffa tidak mengerti Bu." Ucap Syiffa benar benar tidak mengerti apa yang di ucapkan Ibunya.
"Ya maksud Ibu kenapa kamu lakukan itu sama calon suamimu sendiri, bahkan katanya kamu bermesraan dengan pria lain." Ucap Bu Nina.
*Ck, lucu sekali dia malah mengadu sama Ibu bahkan bilang saya bermesraan dengan pria lain? Tapi justru kamu brengsek yang sudah melakukan itu dan melakukan hal yang tidak senonoh dihadapanku." batin Syiffa merasa kesal atas tuduhan Fattan**.
"Ya tentu saja pastinya salah Syiffa, pasti dia sudah salah paham kalau kamu tuh dikiranya sudah bermesraan dengan pria lain." Ucap Bu Nina.
"Lagian masa bodoh amet Bu kalau dia sudah salah paham juga. terus ngapain lagi dia pakai ngadu sama Ibu segala hah?" Ucap Syiffa benar benar kesal.
__ADS_1
"Iss.. kamu itu Syiffa, enggak baik berbicara begitu. Lagian wajar dia ngaduin sama Ibu kan dia calon suami kamu," ucap Bu Nina.
"Ck, calon suami macam apaan dia Bu suka mengadu segala, larang larang Syiffa tidak boleh ini itulah dan sebagainya. Sedangkan dia malah asyik asyikan bahkan sampai melakukan hal yang tidak senonoh. Dia pikir Syiffa tidak tahu apa yang dia lakukan hah?" Syiffa merasa benar benar kesal dan marah.
"Maksud kamu apa Syiffa? Fattan melakukan hal yang tidak senonoh maksudnya gimana Syiff?" Tanya Bu Nina benar benar tidak mengerti.
"Sudahlah Bu, Syiffa cape mau mandi dulu terus mau tidur deh sudah ngantuk banget nih Bu." Ucap Syiffa sambil menatap jam tangannya.
"Oke, baiklah kalau begitu. Ya sudah sana mandi dulu dan Istirahatkan tubuh kamu biar fres lagi." ucap Bu Nina.
"Baik Bu," jawab Syiffa sambil berlalu meninggalkan Bu Nina dan berjalan ke kamarnya.
Lalu Bu Nina pun menatap punggung putrinya dan entah kenapa merasa ada sesuatu terjadi antara Syiffa dan Fattan. Tapi Bu Nina memilih untuk tidak ikut campur kalau sesuatu serius terjadi pada putrinya, biarkan Syiffa dan Fattan yang terlebih dulu menyelesaikan masalahnya sendiri.
__ADS_1
Arrgh...
Dasar cowok brengs*ek, enak sekali hidup dia pake ngadu segala lagi sama Ibu. Dan lagian Ibu percaya begitu saja sama cowok brengsek itu hah? Mungkin kalau Ibu tahu semua yang terjadi pasti bakal merasa geram dan benci sama si Fattan. Tapi maafin Syiffa ya Bu tidak bisa menceritakan semuanya sama Ibu, Syiffa tidak mau bikin Ibu kecewa dan sakit hati kalau Syiffa kasih tahu Ibu. Biarkan Syiffa memendam semuanya sendiri dan menyelesaikannya sendiri ucap Syiffa pada diri sendiri dan kini tanpa Syiffa sadari terlelap tidur ke dalam mimpi. Sampai dia hampir melupakannya yang tadi rencana mau mandi dulu mungkin karena cape dan lelah Syiffa tadi memilih untuk merebahkan dulu diatas kasur.