Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.202


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Kini Syiffa pun semakin sedih, juga merasa terpukul. Saat seseorang terus mengirimkan poto lewat handphonenya. Dan sudah hampir tiga minggu Suaminya tidak ada memberikan kabar terhadap dirinya. Syiffa sudah mencoba menelpon Seseorang yang mengirimkan poto tersebut tapi sayang, no tersebut langsung tidak aktif.


Ini orang maksudnya apaan sih, ngirim photo photo kayak gini terus. Tapi aku enggak yakin, kalau Fattan sampai berbuat begitu. Lagian sebelum berangkat dia sudah berjanji untuk menjaga hatinya. Lagian kenapa sih, Kak Fattan sudah hampir tiga minggu lebih tidak ada kabar mulu. Di telpon sibuk mulu, kan aku jadinya mikirin yang aneh aneh tentang dia ucap Syiffa yang kini berada di taman kota dan tidak terasa airmatanya terjatuh.


Kalau ternyata benar gimana dong? Kak Fattan jahat bangetkan ngelakuin itu. Aku disini selalu setia tapi dia malah mendua hiks .. hiks.. Syiffa menangis sambil menatap kedepan. Pandangannya yang kini menatap orang yang sedang berpacaran.


"Ini tisunya, hapus tuh airmatamu. Sangat disayangkan menangis karena orang yang telah menduakanmu." Ucap Eka tiba tiba datang lalu memberikan tisunya dan duduk disamping Syiffa.


"E-eka? Kamu ngapain kesini? Jangan bilang kalau kamu mengikutiku dari tadikan?" Tanya Syiffa sambil mengusap airmatanya dengan tisu yang di kasih Eka tadi.


"So kepedean banget ya, siapa lagi yang mengikuti kamu hah? Orang tadi saya lagi kumpul bersama teman teman, terus mendengar isak tangis kamu dan ketika Saya melihat ke belakang, merasa kenal Wanita tersebut. Ya sudah saya samperin, eh ternyata benar Wanita yang sedang nangis itu kamu. Orang yang Saya kenali." Ucap Eka mencoba menjelaskan.


"Kamu, enggak bohongkan?" Tanya Syiffa penuh menyelidik.


"Tanya saja tuh sama Kiki dan Riko, dia juga ada disini kok." Ucap Eka.


"Enggak, terima kasih!!" Ucap Syiffa.


"Berarti sudah percaya dong." Eka sambil menatap Syiffa.


"Tau ah," ucap Syiffa dengan jeleus.


"Lagian kamu kenapa sih Syiffa? Ada masalah ya?" Tanya Eka.


"Ka-kata siapa, so tahu ya." Gerutu Syiffa.


"Jangan bohong deh. Terus kamu ngapain tadi nangis hah?" Tanya Eka sambil menaikan satu alisnya.


"Lagian tadi, aku cuma akting nangis saja kok." Jawab Syiffa.


"Jangan bohong deh, aku tahu kamu lagi ada masalahkan? Sudahlah jujur saja kenapa sih, siapa tahu bisa aku bantu." Ucap Eka.


"Aku sudah bilang sama kamu, kalau aku enggak ada masalah kok." Syiffa masih berbohong.


Tiba tiba handphone Syiffa berbunyi, pertanda ada notif pesan masuk. Syiffa pun langsung membukanya. Dan kini Syiffa pun semakin menangis sejadi jadinya.


Aku benci... Aku benci semua ini hiks hiks teriak Syiffa sambil menangis


"Syiffa, kamu baik baik sajakan?" Tanya Eka merasa khawatir tiba tiba Syiffa menangis ketika melihat handphone miliknya.

__ADS_1


Syiffa pun tidak menjawab pertanyaan Eka, Syiffa malah terus menangis sejadi jadinya.


"Syiffa kamu kenapa sih? Apa sebenarnya yang terjadi dengan kamu?" Tanya Eka.


Karena Syiffa tidak ada jawaban, Eka pun langsung mengambil handphone dari tangan Syiffa.


"Kamu tuh apaan sih, main rebut hp aku saja. Sini kembaliin." Syiffa merasa kesal.


Namun Eka pun tidak memperdulikan ucapan Syiffa, Eka langsung melihat pesan yang masuk barusan.


"Fattan Adijaya? Apakah dia Suami?" Tanya Eka sambil menatap Syiffa.


"Apaan sih Ka. Sini kembaliin handphonenya. Enggak penting juga bila kamu tahu." Ucap Syiffa tiba tiba menghentikan tangisannya.


"Ya tentu saja itu penting bagiku. Aku sangat kenal dengan Suamimu itu, Fattan Adijaya pemilik perusahaan Pt. Juhes Adijaya, yang sekarang sedang berjaya dan berkembang pesat." Ucap Eka sambil menatap Syiffa.


Syiffa pun merasa terkejut saat Eka mengetahui siapa Suaminya itu.


"Kamu kenal dia?" Tanya Syiffa merasa tidak percaya.


"Tentu saja aku kenal dia. Semua orang pun kenal dia. Dan aku enggak menyangka ternyata kamu Istrinya Fattan Adijaya." Ucap Eka sambil tersenyum sinis.


"Aku dulu sama dia bersahabat, tapi sekarang persahabatan kita harus terputus karena gara gara kita mencintai wanita yang sama." Ucap Eka.


"Ck, cuma gara gara satu wanita saja membuat persahabatan kalian terputus." Ucap Syiffa.


"Terus karena Fattan dekat dengan Wanita lain membuat kamu menangis." Sindir Eka.


"Kamu?" Ucap Syiffa menatap tajam Eka.


"Apa hah?" Tanya Eka sambil menatap Syiffa.


"Jangan ingetin itu lagi, kan jadi aku sedih lagi hiks hiks." Ucap  Syiffa menangis kembali lalu mengusap ingusannya dengan tisu yang di beri Eka tadi.


"Ih kamu, cantik cantik jorok banget ya. Oh jadi masalahnya yang membuat tadi kamu menangis karena dapat poto kiriman seperti ini?" Tanya Eka.


"Heem hiks.. hiks.. " ucap Syiffa menangis sesegukan.


"Apakah kamu tahu Wanita tersebut siapa? Dan apakah kamu tahu juga, siapa orang yang mengirim photo ini." Ucap Eka.


"Tidak Ka. Wanita itu mantan Kekasih suamiku dulu." Ucap Syiffa sambil menundukan kepala.

__ADS_1


"Apa mantan Kekasihnya? Yang benar saja. Sungguh terlalu sekali jika Fattan dan Laras balikan lagi. Berarti kamu bakal dimadu dong." Ucap Eka.


"Ih enak saja. No no no. Dari pada harus di madu, lebih baik aku ceraikan saja dia." Ucap Syiffa sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Serius kamu mau ceraikan dia?" Tanya Eka.


"Tentu saja. Lagian mana mau aku didua ih. Sudah ah bikin sakit hati dan tidak semangat nih." Gerutu Syiffa merasa kesal.


"Sorry Syiffa, lagian aku cuma bercanda kok. dan kamu juga jangan percaya begitu saja, bisa jadi orang yang mengirim gambar tersebut hanya merekayasa. So berpikir positiflah." Ucap Eka mencoba menasehati.


"Tapi kayaknya ini asli, bukan editan   deh. Dan kamu tahu enggak sudah hampir tiga minggu Fattan tidak ada mengabari aku. Kan aku jadi mikirin yang aneh aneh tentang dia. Apalagi suka ada kiriman poto kayak gini hiks hiks." Ucap Syiffa dengan menangis sesegukan.


"Tapi kamu sudah menyakan sama Suamimu langsung tentang poto ini?" Tanya Eka.


"Belum." Ucap Syiffa sambil menggelengkan kepala.


"Makanya tanyain langsung dong, biar tidak ada kesalahpahaman antara kamu dengan dia." Ucap Eka.


"Ya nanti aku tanyain sama Kak Fattan deh. Tapi kalau Kak Fattan bilang iya gimana dong?" Tanya Syiffa.


"Ya terserah keputusan kamu, mau melakukan apapun juga. Yang penting batin dan hatimu tidak tersiska karena ulah Suamimu. Ingat disini ada aku yang pasti bakal selalu ada dan menerima kamu." Ucap Eka sambil tersenyum dan menaikan dua alisnya.


"Ih So kecakepan lagi. Oya terima kasih ya Ka, sarannya dan juga makasih sudah menemaniku disini. Maaf tadi malah curhat." Ucap Syiffa.


"Iya tidak apa apa kok Syiffa. Santai sajalah." Ucap Eka.


"Karena hatiku sekarang sudah lega, aku mau pulang dulu sekarang dan kesiniin." Ucap Syiffa sambil menadahkan tangannya.


"Apaan?" Ucap Eka sambil melihat tangannya Syiffa seolah olah minta uang.


"Itu hanphone punyaku siniin." Ucap Syiffa sambil menatap handphone miliknya ditangan Eka.


"Oh iya, aku lupa Syiffa." Ucap Eka cengegesan dan sambil mengembalikan handphonenya.


"Huh dasaarr, ya sudah aku pulang duluan ya." Pamit Syiffa.


"Iya silahkan Syiffa." Jawab Eka.


Lalu Syiffa pun pergi meninggalkan Eka dan taman kota tersebut, kemudian berjalan menuju mobil untuk pulang ke rumah.


Sungguh lucu sekali itu orang. Dan sangat disayangkan sekali jika memang Fattan memiliki Wanita lagi disana, apa yang kurang dari Syiffa? Padahal dia begitu sempurna menurutku. Bahkan sangat beruntung Fattan memiliki Syiffa gerutu Eka pada diri sendiri lalu pergi dari tempat tersebut dan berjalan menuju teman temannya yang tadi kumpul ditempat lain.

__ADS_1


__ADS_2