
"Gimana Dok, keadaan Ibu saya?" Tanya Syiffa saat melihat Dokter dan Suster keluar.
"Apakah Anda keluarga dari keluarga tersebut?" Tanya Dokter kepada Syiffa.
"Iya Dok, Saya Anaknya. Jadi gimana keadaan Ibu Saya?" Ucap Syiffa merasa tidak tenang.
"Oh.. Keadaan Ibu Anda masih belum sadarkan diri, beliau mengalami penyakit yang cukup serius. Beliau harus segera di operasi." Ucap Dr.Pita.
"A-apa di operasi?" Ucap Syiffa merasa terkejut.
"Iya Mbak, Dia harus di operasi. Jadi gimana setuju kah Dia untuk di operasi? Kalau setuju harap tandatangani disini." Ucap Dr.Pita sambil memberikan berkas tersebut.
"Gimana iya Dok, tapi saya-!"
"Sudah tanda tangan saja, kalau Masalah biaya jangan dipikirkan biar saya tanggung semua!" tegas Fattan memotong pembicaraan Syiffa.
"Tapi Kak-"
"Sudah jangan banyak tapi-tapian. Ini semua demi Ibu kamu, kamu pasti sayangkan sama Ibu kamu? Maka lakukanlah." Ucap Fattan.
"I-iya Kak, baiklah." Jawab Syiffa lalu menandatangani berkas tersebut.
"Ya sudah Saya akan segera melakukan tindakan operasi sekarang!" Ucap Dokter.
"Iya Dok, tolong Ibu saya Dok, Selamatkan Dia." Ucap Syiffa sambil meneteskan airmata.
__ADS_1
"Baik akan kami lakukan sebisa mungkin. Anda berdoa saja Sang Maha Kuasa semoga baik baik saja dan semuanya lancar." ucap Dr.Pita
"Iya Dok terima kasih." Jawab Syiffa.
Lalu Dokter dan para Suster pun, segera membawa Ibu Nina ke dalam ruangan operasi.
Ibu harus bertahan, Syiffa yakin Ibu pasti baik baik saja Bu hiks.. hiks.. tangis Syiffa saat melihat Ibu yang akan dibawa ke ruangan operasi.
"Ya sudah kalian tunggu saja disini. Jangan lupa selalu doakan Ibu anda ketika dalam masa operasi, semoga semuanya lancar." ucap Dr.
Pita.
"Iya." ucap Syiffa sambil menganggukan kepala.
Lalu para dokter ahli pun berdatangan dan segera melakukan operasinya.
"Sudahlah Syiffa, kamu harus tenang. Kamu harus yakin kalau Ibu kamu pasti bakal baik baik saja." ucap Fattan menenagkan Syiffa.
" Tapi Syiffa enggak bisa tenang Kak dengan kondisi keadaan Ibu seperti itu, Syiffa takut terjadi apa apa sama Ibu, Dialah satu satunya harapan dan penyemangat Syiffa!" hiks..hiks tangis Syiffa semakin pecah.
"Syiffa! Kamu harus sabar dan yakin, enggak boleh mengeluh begitu saja. Ingat Syiffa ini cobaan ujian buat kamu," Ucap Fattan sambil memeluk dan mengusal lembut rambut Syiffa.
"Hiks.. hiks.. Iya tapi kenapa harus Ibu saya, kenapa enggak Syiffa saja? Saya enggak tega kalau lihat Ibu begitu." ucap Syiffa.
"Syiffa!" Bentak Fattan merasa marah dengan yang di ucapkan Syiffa dan mencengkram lembut lengan Syiffa.
__ADS_1
"Kenapa Kak hah?" jawab Syiffa merasa tidak terima dibentak dan memepeskan tangan Fattan.
"Maaf Syiff, Saya tidak bermaksud membentak kamu. Tapi saya enggak suka apa yang kamu tadi ucapkan." ucap Fattan merasa bersalah sudah membentak Syiffa.
"Iya tidak apa apa Kak." jawab Syiffa sambil berjalan ke tempat duduk. Dia merasa lelah yang terus terusan menangis.
"Kamu tuh yang sabar, keimanan kamu tuh sedang diuji, semakin kamu mampu dan kuat menjalani semuanya dan kamu berhasil melewatinya. Maka Allah akan mengangkat derajatmu lebih tinggi karena sudah mampu melewati semuanya dengan iklas dan sabar.Ucap Fattan.
" Iya terima kasih Ustad Fattan, sudah mengingatkan Syiffa." ucap Syiffa.
"Iss.. kamu itu.. Ngapain kamu panggil ustad hah? Saya itu pengusaha bukan ustad jadi enggak ada sangkut pautnya dengan ustad!" ucap Fattan.
"Yaelah Kak Fattan ini sombong sekali. Biarin enggak apa sekalian jadi ustad saja dan ganti namanya jadi Fattan Abdul Rozak." ahahaha ..Tawa Syiffa.
"Iss.. ogah banget, lagian enak saja nama saya harus di ganti, iss.. namanya enggak banget deh. Jangan suka merubah rubah nama saya, Nama Saya tetap Fattan Adijaya itu nama pemberian Orangtua saya, jadi jangan macem macem!" ucap Fattan pura pura kesal.
"Iya Maaf deh, lagian Syiffa cuma becanda kok." jawab Syiffa dengan tersenyum.
"Nah gitu dong tersenyum, kan cantik!" goda Fattan.
"Apaan sih Kak, lebay!" jawab Syiffa.
"Ini anak benar benar iya, gemes banget deh." ucap Fattan.
Lalu para Dokter dan suster yang menanggani Ibu Nina dalam operasi pun keluar, lalu Syiffa pun berjalan mendekati Dokter tersebut.
__ADS_1
"Oya Dok, gimana keadaan Ibu saya sekarang?" Tanya Syiffa dengan cemas.
Lalu Dokter tersebut hanya diam saja, menatap Syiffa dan Fattan dengan tatapan yang susah diartikan.