
"Akhirnya kenyang juga nih Kak, enak banget Kak!" ucap Syiffa.
"Mau tambah lagi tidak?" Tanya Fattan.
"Enggak ah Kak, sudah kenyang nih." jawab Syiffa.
"Oke kalau begitu, tapi kalau eskrim mau enggak?" Tanya Fattan.
"Mau dong Kak hehe." ucap Syiffa cengengesan.
"Tapi bukannya tadi bilang sudah kenyangkan?" ucap Fattan.
"Iya itu kalau nambah makan lagi kenyang, tapi kalau masalah eskrim mah enggak kak." Ucap Syiffa.
"Ya sudah nanti kita beli eskrim!" ucap Fattan.
"Asyik, terima kasih kakak!" ucap Syiffa.
"Iya sama sama Syiffa cantik." ucap Fattan.
"Baru sadar iya kak kalau saya cantik? dulu kemana saja!" ucap Syiffa.
"iss.. ini anak sok kepedean lagi merasa dirinya cantik. Lagi pula tadi saya cuma basa basi saja!" bohong Fattan.
"Masa sih? jangan bohong deh, enggak mungkin kan Kak Fattan suka sama saya kalau enggak cantik iyakan?" goda Syiffa.
"Iya iya emang kamu itu cantik, tapi bukan cuma luarnya saja, tapi cantik dalamnya juga." puji Fattan.
"Apaan sih lebay deh Kak." ucap Syiffa.
__ADS_1
"Ini anak benar benar iya, pantes saja orang suka gemes sama kamu, ternyata orangnya enggak suka dipuji." ucap Fattan.
" Lagian ngapain harus bangga dengan pujian orang? dengan pujian itu kadang membuat kita menjadi sombong." ucap Syiffa.
"Oya, kata siapa?" tanya Fattan.
" Kata sayalah, kan saya barusan bicara. Ih Kak Fattan benar benar nyebelin deh." kesal Syiffa.
"Nyebelin tapi ngangeninkan?" goda Fattan.
"Tau ah, sok kepedean banget nih orang lagi!" ucap Syiffa.
"Ih ngambek nih ceritanya, Sory cuma bercanda. Lagian apa yang katakan kamu emang benar, kadang dengan pujian kita merasa lupa siapa diri kita sebenarnya maka itulah kadang kita menjadi sombong!" ucap Fattan.
"Setuju banget tuh Kak!" ucap Syiffa.
"Sini lihat kedepan, makan tuh yang benar belepotan banget kayak anak kecil." ucap Fattan sambil mengusap bibir Syiffa dengan tisu.
deg..
jantungku kenapa ini kok berdetak cepat banget, inikah yang namanya jatuh cinta? cintaku pada padangan pertama? aku benar benar benar tidak mengerti dengan perasaan ini batin Syiffa.
" Ehmzz... ya sudah yuk kita pulang!" ajak Syiffa ketika Fattan selesai mengelap bibirnya pakai tisu.
" Loh bukannya mau eskrim? kok mau langsung pulang." ucap Fattan.
"Iya mau sih, tapi emang ada eskrim disini?" Tanya Syiffa.
"Enggak ada, harus beli diluar hehe." ucap Fattan cengengesan.
__ADS_1
"Kirain saya ada disini!" ucap Syiffa dengan cemberut.
"Benar pingin banget nih mau eskrim?" tanya Fattan.
" Heem.." jawab Syiffa sambil menganggukan kepala.
"Ya sudah saya ke kasir mau bayar dulu, kamu tunggu disini setelah itu kita beli eskrim!" ucap Fattan.
"Asyik, siap Kak!" jawab Fattan.
Lalu Fattan pun pergi menuju ke kasir untuk membayar dulu, dan kini Syiffa sedang duduk sendiri. Namun tiba tiba ada seseorang memanggil..
" Syiff.. Syiffa!" Teriak Seseorang mendekati Syiffa.
Lalu Syiffa pun menoleh ke belakang merasa ada yang memanggilnya.
"Eh Pak Rendy ada disini juga?" Tanya Syiffa.
"Iya Syiff, tadi habis ada pertemuan sama Klien." ucap Rendy.
"Oh.. begitu iya Pak!" jawab Syiffa.
"Iya, kamu sendiri habis ngapain disini?" Tanya Rendy.
" Saya kesini habis makan malam, tadi macet dijalan karena lapar sudah mampir dulu kesini pak." Jawab Syiffa.
" Oh.. sendirian saja nih?" Tanya Rendy.
" Tidak dia bersama sama saya makan malamnya." ucap Seseorang tiba tiba datang.
__ADS_1
Lalu keduanya pun saling menatap tajam.