Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.74


__ADS_3

"Ibu...!" teriak Syifa


Lalu Syiffa pun dengan segera melangkah menuju ibunya yang tergeletak pingsan yang tidak jauh dari ruang makan.


"Ibu bangun Bu.... Ibu..... !" Teriak Syiffa sambil menangis se jadi jadinya.


"Gimana ini Aku harus segera membawa ibu ke rumah sakit, sebelum semuanya terlambat, aku enggak mau kehilangan Ibu, sekarang aku harus keluar meminta tolong sama tetangga siapa tau ada mobil yang bersedia mengantarkan Ibu ke rumah sakit." ucap Syiffa sambil berlari menuju keluar.


Mana enggak ada mobil lewat lagi, aduh gimana ini? aku harus ke dalam dulu siapa tau Ibu sudah sadar ucap Syiffa dengan berlari ke dalam rumah.


Bu... Bangun bu.... Ayolah sadar Bu,,, Ibu..... Teriak Syiffa menangis tidak henti hentinya. Aku harus keluar lagi siapa tau ada mobil lewat, ucap Syiffa berlari keluar.


Tolong... Tolong Ibu saya..... Hiks... Hiks... mana lagi enggak ada mobil lewat malam malam gini gerutu Syiffa sambil menangis.


Tuh dia mobilnya kebetulan lewat, aku harus minta tolong sama orang yang bawa mobil itu, siapa tau bisa bantu aku mengantarkan Ibuku ke rumah sakit.


Lalu Syiffa pun berjalan mendekati mobil yang bakal lewat itu kebetulan melewati rumahnya.


"Stooooopp! aaaaaaaarrrghht..." teriak Syiffa......

__ADS_1


"Sttiiiitttt...!!" suara mobil mendadak berhenti di hadapan Syiffa.


"Itu cewek gila kali ya? Mau bunuh diri kali ya? coba saja kalo aku enggak mendadak berhentiin mobilnya, sudah mati dia!" umpat seseorang.


"Maaf pak tolong saya, tolong Ibu saya? Dia pingsan pak!" ucap Syiffa meminta tolong.


"Kayak dia lagi darurat deh Tan, kayak butuh bantuan kita ttan." ucap Rriff yang berada di dalam mobil itu.


Namun Fattan pun hanya diam saja, sekilas menatap tajam Syiffa.


"Ya sudah, ayo kita keluar ajak!" Fattan sambil membukakan pintu mobilnya.


"Tenang Syiff, ada apa yang sebenarnya Syiff?? dan Ibu kamu kenapa Syiff?" Tanya Arif mencoba menenangkan Syiffa.


"Ibu... Ibu saya pingsan kak,, dari tadi dia tidak sadarkan diri dan sampai sekarang belum sadar sadar pak, Syiffa mohon anterkan ibu saya ke rumah sakit!" ucap Syiffa.


"Baiklah ayo, sekarang dimana Ibu kamu?" Fattan.


"Dia ada di dalam Pak, ayo pak bantu Ibu saya pak!" ucap Syiffa.

__ADS_1


Lalu Syiffa pergi berjalan menuju Ibunya yang masih pingsan.


"Ya sudah ayo kita bawa ke rumah sakit!" ucap Fattan yang sudah membawa Ibu Nina ke dalam mobilnya.


Lalu Syiffa, Fattan dan Ariff pun pergi menuju rumah sakit, di dalam perjalanan hanya suara Syiffa yang terus mencoba membangunkan Ibunya dengan air mata yang terus mengalir karena menangis.


"Sabar ya Syiff, kamu harus tenang Syiff, enggak boleh panik, aku yakin ibu kamu pasti baik baik saja." ucap Ariff mencoba menenangkan Syiffa.


"Mau tenang gimana kak? Saya khawatir banget sama Ibu kak, saya enggak bisa tenang kak kalo ibu keadaan seperti ini hiks... hiks.... Pak saya mohon lebih cepat lagi!" ucap Syiffa sambil menangis.


Lalu Fattan mengendarai mobil dengan kecepatan maksimal kebetulan di jalanan sepi, hanya ada beberapa mobil saja.


Lalu mobil yang di kendarain Fattan pun sudah nyampai tepat di rumah sakit.


"Ya sudah ayo kita bawa keluar!" ucap Fattan sambil membuka pintu mobil.


"Suster.... Suster...... Tolong sini!" teriak Fattan.


Lalu para suster pun berjalan menuju

__ADS_1


Mobil Fattan dan menggotong Bu Nina yang masih belum sadarkan diri.


__ADS_2