Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.236


__ADS_3

Keesokan Harinya.


"Selamat pagi sayang," ucap Fattan sambil menghampiri istrinya yang kini baru terbangun dari tidurnya.


"Tumben banget, kak Fattan sudah rapih dan sudah bangun jam segini." Ucap Syiffa.


"Emangnya kenapa? Enggak boleh gitu, suami sudah rapih kayak gini hah?" Tanya Fattan.


"Tentu saja boleh dong kak. Oya kak boleh saya ikut enggak kak, ke tempat kerja kak Fattan?" Ucap Syiffa sambil menatap suaminya.


"Mending kamu diam saja dirumah, enggak usah ikut sayang. Kan enak diam dirumah mau apa juga, ada yang mau menuruti kemauan kamu. Disini banyak orang, ada Bi Ina, ada Ibu sama yang lainnya." Fattan sambil menatap istrinya.


"Kak, please dong. Izinin Syiffa untuk ikut sama kakak. Lagian juga Syiffa ada perlu sama Nurul kak." Ucap Syiffa.


"Emangnya mau ngapain ketemu sama Nurul hah? Bukannya kemarin sudah ketemu sama dia." Ucap Fattan.


"Iya sih kak. Tapi ini soal masalah Nurul. Kayaknya ada sesuatu terjadi sama Nurul dan Kak Ariff deh. Makanya Syiffa pingin ketemu sama Nurul. Dan berbicara serius sama Nurul Kak." Ucap Syiffa.


"Lagian sayang, itu masalah mereka. Jadi kita tidak perlu ikut campur." Fattan kini sambil duduk tepi ranjang.


"Bukannya mau ikut campur kak. Tapi Syiffa penasaran saja, apa yang terjadi diantara Nurul dan Ariff. Semalaman kepikiran mulu sama mereka." Gerutu Syiffa.


"Lagian kenapa kamu harus mikirin mereka sih. Enggak baik loh buat kesehatan kamu dan Baby kita. Enggak ada kerjaan banget ya, mereka malah dipikirin." Fattan menatap istrinya.


"Iya makanya izinin Syiffa untuk ikut ke tempat kerja kakak. Biar Syiffa, enggak kepikiran mulu kak. Please ya kak." Mohon Syiffa.


"Baiklah sayang, kamu boleh ikut kok. Dan sekarang, cepat mandi dulu sana," ucap Fattan.


"Thank's suamiku sayang. Baiklah kak." Syiffa sambil memeluk suaminya dan kemudian menguraikan pelukannya.


Lalu Syiffa pun beranjak dari kasur dan kemudian berjalan menuju bathroom.


"Hati hati sayang, jalannya jangan terburu buru begitu." Ucap Fattan sambil melihat istrinya kini berjalan dengan cepat.


Hehe.... "Habisnya, terlalu semangat nih kak. Dan senang akhirnya bisa ikut kerja bersama kakak." Syiffa, kini sudah sampai di bathroom. Lalu menanggalkan bajunya satu persatu hingga kini, tubuhnya polos tanpa sehelai benang yang menempel. Kemudian segera masuk ke dalam bathroom dan merendam sebentar.


Lalu Fattan pun hanya menggelengkan kepala saat melihat tingkah istrinya. "Emangnya ada masalah apaan antara Ariff sama Nurul? Sehingga istriku pingin ketemu sama sahabatnya. Lagian ngapain dipikirin sih Tan. Biarkan saja, istrimu dan sahabatnya yang menyesaikan masalahnya ucap Fattan pada diri sendiri.


Setelah selesai mandinya, lalu Syiffa pun berjalan menuju lemari untuk mengmbil bajunya. Lalu menatap suaminya yang kini sedang membaca koran di soffa dengan disuguhkan minuman teh hangat dan makanan kue lainnya.


"Serius banget nih yang baca koran, lagi baca apaan sih kak?" Tanya Syiffa.


"Ini lagi baca tentang korupsi, serta ini tentang poligami nih. Wah nih pria yang menurutku tidak tampan, tapi bisa menikahi lima wanita. Tapi wajarlah kalau orang kaya, mau nikah lagi juga haha." Fattan sambil tertawa.


"Iss.... emangnya kak Fattan, mau juga kayak mereka menikah lagi gitu?" Tanya Syiffa sambil menatap suaminya.


"Ya, enggaklah sayang. Kamu kalau bicara, suka ngaco ya. Lagian kak Fattan mah, tipe orang yang setia sayang." Gerutu Fattan.


"Baguslah kalau begitu kak. Oya kak, ayo kita ke bawah kita sarapan dulu sebelum berangkat." Ajak Syiffa yang kini sudah siap segalanya.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo." Ucap Fattan. Sambil merapihkan korannya.


Lalu kini, mereka pun berjalan menuju meja makan. Setelah semuanya sudah rapih dan beres.


"Pagi semuanya." Sapa Syiffa saat melihat di meja makan ada Bu Nina, Bu Angel dan Ayah Anwar.


"Pagi juga sayang. Wah rapih benar dan sangat cantik sekali sayang. Kamu mau kemana Nak?" Tanya Bu Angel.


"Saya mau ikut ke kantor Bu, lagian ada perlu sama Nurul." Ucap Syiffa.


"Oh, begitu ya." Jawab Bu Angel.


"Iya Bu." Jawab Syiffa.


"Ya sudah, ayo kita makan mumpung masih hangat nih." Ajak Bu Nina.


Lalu mereka pun satu persatu mengalaskan makanannya, setelah beres mengalasnya, dengan segera mereka pun kini sedang menikmati sarapan paginya.


"Oya sayang, kapan jadwalmu untuk diperiksa ke Dokter?" Tanya Bu Angel.


"Besok Bu." Jawab Syiffa.


"Ya sudah, nanti besok kalau mau periksa Ibu ikut juga." Ucap Bu Nina.


"Baiklah Bu." Jawab Syiffa.


"Ya sudah hati hati dijalannya ya Nak." Ucap Bu Nina.


"Iya Bu. Fattan dan Syiffa pamit dulu ya." Ucap Syiffa. Kemudian mensalami dan mencium tangan punggung orang tua mereka. Lalu berjalan menuju mobil untuk berangkat ke perusahaan.


"Ya sudah, ayo masuk sayang." Ucap Fattan sambil membukakan pintu mobilnya.


"Iya kak." Jawab Syiffa sambil masuk ke dalam mobil. Setelah semuanya siap, dengan segera Fattan pun menjalankan mobilnya.


Satu jam sudah Syiffa dan Fattan sampai diperusahaannya. Lalu dengan segera Fattan dan Syiffa pun keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam perusahaan tersebut dan disambut baik oleh para  karyawannya dan bahkan setiap karyawan selalu menyapanya ketika berjalan menuju ruangan tempat kerjanya.


"Selamat pagi, Bumil." Sapa Della saat melihat Syiffa memasuki ruangannya.


"Pagi juga Della," jawab Syiffa.


"Wah makin hari makin cantik saja ini Bumil, makin gemoy lagi." Ucap Della sambil menatap Syiffa.


"Iyakah begitu? Terima kasih atas pujiannya." Ucap Syiffa sambil menatap Della.


"Iya Bumil." Jawab Della.


"Oya kak, bolehkah saya ketemu sama Nurul sekarang?" Tanya Syiffa.


"Nanti saja sayang, pas waktu istirahat. Lagian sekarang Nurul lagi kerja, jadi jangan ganggu dia." Ucap Fattan sambil menatap istrinya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Boleh saya pesan makanan lagi kak?" Tanya Syiffa.


Lalu Fattan pun tidak membalas ucapan Syiffa dan hanya diam, berpikir sejenak.


"Kenapa kak Fattan diam saja? Lagian Syiffa berjanji Kak, tidak akan kayak dulu lagi membuat berantakan ruangan kak Fattan kok." Ucap Syiffa.


"Serius nih?" Tanya Fattan sambil menatap istrinya.


"Iya serius kak. Lagian ini perutku lapar banget kak. Semenjak hamil, kak Fattan tahu sendiri saya doyan ngemil dan makan mulu." Ucap Syiffa.


"Baiklah kalau begitu." Jawab Fattan.


"Oke, terima kasih kak." Ucap Syiffa. Lalu memesan makanannya  secara online. Dan pastinya makanan tersebut bukan makanan sembarangan tapi makanan yang berkualitas dan bergizi tinggi.


.


.


Disebuah ruangan, kini ada wanita cantik sedang mengawasi para karyawannya yang kini jadi tanggung jawabnya. Wanita itu awalnya hanya kerja bagian QC dan diangkat menjadi Team Leader(TL). Jadi dialah yang bertanggung jawab dalam memegang karyawannya dalam melakukan pekerjaan.


"Nurul," panggl Adi sang Manager.


"Iya pak, ada apa?" Tanya Nurul lalu berjalan menghampiri Adi.


"Gimana, perkembangan karyawan sekarang?" Tanya Adi.


"Alhamdulilah, sekarang sudah lebih baik pak. Dan target pun sudah tercapai." Ucap Nurul sambil tersenyum terhadap Adi.


"Baguslah kalau begitu Nur. Tetap semangati mereka dan ingat tetap perhatikan Qualitas dan Quality  nya ya Nurul." Ucap Adi.


"Iya baik pak." Jawab Nurul.


Diam-diam ternyata ada yang memperhatikan Nurul dan Adi. Entah kenapa kedekatan mereka membuat seseorang itu bergejolak hatinya. Tiba tiba seseorang tersebut menghampiri mereka.


"Sekarang waktunya bekerja, bukan untuk mengobrol. Kalian disini di gaji jadi jangan seenaknya." Ucap Ariff tiba tiba datang menghampiri Nurul dan Adi.


"Eh maaf pak Arif, anda salah paham. Lagian saya bukan mengobrol biasa, tapi masalah perkembangan di Line Nurul." Ucap Adi mencoba menjelaskan.


"Ck, kamu jangan beralasan Adi. Emang pikir saya tidak tahu, apa hah? Dari tadi saya melihat kamu dan wanita ini berbincang bincang, dan saling senyum senyum. Emangnya kalian pikir ini tempat orang yang jatuh cinta apa hah?" ucap Ariff sambil menatap tajam Adi.


"Lagian, apa yang dikatakan pak Adi itu benar. Kalau saya sama pak Adi hanya membahas tentang perkembangan mereka(para karyawan) dalam bekerja di Line. Dan kalau bicara itu dijaga pak, jangan seenaknya berbicara kalau tidak tahu kebenarannya seperti apa." Ucap Nurul sambil menatap tajam Ariff.


"Oh, sekarang kamu sudah berani sekali sama saya hah? Kamu pikir, kamu siapa seenaknya menatap gitu hah?" Ariff sambil membalas tatapan Nurul.


"Saya tidak peduli siapa pak Ariff ini. Tapi asal pak Ariff tahu, saya paling benci sama orang yang suka bicara seenaknya tanpa mengetahui kebenarannya kayak gimana!" Nurul sampai berlalu pergi meninggalkan Ariff dan Adi menuju keluar. Namun tiba tiba Nurul terjatuh ke bawah, pingsan.


Buggh.... tiba tiba Nurul terjatuh ke bawah. Namun tiba tiba ada seseorang satpam menolongnya dan menahan tubuhnya sehingga tidak terjatuh.


"Nurul?" Ucap Ariff dan Adi bersamaa.

__ADS_1


__ADS_2