Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.221


__ADS_3

Sttittt... mobil pun tiba tiba berhenti.


"Kak Fattaaan!" Teriak Syiffa sambil menatap tajam suaminya.


"Apa sayang hah?" Tanya Fattan tanpa bersalah.


"Ih kak Fattan nyebelin tahu. bikin kaget saja." Syiffa sambil mencubit lengan Fattan.


"Ih kamu sekarang suka main cubit mulu sakit tahu. Lagian siapa suruh untuk berhenti hah?" Tanya Fattan sambil menatap istrinya.


"Tapi enggak gitu juga kali kak. Untung saya enggak jantungan nih." Gerutu Syiffa sambil menatap sebal suaminya.


"Iya maafin saya sayang. Lagian kamu nyuruh berhenti mau ngapain?" Tanya Fattan.


"Itu kak, Syiffa pingin.. " ucapan Syiffa sengaja di gantung lalu manatap tempat yang dimaksud.


"Mau apa? Coba bicara yang jelas dong." Ucap Fattan.


"Itu kak pingin jitak tuh bakso." Jawab Syiffa.


"Bakso? Perasaan enggak ada tukang bakso deh sayang. Mata kamu itu kenapa sih, enggak yang jualan disini." Ucap Fattan sambil menatap ke kiri dan ke kanan yang kini sedang berhenti dipinggir jalan.


"Ada kak Fattan, itu tuh baksonya berkilat banget, glowing lagi, gemas pingin saya jitak tuh." Syiffa sambil menatap seseorang yang berada dipinggir jalan.


"Sayang, jangan bikin saya pusing deh. Mana ada bakso glowing, yang ada bakso mah bulat dan kasar." Fattan sambil menatap istrinya.


"Ih kak Fattan mah, enggak peka banget ya maksud saya apa." Syiffa sambil menatap sebal Fattan.

__ADS_1


"Lagian kamu aneh aneh saja deh, enggak ada tukang bakso sayang, yang ada tuh orang lagi ngobrol tuh  si botak sama ceweknya kali ya." Ucap Fattan sambil menatap orang yang dimaksud.


"Iya kak, maksud-" ucapan Syiffa terputus saat Fattan memotong pembicaraan istrinya.


"Saya tahu nih maksud kamu apaan nih. Kurang ajar banget ya punya istri mentang mentang orang itu kepalanya botak ya, malah disamain dengan bakso." Gerutu Fattan sambil menatap istrinya.


"Abisnya emang iya kayak bakso hehe." Syiffa sambil cengengesan.


"Istriku ini enggak ada kerjaan banget ya, nyuruh berhenti cuma mau bilang pingin jitak itu kepalanya yang botak, menyebalkan sekali." Gerutu Fattan sambil menyunggingkan bibir atasnya.


"Tapi serius kak, Syiffa pingin jitak itu kepalanya, enggak tahu kenapa Syiffa gemas sama kepalanya kayak bakso." Gerutu Syiffa.


"Enggak boleh. Enggak sopan tahu pingin maim jitak kepala orang saja." Omel Fattan.


"Kak Fattan, enggak kasihan apa hah bila punya bayi ileran mau iya?" Tanya Syiffa sambil menatap istrinya.


"Iya bayi kita yang ada di dalam perut istrimu ini." Ucap Syiffa sambil mengusap perutnya.


"Sa-sayang, kamu hamil?" Tanya Fattan merasa tidak percaya.


"Heem," jawab Syiffa sambil menganggukan kepala.


"Alhamdulilah, syukurlah sayang jika kamu memang hamil." Ucap Fattan sambil mencium rambut pucuk istrinya.


"Jadi gimana, kak Fattan mau kan menuruti kemauan Syiffa kan?" Tanya Syiffa.


"Tentu saja sayang. Ya sudah, ayo kita keluar." Ucap Fattan sambil membukakan pintu mobilnya.

__ADS_1


Lalu Syiffa dan Fattan pun keluar dari mobil, dan berjalan menuju orang yang dimaksud.


Setelah mendekati orang tersebut, Fattan pun bingung harus mulai berbicara dari mana dulu.


"Kak, ayo cepat ngomong dong." Bisik Syiffa kepada suaminya.


"Bentar dong sayang, saya lihat kayaknya mereka lagi ada masalah deh." Fattan sambil menatap pria tersebut dengan seorang wanita saling memalingkan wajahnya.


"Mungkin dia cuma akting kali kak." ucap Syiffa.


"Ya ampun sayang, kayaknya serius bukan akting." Bisik Fattan.


"Ya sudah kalau enggak mau nurutin  kemauan Syiffa, jangan salahkan bila baby kita ileran nih." Ucap Syiffa.


"Jangan ngomong gitu dong sayang.   Baiklah saya akan bicara nih." Ucap Fattan. Lalu Fattan pun berjalan melangkah mendekati pria tersebut.


"Maaf pak, Mbak... "


"Apa!" Bentak pria dan wanita tersebut memotong pembicaraan Fattan.


Jlepp. Dengan susah payah, Fattan pun menelan salivanya sendiri. Fattan pun benar benar pusing harus berbicara gimana. Habisnya sang istri lagi ngidam tentunya enggak mau bikin nanti anaknya ileran.


"Hei Mas ganteng, mau ngapai sih malam diam berdiri disana. Mau jadi wasit iya hah?" Tanya wanita tersebut.


"Enggak kok Mbak, saya cuma mau.." ucapan Fattan terpotong saat menatap pria yang dimaksud menatap tajam dirinya.


"Mau apa hah?" Tanya wanita tersebut sekali lagi.

__ADS_1


__ADS_2