Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.179


__ADS_3

"Ya tentu saja salah sayang, malahan enggak baik loh malam malam gini makan. Tapi mau gimana lagi kan kita sama sama lapar dari siang belum makan," ucap Fattan sambil menatap Istrinya.


"Iya juga sih Kak, tapi tidak apalah Kak asal jangan terlalu sering saja." Syiffa sambil menatap suaminya.


"Iya sayang. Aa... suapin lagi dong sayang," Fattan sambil membuka mulutnya. kemudian Syiffa dengan segera menyuapkan makananya ke mulut suaminya. setelah menyuapkan kepada suaminya kemudian Syiffa menyuapkan makanan pada dirinya. Begitulah yang dilakukan Syiffa sekarang hingga makanan habis semua.


"Terima kasih ya Syiffa sudah nyuapin saya tadi," ucap Fattan sambil menatap Istrinya yang kini sedang membereskan piring piring yang kotor.


"Iya Kak. Oya Kak disini ada eskrim enggak?" Tanya Syiffa sambil menatap Istrinya.


"Eskrim? Emangya kamu mau eskrim ya?" Tanya Fattan pada Istrinya.


"Iya Kak hehe, enggak tahu kenapa tiba tiba pingin eskrim nih Kak," ucap Syiffa.


"Aneh sekali Istriku ini, malam malam gini masa pingin eksrim sih. Atau jangan jangan kamu lagi hamil ya sayang," ucap Fattan sambil mengusap perut Istrinya.


"Iss Kakak ini mana mungkin saya ini hamil Kak, baru juga kita melakukanya tadi dan setelah menikah jadi jangan ngacoo Kak," ucap Syiffa dengan polosnya.


"Iya siapa tahu saja kan langsung tokker dan langsung ada benih benih junior di dalam perut kamu. Biasanya kalau orang ngidam katanya suka minta tiba tiba saja," Ucap Fattan menatap Istrinya.


"Hadeeuh please deh Kak berpikir logika saja, orang yang suka minta sesuatu tiba tiba bukan berarti  dia lagi hamil kali Kak. Lagian saya sering gitu kok malam malam sama Ibu minta eskrim." Ucap Syiffa.


"Bila dong dari tadi itu mah namanya kebiasaan kalau kamu sering gitu sama Ibu kamu," kesal Fattan sambil menatap Istrinya.


"Emangnya Kakak nanya enggak tadi? kan Kakak sendiri yang tiba tiba rusuh mengatakan kalau saya hamil." Ucap Syiffa.


"Eh iya juga ya hehe," ucap Fattan cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jadi gimana ada enggak Kak eskrimnya?" Tanya Syiffa lagi.


"Mmzz.. kayaknya ada deh, kan Ibu suka membeli eskrim dan menyetoknya lalu menghabiskannya sendiri." Ucap Fattan.


"Yang serius Ibu suka eskrim Kak?" Tanya Syiffa.

__ADS_1


"Heem. Oya gimana jadi mau eskrimnya?" Tanya Fattan.


"Iya jadi dong Kak," jawab Syiffa.


"Ya sudah kamu tunggu disini biar saya yang ambil eskrimnya, sekalian saya mau ambil laptop diruang kerja untuk mengecek tentang perusahaan." Ucap Fattan.


"Iya Baik Kak," jawab Syiffa. Lalu dengan segera Fattan pun berjalan menuju ruang kerja untuk mengambil laptop.


Oya hari ini ada Film drama korea nih yang lagi trend, aku jangan sampai ketinggalan nih nonton drakor gerutu Syiffa pada diri sendiri lalu mengambil remote tivi dan menekannya. Kemudian Syiffa pun kini sedang asyik nonton drama korea yang kini sedang berlangsung.


"Serius banget ya nontonya," tanya Fattan yang kini tiba tiba datang memasuki kamar.


"Eh Kak Fattan, iya Kak nih lagi asyik nonton drakor Kak seru banget," ucap Syiffa sekilas menatap suaminya lalu fokus kembali menonton tivi.


"Mmzz.. nih eskrimnya," ucap Fattan sambil menyodorkan eksrim tersebut.


"Terima kasih," ucap Syiffa.


"Iya sayang," jawab Fattan lalu duduk di samping Syiffa kemudian membuka laptopnya untuk memeriksa laporan tentang perusahaanya.


"Emang Kak! Itu tandanya berarti filmnya bagus, bisa membawa penonton ikut serta dalam penghayatan dan emosional  drama tersebut Kak," jawab Syiffa.


"Tuh Kak lihat drakor ini lucu banget kan hahaha," tawa Syiffa masih dengan matanya fokus ke dalam tivi.


"Biasa saja ah, enggak ada yang lucu," ucap Fattan.


"Ck, menyebalkan sekali punya suami jelas jelas itu lucu sekali," gerutu Syiff sambil menatap Sebal Fattan.


Lalu Fattan pun tidak menghiraukan ucapan Istrinya dia lebih memilih fokus terhadap laptopnya.


"Dia tidak memperdulikan ucapan saya lagi," sebal Syiffa sambil memakan eskrim yang tadi Fattan bawa.


"Kenapa sayang hah?" Tanya Fattan yang sebenarnya mengetahui kalau Istrinya sedang mengerutuki dirinya.

__ADS_1


"Enggak kenapa napa kok," bohong Syiffa.


Dua jam sudah Syiffa nonton drakor yang membuat suaminya merasa ilfil ketika melihatnya. Gimana tidak ilfil Syiffa tiba tiba menangis, kemudian tertawa dan setelah itu senyum senyum sambil menggoda suaminya yang hampir membuat Fattan kehilangan konsentrasi dan kini tiba tiba rasa kantuk pun melanda dirinya.


"Hoamm .. Ngantuk nih Kak, oya Kak masih lama ya?" Tanya Syiffa saat melihat suaminya masih fokus dengan pekerjaan.


"Sebentar lagi beres kok sayang. Ngantuk ya sayang? Ya sudah tidur duluan saja," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.


"Baiklah kalau begitu, saya tidur duluan ya Kak," ucap Syiffa.


"Iya," jawab Fattan.


Lalu Syiffa pun berjalan menuju kasur kemudian membaringkan tubuhnya di atas kasur. Ketika Syiffa  memejamkan mata tiba tiba Fattan pun langsung naik ke atas kasur kemudian memeluk Istrinya layaknya bantal guling.


"Eh Kakak ngapain sih? Bukannya tadi belum beres ya, kenapa ikut tidur?" Tanya Syiffa merasa terkejut saat tubuhya merasa ada yang memeluknya.


"Kakak pun sama sudah ngantuk, lagian bisa besok kok dilanjutin lagi. Kamu itu kenapa sih setiap saya peluk kamu suka membrontak hah?" Tanya Fattan lalu menarik tubuh Istrinya hingga kini berada diatas tubuhnya.


"Pe-perasaan enggak kok Kak, cuma Syiffa kaget saja Kakak yang datang tiba tiba ada disamping terus memeluk saya. Untung itu Kakak coba kalau orang lain kan bahaya." Gerutu Syiffa.


"Iss alasan saja, lagian mana mungkin ada orang lain berani memeluk kamu hah? Yang ada saya langsung bunuh tuh orang kalau berani macam macam apalagi sampai menyentuh tubuhmu. Lagian kamu sekarang sudah milik saya seutuhnya." Ucap Fattan sambil menarik wajah Syiffa yang kini semakin dekat dengannya cuma beberapa senti saja, hidung mereka pun saling bersentuhan dan mata hitam mereka pun saling menatap satu sama lainnya. Kemudian mereka pun memejamkan matanya lalu..


" Cup"  satu ci*man mendarat di bib*r Syiffa kemudian Fattan pun ******* bib*r manis milik Istrinya. Syiffa pun menikmati dan merenspon setiap ci*man yang di lakukan suaminya sehingga kini keduanya merasakan hawa panas dan hasrat yang tidak bisa di tahan lagi\, dengan segera Fattan pun menarik tubuh Istrinya hingga kini posisi Fattan berada di atas tubuh Istrinya. Kemudian Fattan pun membuka pakaian milik dirinya dan Istrinya satu persatu hingga kini tubuh mereka keadaan polos tanpa ada tersisa. Karena sudah tidak bisa ditahan lagi dengan segera Fattan pun melakukan penyatuannya hingga miliknya memasuki area int*m Istrinya.


"Enggak apa apakan Sayang?" Tanya Fattan pada Istrinya.


"Enggak kok Kak," jawab Syiffa sambil tersenyum.


Lalu Fattan pun menci*m lembut bib*r Istrinya dan menci*mi jenjang leher Istrinya lalu satu persatu dijelajahinya hingga sampai dua bukit kembarannya lalu meremas lembut dan menci*mnya dan mengigitnya dan Fatan lebih semangat memompa miliknya yang kini memasuki daerah int*m Istrinya ketika Syiffa mendesah.


Ah Kak ah ah .. suara ******* Syiffa saat Fattan terus mengobrak ngabrik miliknya di daerah int*mnya. Kemudian Syiffa pun menjambak lembut rambut suaminya. Kini pergumulan panas pun masih berlangsung di sertai dengan suara erangan dari kedua pasangan suami Istri tersebut. Entah berapa kali mereka terus melakukannya hingga nikmat surga dunia pun berlangsung sampa dini hari dan ketika merasa dan beberapa kali Fattan menyeburkan abu putih miliknya memasuki daerah int*m milik Istrinya lalu Fattan pun segera melepaskan penyatuannya.


"Saya sangat puas sekali Istriku\, terima kasih atas semuanya." Ucap Fattan menci*um lembut bib*r miliknya Istrinya.

__ADS_1


Syiffa pun hanya tersenyum tanpa menjawab perkataan suaminya.


Karena mereka kelelahan akibat pergumulan panasnya yang sudah mereka lakukan tadi membuat keduanya tertidur nyenyak. Kini Syiffa pun tidur di dada bidang datar suaminya dan Fattan memeluk pinggang istrinya dengan keadaan tubuh polosnya yang kini dipenuhi berkas berkas tanda merah akibat ulah mereka sendiri.


__ADS_2