
Amerika serikat.
Kini Pesawat yang ditumpangi Fattan pun sudah sampai di tempat tujuan. Dengan segera Fattan, Ariff dan Della pun berjalan keluar dari pesawat tersebut.
"Ayo Riff, Della kita keluar." Ajak Fattan.
"Baiklah Pak." Jawab Ariff dan Della bersamaan.
Lalu mereka pun berjalan keluar menuju pintu depan pesawat. ketika sudah berada diluar bandara datang mobil tepat berhenti didepan mereka.
Seseorang yang berada di dalam mobil tersebut keluar dari mobilnya, kemudian berjalan menghampiri mereka.
"Hei Uncle apa kabar?" Ucap Seseorang yang kini menghampiri mereka.
"Tentu saja baik. Kamu ini gimana sih, lama tinggal diluar negeri tapi tetap pakai bahasa Indonesia memalukan sekali," Gerutu Fattan sambil memeluk keponakannya.
"Ya ampun Uncle, kenapa bilang begitu hah? Bukannya bagus membudidayakan bahasa Indonesia. Tapi kalau sama orang luar ya pasti bahasa Inggris. Menyebalkan sekali Uncle ini." Gerutu Tomi sambil menguraikan pelukannya.
"Sory Uncle cuma bercanda kok. Tapi Saya salut sama kamu dapat membudidayakan bahasa Indonesia. Sekarang sudah dewasa saja, makin cakep lagi." Puji Fattan.
"Iyakah begitu? Tapi tentu pastinya dong, aku Pria yang paling tampan dikampusku." Gerutu Tomi.
"Ck, sok kepedean banget ini orang." Gerutu Fattan.
"Biarin saja, ih Uncle sirik mulu." Ucap Tomi sambil menatap sebal Fattan.
"Oya gimana kabar Ibu Ira sama Ayah Reza?" Tanya Fattan.
"Baik kok Uncle. Oya nanti main kesana ke rumah ya," ucap Tomi.
"Iya, nanti main kesana kalau Saya ada waktu." Ucap Fattan.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Tomi.
"Kalian ini asyik mengobrol berdua saja, kita di cuekin nih." Ucap Ariff sambil menatap Tomi dan Fattan.
"Hei Kak Ariff, apa kabar? Maaf tadi terlalu asyik mengobrol dengan Uncle yang menyebalkan ini." Gerutu Tomi sambil memeluk Ariff.
"Baik kok, kamu sendiri gimana kabarnya? Semakin dewasa, semakin cakep saja ." Ucap Ariff sambil menguraikan pelukannya.
"Tentu saja baik Kak. Asyik Dua orang sudah memuji karena kecakepanku makin terbang hidungku ini." Ucap Tomi.
"Ck, jangan karena kamu dipuji kamu langsung sombong dan percaya begitu saja. Ingat disini masih ada Saya yang tidak jauh kalah tampan dari kamu." Gerutu Fattan sambil membenarkan kerah baju kemejanya.
"Ya ampun Uncle sendiru tuh yang sombong merasa so lagi, malah nyalahin aku. Lagian Uncle ini sudah nikah jadi jangan harap... eh tunggu dulu." Ucap Tomi sambil menatap wanita yang berdiri disamping Fattan dan sebelah Ariff.
"Apaan hah?" Tanya Fattan menatap Tomi.
"Inikah Istrinya Uncle ya? Lumayan cantik sih." Ucap Tomi sambil menatap Della.
__ADS_1
"Apa kamu bilang sekali lagi hah? Siapa bilang, kalau dia Istriku hah?" Ucap Fattan menatap tajam Tomi.
"Bukannya Uncle sudah menikah kan? Berarti ini Istrinya dong." Gerutu Tomi.
"Kamu minta diapain hah? Enak banget ya bilang dia Istriku. Dia itu Della, sekretarisku." Jawab Fattan.
"Biasa saja Uncle kalau bicara. Kirain aku, dia Istri Uncle habisnya kan jarang ada keluar negeri dengan seorang wanita kecuali kekasihnya atau Istrinya." Jawab Tomi.
"Makanya waktu nikahan Fattan datang dong, jadi tahu Istrinya dia." Ucap Ariff.
"Waktu itu enggak ada waktu Kak, lagi ada tugas deskripsi dari kampus. Oya kenapa Istri Uncle enggak diajak ke luar negeri kan lumayan kalau tahu Istri Uncle mau aku jadi gebetan haha." Tomi tertawa.
"Tomiii!! Jangan kurang ajaar deh." Ucap Fattan sambil menatap Tomi.
"Maaf Uncle cuma bercanda kok. Oya ini kunci mobilnya," ucap Tomi sambil menyodorkan kunci tersebut.
"Oke, thak's ." Ucap Fattan.
"Iya Uncle.. ya sudah aku permisi ya, sudah dijemput tuh sama temanku." Ucap Tomi sambil menatap temannya yang menjemput dirinya memakai motor.
"Ya sudah, sana pergi." Ucap Fattan.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Tomi sambil berjalan menuju teman yang menjemputnya.
"Ya sudah nih Rif kuncinya," ucap Fattan sambil menyodorkan kunci tersebut.
"Maksudnya Saya yang nyupirin gitu?" Tanya Ariff.
"Baiklah kalau begitu," ucap Ariff sambil menatap balik Fattan.
Lalu Fattan, Della dan Ariff pun berjalan memasuki mobil. Setelah semuanya sudah siap dengan segera Ariff menjalankan mobilnya.
"Oya Kak, sekarang mau pergi kemana?" Tanya Della.
"Mau pergi ke Apartemen. Emang kamu pikir mau kemana." Ucap Fattan.
"Maksudnya kita tidur dan diam di Apartemen gitu?" Tanya Della.
"Heem," jawab Fattan.
Asyik, akhirnya aku bisa tidur satu apartemen dengan Kak Fattan, kesempatan bagus nih. Inilah yang sangat aku nantikan batin Della sambil menyeringai tipis.
"Kenapa kamu senyum senyum sendiri Della?" Tanya Ariff .
"Emangnya kenapa? Terserah aku mau gimana juga." Gerutu Della.
"Iya deh." Jawab Ariff kesal. Lalu fokus kembali mengemudi mobilnya.
Satu jam sudah perjalanan menuju Apartemen. Kini mereka pun keluar dari mobil tersebut dan berjalan menuju masuk ke dalam Apartemen.
__ADS_1
"Kamu ngapain ngikutin ke kamar saya?" Tanya Fattan saat melihat Della mengikutinya.
"Bukannya kita satu Apartemen, jadi kita tidur barengkan." Ucap Della.
"Satu apartemen bukan berarti kita tidur bareng, kamu ini benar benar jadi orang ya. Lagian Saya bukan seperti apa yang kamu pikiran." Ucap Fattan.
"Terus saya tidur mana Kak?" Tanya Della.
"Ya tidur di kamar lain lah, sudah sana pergi cari kamar yang lain." Gerutu Fattan kemudian masuk ke dalam kamar.
Bruuuukkkkk... suara menutup pintu begitu keras tepat didepan Della.
Kurang ajar banget ya itu orang, menutup pintu begitu keras tepat di depan wajahku. Sungguh tidak sopan. Tapi untungnya aku menyukainya jadi aku pahamilah. Ya sudah ayo Della kita cari kamar lain gerutu Della pada diri sendiri kemudian mencari tempat kamarnya untuk beristirahat.
Akhirnya sampai juga di apartemen gerutu Fattan yang kini sedang merebahkan tubuhnya di atas kasurnya kemudian menatap jam dinding menunjukan pukul 3 sore.
Kira kira lagi apa ya Istriku disana? Kenapa baru sampai kesini sudah kangen begitu saja ucap Fattan lalu mengambil handphone miliknya kemudian mencari no kontak Istri lalu menelponnya..
Tut.. tuuut... tut.. sambungan telpon pun berhasil tersambung.
"Hello Istriku cantik lagi apa?" Ucap Fattan dibalik handponenya yang kini mereka sedang Video call an.
"Lagi mau tidur nih Kak, oya sudah sampai disana kah Kak?" Tanya Syiffa.
"Sudah Sayang dengan selamat. Emangnya disana sudah malam ya? disini masih sore Sayang." Ucap Fattan.
"Syukurlah kalau begitu. Iya disini sudah malam Kak. Ya beda beda kali Kak, disana Negara Amerika, disini Indonesia Kak. Jadi jauh berbeda lah Kak." Ucap Syiffa.
"Eh iya lupa hehe." Ucap Fattan cengengesan.
"Jadi pelupa ya Suamiku ini. Awas loh nanti lupa sama Istri juga disana, terus cari yang baru." Gerutu Syiffa disebrang sana.
"Sudah mulai ngawurr nih bicaranya. Lagian enggak mungkin Sayang, Kakak akan berpindah ke lain hati. Hati ini hanya milik Istri manjaku." Ucap Fattan yang kini sedang duduk di atas kasurnya.
"Mmmz.. So sweaat.. terima kasih Suamiku." Ucap Syiffa.
"Iya Sayang. Oya kamu lagi tidur dimana? Perasaan bukan tidur dirumah sendiri ya?" Tanya Fattan saat melihat Video callnya tempatnya tidak seperti tempat kamar yang dikenalnya.
"Iya emang bukan Kak. Syiffa lagi nginep dirumah Ibu Kak." Jawab Syiffa
"Loh kenapa meski nginep dirumah Ibu? Kamu enggak betah tinggal dirumah sendiri?" Tanya Fattan.
"Betah tapi Syiffa lagi pingin nginep dirumah Ibu, lagian dirumah sepi walaupun ada Asisten rumah tapi tanpa Kakak sedih sekali tidak ada yang bisa memeluk hangat tubuhku ini." Gerutu Syiffa bersikap manja.
"Dasar anak manja. Lagian Kakak disini kerja, doain saja semoga proyek dan pekerjaan bisnis disini cepat selesai biar cepat pulang." Ucap Fattan sambil tersenyum dan menatap wajah Istrinya dibalik hp nya.
"Iya Kak. Oya enggak apa apa kan Kak Syiffa sementara nginep di rumah Ibu cuma empat hari sajalah Kak." Tanya Syiffa meminta izin suaminya.
"Boleh kok, tapi ingat jangan lama lama tinggal dirumah Ibu kasihan Ibumu nanti malah repot dengan kehadiran kamu." Ucap Fattan.
__ADS_1
"Iya baik Kak. Oya sudah makan Kak?" Tanya Syiffa pada Suaminya.