
Sepasang pengantin pun kini sudah sampai dirumah kediamannya. Lalu mereka pun membuka salbeltnya dan keluar dari mobil tersebut.
"Ya sudah yuk sayang, kita keluar dari mobil," ucap Fattan sambil merangkul pundak Istrinya.
"Iya Kak," jawab Syiffa sambil merangkul pinggang suaminya.
Lalu mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah. Karena yang lain masih berada dihotel kini dirumah hanya ada Syiffa dan Fattan berdua.
"Tumben banget ya Istriku ini mau disentuh nih," ucap Fattan sambil menatap Istrinya.
"Kan sekarang sudah resmi jadi suami Istri jadi halal Kak mau apa juga tidak bakalan ada yang menfitnah Kak," ucap Syiffa membalas tatapan suaminya.
"Jadi boleh dong Kakak melakukan sesuatu?" Tanya Fattan.
"Melakukan sesuatu? Maksudnya apaan sih Kak?" Tanya balik Syiffa.
"Iya melakukan sesuatu seperti kita layaknya suami Istri sayang," bisik Fattan pada telinga Syiffa.
"Ih apaan sih Kak, sudah ah Syiffa jalan duluan mau mandi dulu enggak tahan gerah banget Kak," ucap Syiffa merasa salah tingkah dan malu ketika Fattan mengatakan itu.
"Itu orang benar benar ya. Lagian kita sudah resmi jadi suami Istri. Terus dia bilang katanya bebas mau lakukan apapun juga. Dan ketika saya meminta kenapa dia kayak yang aneh gitu. Ah saya tahu pasti dia salah tingkah tuh," ucap Fattan sambil menggelengkan kepala lalu tersenyum dan menyusul Istrinya ke dalam kamar.
"Kenapa kamu ninggalin saya sayang, jahat banget ya," ucap Fattan tiba tiba memeluk Syiffa dari belakang yang kini sedang mencari handuk didalam lemari.
"Maaf Kak hehe, oya Kakak ini apa apaan sih lepasin Kak gerah tahu," ucap Syiffa mencoba melepaskan tangan suaminya yang kini melingkar dipinggangnya namun sayang tenaganya tidak sebanding dengan tangan suaminya.
"Kenapa kamu berbicara gitu hah? Kan Kakak ini sudah menjadi suami kamu sayang, emangnya enggak boleh apa hah Kakak memeluk kamu?" Ucap Fattan sambil menarik pinggang Syiffa menghadap kedepan sehingga kini mata mereka saling menatap satu sama lainnya.
"Ka-kata siapa enggak boleh Kak, tentu saja boleh kok Kak hehe," ucap Syiffa dengan suara kaku karena groogi.
"Terus kenapa tadi kamu mencoba melepaskan pelukanku hah?" Tanya Fattan sambil mendekatkan wajahnya mendekati wajah Syiffa sehingga kini hidung mereka saling bersentuhan.
__ADS_1
"I-iya ka-"
'Cup' ucapan Syiffa tergantung saat Fattan langsung menc*um bibir mungil milik Istrinya begitu saja. Lalu Syiffa pun merasa terkejut dan entah apa yang harus dilakukannya yang pasti Syiffa pun mulai menerima b*bir Fattan yang kini menyentuhnya Lalu Fattan pun mulai menikmati ci*mannya saat Istrinya merespon dan mereka pun saling membuka mulutnya dan melum*tnya menjul*rkan lid*hnya satu sama lainnya. Kini Fattan pun merasakan hasrat dan gairah yang tinggi setelah lama menikmati ciumannya. Lalu Fattan pun melepaskan ci*umannya\, kemudian dengan segera Fattan pun memangku tubuh Syiffa dan membaringkannya di atas kasur.
"Kak apa yang akan Kakak lakukan?" Tanya Syiffa merasa harap harap cemas dan curiga.
"Sudah jangan banyak bicara sayang\," ucap Fattan melanjutkan kembali ci*mannya dengan menghimpit tubuh Istrinya sehingga kini posisi Fattan diatas dan Syiffa dibawah. Lalu Fattan pun ******* habis bib*r Istrinya hingga kehabisan Oksigen dan menggigit bib*r bawah milik Istrinya.
"Ih Kak sakit tahu, apalagi saya tadi hampir mati karena kehabisan oksigen," ucap Syiffa saat Suaminya melepaskan ci*mannya.
"Maaf sayang," ucap Fattan lalu mencium sekilas bib*r Istrnya.
"Kak kenapa saya merasakan sesuatu yang keras dari tubuh Kakak ya," tanya Syiffa saat merasakan benda keras milik Fattan menyentuh pahanya.
"Emangnya kamu tidak tahu ya benda apa itu hah?" Tanya Fattan.
"Tidak Kak," jawab Syiffa sambil menggelengkan kepala.
"Kamu mau tahu apa itu?" Ucap Fattan yang kini masih ada diatas tubuh Istrinya.
"Baiklah kalau begitu Kakak akan kasih tahu. Dan jika emang kamu sudah siap," tanya Fattan bangun dari atas tubuh Syiffa.
"Sudah siap, maksudnya?" Tanya Syiffa tidak mengerti.
"Iya kalau kamu sudah siap untuk.." ucapan Fattan sengaja digantung lalu membuka belt yang melingkar dipinggangnya.
"Eh Kakak mau ngapain?" Teriak Syiffa sambil menutupi wajahnya dengan tangan.
"Loh bukannya kamu sudah siap untuk-"
"Tidak Kak," ucap Syiffa memotong pembicaraan sambil bangun dari kasur dan berusaha lari. Namun sayangnya Fattan langsung menarik tubuhnya.
__ADS_1
"Mau kemana sayang?" Ucap Fattan menarik tubuh Syiffa lalu menghimpitnya.
"Kak lepasin dulu, Syiffa pingin ke toilet dulu," ucap Syiffa sambil menahan tubuh Suaminya.
"Sudahlah sayang nanti saja, Kakak sudah tidak kuat lagi," ucap Fattan sambil menatap wajah cantik Istrinya.
"Tapi saya lebih tidak kuat lagi bila harus menahan ingin buang hajat Kak," ucap Syiffa masih berusaha menahan tubuh suaminya.
"Tapi-"
"Please suamiku tercinta, saya berjanji nanti kita bisa melakukannya setelah selesai Syiffa dari toilet," ucap Syiffa sambil menatap suaminya.
"Baiklah kalau begitu," ucap Fattan pasrah dan membiarkan Syiffa untuk ketoilet dulu dan ada sedikit kekecewaan karena hasratnya harus tertunda.
Lalu Syiffa pun berjalan menuju water closet.
maafkan saya suamiku harus berbohong, saya belum siap dan merasa tegang tadi. Aduh kenapa ini jantungku berdetak cepat sekali dan perasaanku sedikit cemas saat Kak Fattan tadi hampir membuka celananya. Tapi enggak mungkin bisa dihidari pasti bakal melakukannya tapi setidaknya sekarang saya bisa bernapas lega sebentar gerutu Syiffa pada diri sendiri sambil mengeluarkan napas kasarnya.
Setengah jam Syiffa kini berada di water closet. Lalu keluar dari tempat tersebut dengan berjalan mengendap ngendap menenggok kanan kiri dan seluruh ruangan layaknya seorang pencuri. Syiffa berharap Fattan tidak ada dikamar atau tidur.
untung saja dia sudah tidur, akhirnya selamat juga. Gerah banget nih tubuhku pingin mandi gerutu Syiffa sambil berjalan mengambil handuk dilemari dan menatap suaminya kini yang sedang tertidur.
Namun ketika Syiffa membuka lemari tiba tiba tubuhnya ada yang menarik ke atas kasur.
"Aahhh.. Kakak!!" Teriak Syiffa kepada suaminya saat dirinya ditarik ke atas kasur.
"Apa hah? Kamu mau mencoba membohongi saya kan?" Ucap Fattan sambil menghimpit tubuh Istrinya dan menguncinya.
"Ka-kata siapa enggak kok Kak, lagian siapa yang membohongi Kakak hah? Bohong Syiffa.
"Serius?" Tanya Fattan sambil menatap tajam Istrinya.
__ADS_1
"Heem," jawab Syiffa sambil mengganggukan kepala.
Lalu Fatttan pun menatap Istrinya dengan tatapan yang susah diartikan dan masih diatas tubuh Syiffa.