Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 187


__ADS_3

Satu jam sudah Syiffa dan Fattan menghabiskan mandinya bersama  di bathroom. Sekarang kini mereka sedang berada di kamar. Syiffa yang kini sedang menyisir rambut  panjang yang basah di depan cermin, sedangkan Fattan masih sedang memakaikan baju tidurnya.


Haciih.. haciih.. hacihh.. Syiffa tiba tiba bersin.


"Kenapa Sayang, kamu sakit ya?" Tanya Fattan lalu menghampiri Syiffa yang sudah selesai memakai bajunya.


"Tidak kok Kak, enggak tau kenapa tiba tiba bersin begitu saja Kak. Mungkin ini semua ulah gara gara Kakak nih." Gerutu Syiffa sambil menatap Suaminya.


"Loh kenapa jadi nyalahin Kakah sih. Emangnya apa yang sudah Kakak lakuin ke kamu sayang?" Tanya Fattan.


"Iss  .. Kakak ini benar benar pelupa ya hah. Barusan apa yang tadi terjadi di batroom sampai satu jam lamanya disana hingga saya kedinginan tahu." Kesal Syiffa.


"Maaf Sayang. Kakak sengaja nih ngelakuin itu biar nanti bisa kangen terus dengan Istriku ini." Fattan sambil tersenyum.


"Biar kangen? Maksud Kakak?" Tanya Syiffa benar benar tidak mengerti.


"Iya Maksudnya.." Fattan sengaja menggantung ucapannya lalu menatap Istrinya.


"Maksudnya apa Kak?" Tanya Syiff sekali lagi.


Tiba tiba Fattan pun langsung memeluk Istrinya.


"Maaf ya Sayang, mungkin Kakak tidak akan bisa lama lagi menemani kamu disini?" Fattan sambil memeluk Istrinya.


"Maksudnya Kakak apa berkata begitu?" Tanya Syiffa benar benar tidak mengerti maksud suaminya apa.


"Sayang gini maksudnya. Sebentar lagi Kakak akan pergi keluar negeri karena disana harus mengurusi proyek dan bertemu dengan para pengusaha disana. Kamu tahu sendiri sekarang perusahaan Kakak semakin berkembang pesat dan memiliki cabang dimana mana. Jadi begitu tugas sebagai Pimpinan perusahaan harus siap rela berpergian kemana saja demi perusahaan bertambah lebih baik lagi." Fattan lalu menguraikan pelukannya.


"Oh gitu maksudnya Kak." Syiffa sambil menatap suaminya.


"Iya Sayang. Jadi gimana, enggak apa apakan Kakak tinggal?" Tanya Fattan.


"Iya tidak apa apa kok. Lagian Syiffa juga ngerti kok Kak. Ini juga Kakak bekerja demi keluarga Kakak juga kan." Ucap Syiffa.


"Bukan cuma buat keluarga Kakak juga tapi ini juga untuk keluarga kecil kita Sayang dan buat calon buah anak kita nanti dimasa depan." Fattan sambil tersenyum.


Lalu Syiffa pun membalas senyuman suaminya.


"Oya Kak, kira kira berapa lama akan tinggal disana?" Tanya Syiffa.


"Sekitar enam bulanan Sayang." Jawab Fattan.


"A- apa enam bulan?" Syiffa merasa terkejut.


"Iya Sayang. Kenapa emangnya?" Tanya Fattan kepada Istrinya.

__ADS_1


"Enggak kenapa napa kok Kak  hehe," jawab Syiffa cengengesan.


"Mmzz... enggak apa apakan Sayang, bilang saya harus pergi selama itu?" Tanya Fattan.


"Tidak apa apa kok Kak, lagian Kakak pergi kesana bukan untuk rekreasikan? Tapi demi pekerjaankan Kak? Syiffa akan tetap mendukung apapun keadaan kondisi pekerjaan Kakak seperti apa." Ucap Syiffa sambil tersenyum kepada suaminya lalu berjalan ke atas kasur.


"Ya tentu saja Sayang untuk bekerja, terima kasih Sayang sudah pengertian." Fattan sambil berjalan ke atas kasur lalu merebahkan tubuhnya.


"Iya Kak, oya Kak emangnya kapan Kakak akan berangkat ke luar negerinya? Terus maksudnya negara manakah yang Kakak tuju?" Tanya Syiffa dengan beberapa pertanyaan.


"Lusa Sayang. Ke Amerika." Jawab Fattan.


"Amerika?" Syiffa merasa terkejut.


"Iya, kenapa kamu terkejut saat menyebut negara Amerika?" Fattan sambil mengusap lembut rambut Istrinya yang kini sedang bersandar dida bidang Fattan.


"Emangnya kenapa kalau Saya terkejut hah? Enggak boleh ya." Syiffa sambil mencubit dada bidang Suaminya karena merasa gemas.


"Aww... sakit Sayang. Lagian boleh boleh saja kok. Oya kamu ikut juga kesana pergi ke Amerika?" Tanya Fattan.


"Emangnya boleh kalau Syiffa ikut kesana Kak?" Ucap Syiffa.


"Tentu saja boleh kok Sayang. Gimana mau ikutkan?" Fattan.


"Pinginnya sih begitu Kak, tapi Syiffa kan baru saja pertama kali masuk kuliah Kak masa sudah bolos lagi," gerutu Syiffa.


"Kayaknya enggak deh Kak, kan baru juga masuk kuliah sudah bolos lagi. Apa kata orang nanti Kak? Lagian kuliah itu bukan ajang untuk main main tapi untuk kita mengejar mimpi yang kita impikan selama ini." Syiffa semakin nyaman tidur di dada bidang suaminya.


"Benar juga tuh apa yang kamu katakan Sayang. Ya sudah, tidur yuk sudah malam nih." Ajak Fattan pada Istrinya.


Namun Syiffa pun tidak  merespons perkataan Suaminya.


"Sayang kenapa kamu tidak menjawab perkataanku?" Tanya Fattan saat Istri tidak merespon perkataannya. Kemudian menatap wajah cantik Istrinya.


Ya ampun ternyata dia sudah tidur duluan ya. Saking nyamannya tidur di dada bidang suaminya hingga tertidur gerutu Fattan sambil tersenyum.


Lalu Fattan pun membiarkan Istrinya untuk tidur didada bidang miliknya dengan nyaman. Ini akan menjadi hal yang di kangenin saat Fattan jauh dari Istrinya. Dengan perlahan lahan pun Fattan akhirnya tertidur dan kini mereka berada di alam bawah sadarnya.


.


.


Keesokan harinya


"Oya Sayang, nanti pulang kuliah Saya akan menjemputmu pulang." Ucap Fattan yang kini sedang mengancingkan baju kerjanya.

__ADS_1


"Baiklah Kak, tapi kalau emang Kakak benar benar sibuk jangan terlalu memaksakan untuk menjemputku Kak, biar Pak Toni saja menjemputku lagi." Ucap Syiffa yang sedang membantu Fattan mengancingkan bajunya.


"Oke. Tapi Saya tetap akan menjemputmu karena hari ini tidak terlalu sibuk dan tidak ada pertemuan bersama Klien." Ucap Fattan sambil menatap Istrinya.


"Baiklah kalau begitu Kak. Ya sudah mari kita ke bawah untuk sarapan pagi," Syiffa yang kini sudah selesai membantu merapihkan baju suaminya.


"Ya sudah, ayo!!" Ajak Fattan.


Lalu mereka berdua pun berjalan menuju meja makan dan pergi dari tempat kamar mereka.


"Selamat pagi Kak Syiffa, Kak Fattan.." ucap Della yang kini sedang membantu Bi Ati menyiapkan untuk sarapan paginya.


"Selamat pagi juga Kak Della, rajin benar ya Kak bantuin Bi Ati menyiapkan sarapan paginya." Ucap Syiffa sambil menatap Della.


"Ya harus dong Kak, ya sudah sini sarapan Kak sudah siap untuk dimakan." Ucap Della.


"Iya Kak." Jawab Syiffa. Lalu Syiffa pun berjalan menuju meja makan.


"Oya Kak, jangan panggil Saya Kakak panggil saja Della. Ingat ya Kak panggil Della." Ucap Della mengingatkan lagi.


"Baiklah Kak, eh maksudnya Della. Saya pun sama jangan panggil Kakaklah panggil saja Syiffa." Ucap Syiffa.


"Oke baiklah Syiffa. Ya sudah nih Kak sarapan dulu, mumpung masih hangat Kak." Ucap Della sambil mengalaskan sarapan paginya untuk Fattan.


"Kamu.. Iya terima kasih Della." Ucap Fattan sambil tersenyum.


Sebenarnya Fattan ingin protes terhadap Della, kenapa meski Della yang menyiapkan sarapan pagi untuknya biasa juga Istrinya. Namun tiba tiba Syiffa menatap tajam Fattan dan tahu apa yang akan diucapkan suaminya. Dan terpaksa Fattan pun harus bersikap baik terhadap Della.


"Ya sudah mari kita makan." Ajak Syiffa.


Lalu mereka pun menikmati sarapan paginya hingga makanannya habis.


"Ya sudah, ayo sayang kita berangkat." Ajak Fattan terhadap Istrinya.


"Baik Kak, oya ayo Della kita berangkat kerja bareng." Ajak Syiffa terhadap Della.


"Lagian Della kan bisa di anter sama Pak Toni, mending kita berangkat berdua saja." Protes Fattan sambil menatap Istrinya.


"Kakak!! Enggak boleh gitu ah, biarkan dia ikut bersama kitu." Syiffa menatap balik Istrinya.


"Baiklah kalau begitu." Fattan terpaksa harus mengikuti kemauan Istrinya.


"Ya sudah, ayo Della kita berangkat bersama." Ajak Della kepada Syiffa.


"Baiklah Syiffa." Jawab Della. Lalu mengikuti langkah jalan Fattan dan Syiffa.

__ADS_1


Kini mereka pun sudah berada di dalam sebuah mobil, dengan segera Fattan pun menjalankan mobilnya menuju tempat kampus Istrinya  berkuliah.


__ADS_2