
"Mbak gimana keadaan Ibu saya? Dia baik baik sajakan Mbak?" Tanya Syiffa saat sudah sampai disebuah ruangan.
"Ntahlah Syiff, Ibumu lagi ada diruangan ICU. Kamu yang sabar iya Syiffa, doakan saja semoga baik baik saja." Ucap Mbak Sri mengusap lembut punggung Syiffa.
"Iya Mbak." Ucap Syiffa dengan perasaan yang tidak menentu.
Kebetulan seorang Dokter yang menangani Ibu Nina pun keluar dari ruangannya. Dengan cepat Syiffa pun berjalan ke arah dokter.
"Dok gimana keadaan Ibu saya?" Tanya Syiffa merasa sangat cemas.
"Keadaan Ibu Anda sekarang sudah baik. Namun beliau mengalami koma." Ucap sang Dokter.
"A-apa koma Dok?" Tanya Syiffa.
"Iya." Ucap sang Dokter menganggukan kepala.
"Kira kira berapa lama iya Dok, Ibu saya akan mengalami koma?" Tanya Syiffa dengan polos dan mencoba menahan airmatanya agar tidak jatuh.
"Ntahlah saya juga tidak tahu. Doakan saja semoga secepatnya beliau sudah sadar dari komanya. Dan kamu harus kuat sabar iya." Ucap Drs. Vita.
"Iya Dok. Terima kasih iya Dok, sudah berusaha menangani Ibu saya dengan baik." Ucap Syiffa.
"Iya sama sama. Oya sekarang saya permisi, ada pekerjaan yang harus saya kerjakan disana." Ucap Drs. Vita.
"Iya Dok. Oya Dok bisakah saya sekarang menemui Ibu saya?" Tanya Syiffa.
"Tentu saja boleh. Nanti kalau ada apa apa kabarin saya iya Syiffa. " Ucap Drs. Vita.
"Iya Dok." Jawab Syiffa.
__ADS_1
"Ya sudah saya permisi." Ucap Drs. Vita. Lalu pergi meninggalkan ruangn tersebut.
Lalu Syiffa dan Mbak Sri pun berjalan menuju ruangan Bu Nina.
"Ibu, bangun Bu. Jangan lama lama iya Bu tidurnya Bu. Disini Syiffa sendirian loh Bu, syiffa rindu tawa dan canda Ibu." Ucap Syiffa sambil memegang tangan punggung Ibunya dan tak terasa airmatanya terjatuh.
"Yang sabar iya Nak. Disini kamu enggak sendiri kok Syiff , kan ada Mbak Sri yang pasti akan selalu menemanimu." Ucap Sri sambil memeluk Syiffa.
"Iya Mbak. Makasih iya Mbak. Dan makasih juga tadi sudah jagain Ibu." Ucap Syiffa.
"Iya Syiff. Kamu jangan sedih lagi iya Syiff, doakan saja semoga semuanya baik baik saja." Ucap Mbak Sri mencoba menenangkan Syiffa.
"Iya Mbak. Oya mbak sudah makan belum?" Tanya Syiffa.
"Belum Syiff, tadi Mbak tidak sempat makan karena melihat kondisi Ibumu tadi yang lagi darurat." Ucap Sri sambil cengengesan.
"Tidak apa apa kok Syiff. Lagian kamu kayak sama siapa saja deh. Sudah jangan dipikirin iya." Ucap Mbak Sri tersenyum.
"Oya lupa, tadi Syiffa sudah memesankan makanan Buat Mbak Sri nih." Ucap Syiffa sambil mengeluarkan makananya dari tas kerja.
"Kamu saja yang makan Syiff, biar nanti saja Mbak makannya." Ucap Mbak Sri.
"Syiffa sudah makan tadi diluar. Makanya Syiffa sengaja beli buat Mbak dibungkusin. Sudah lah Mbak nih makan saja Mbak." Ucap Syiffa sambil menyodorkan makanannya.
"Ya sudah kalau begitu Mbak makan deh, makasih iya Syiff." Ucap Mbak Sri.
"Iya sama sama Mbak." Ucap Syiffa.
Lalu Mbak Sri pun menikmati makan malamnya yang dikasih Syiffa. Dan Syiffa pun merasa bahagia melihat Mbak Sri yang rela menjaga Ibunya sampai lupa waktu makannya. Berarti Mbak Sri sangat sayang sama Ibunya pikir Syiffa .
__ADS_1
💕💕💕
Fattan pun kini memasuki rumahnya, dia tidak menghiraukan tamu yang berada dirumahnya. Dia pun pergi begitu saja ke dalam kamar tanpa menyapa orang yang berada ruangan tersebut.
"Sayang sini Nak? Loh kamu mau kemana?" Tanya Bu Angel saat Fattan melewati begitu saja tanpa menyapanya.
"Maaf iya Jeung, mungkin anak saya lagi kecapean, makanya dia pergi begitu saja hehe." Ucap Bu Angel cengengesan merasa malu.
"Iya tidak apa apa kok." Jawab Mamih Ratih.
Mungkin dia marah kali sama saya, karena sudah berbohong sama Syiffa dengan tidak mengenalnya. Tapi ini semua Aku lakukan demi keluargaku. Kamu tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi batin Nella.
"Oya bentar iya jeung, saya panggilkan anak saya dulu." Ucap Ibu Angel.
"Iya silahkan jeung." Ucap Mamih Rita.
Lalu Bu Angel pun berjalan ke menuju kamar Fattan. Karena pintunya tidak terkunci lalu dia masuk ke kamar Fattan begitu saja.
"Sayang kamu kenapa? Kok tadi Ibu panggil kamu, kenapa diam saja tidak menjawab pertanyaan Ibu?" Tanya Ibu Angel.
"Bu, Fattan cape mau istirahat Bu. Lagian ngapain sih Bu maen jodoh jodohkan saja, kayak Fattan tidak laku saja." Ucap Fattan dengan kesal.
"Bu-bukan begitu sayang. Lagian kan Ibu hanya ingin yang terbaik untukmu Nak." Ucap Bu Angel.
"Ibu bilang ingin yang terbaik untuk saya hah? Apa yang dikatakan Ibu salah, dia bukan yang terbaik untuk Fattan Bu." Ucap Fattan menatap Ibunya.
"Kamu jangan kurang ajar sama Ibu Fattan! Ibu tidak pernah mengajarkan kamu untuk bersikap seperti itu ." Geram Bu Angel.
Lalu Fattan pun hanya diam saja tidak menyahuti perkataan Ibunya
__ADS_1