
"Sssssttiiiiiitttttttt." Suara mobil berhenti seketika.
"Ahhhh..... Pak Fattan!" Teriak Syiffa sambil menangis.
"Ahhhhh..... Fattan!" Teriak Ariff secara bersamaan.
"Fattan kamu bener gila ya. Lihat kamu membawa anak orang sekaligus karyawanmu sendiri. Dia ketakutan karena ulahmu Fattan!" bentak Ariff.
"MAAF." Ucap Fattan sambil melihat Syiffa dalam spion mobil.
"Sudahlah pak, Saya mau turun aja disini pak. Saya enggak mau di anter lagi sama Bapak." Ucap Syiffa sambil membuka pintu mobil.
"Jangan Syiff ini sudah malam. Bahaya kalau kamu turun disini sendirian." Ucap Ariff sambil memegang lengan Syiffa.
"Saya enggak peduli pak, dari pada saya harus naik mobil merengut nyawa orang gimana pak? dia enggak peduli Pak sama keselamatan saya pak." Ucap Syiffa sambil terisak nangis.
"Maaf karena keegoisan saya kalian jadi korban nya. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Fattan penuh penyesalan.
"Kamu dengar kan Syiff, pak Fattan sudah minta maaf. Ayolah jangan menangis lagi." Ucap Ariff.
"Heem. " Ucap Syiffa sambil menganggukan kepala.
"Maka ya Ttan, jangan karena keegoisanmu kita jadi korban nya. Buatlah dia buat menyesal atas perbuatan nya." Ucap Ariff.
"Ya apa yang kamu katakan benar Riff. Tidak seharusnya saya melakukan tindakan hal bodoh seperti tadi, sungguh tidak lucu kalau dipikir pikir." Ucap Fattan sambil tersenyum sinis.
"Nah gitu dong Ttan." Ucap Ariff.
__ADS_1
Lalu Ariff membuka jas kerja nya.
"Nih pakai jas nya biar enggak kedinginan, lagian ini sudah larut malam." Ucap Ariff sambil memakai kan jas miliknya.
"Makasih Pak. " Ucap Syiffa.
Tanpa mereka sadari ada orang yang memperhatikan mereka.
"ehmzzz...Ya sudah saya anterin kamu sampai rumah." Ucap Fattan.
"Kira kira rumah kamu dimana Syiffa? Biar Pak Fattan anterin kamu sampai rumah." Ucap Ariff.
"Di jalan blok c no 24 pak." Ucap Syiffa.
Lalu Fattan pun kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan normal.
"Saya setuju banget apa yang di ucapkan kamu Ttan. Kamu harus semangat harus buktikan kamu bisa hidup tanpa dia, buatlah dia menyesal!" Ucap Ariff.
"Heem.." Ucap Fattan sambil menggangukan kepala.
-
1 jam kemudian.
"Dimana Riff rumah nya, disini kah rumahnya?" Tanya Fattan.
"Mana saya tau Ttan. Coba kamu tanyain sama Syiffa langsung." Suruh Ariff.
__ADS_1
"Ih... Ogah bangett. Kamu aja sendiri tanya sama dia!" Ucap Fattan.
"Yaeelah Ttan malah balik nyuruh, Ribet banget sich kamu. Jangan terlalu benci sama dia nanti jadi cinta lho." Goda Ariff.
"Tau ah.... Suka ngawur ya bicara seenaknya. Sory dia bukan selera saya!" Ucap Fattan.
"Yaelah... Se-... "
"Apa?" Ucap Fattan menatap tajam Ariff.
"Eh enggak apa apa kok Ttan. Ya sudah bentar saya bangunin dulu Syiffa." Ucap Ariff.
"Syiff bangun... Syiffa bangun.... Sudah nyampai!" ucap Ariff.
"Hoamm... Eh maaf pak, sudah nyampai ya pak?" Tanya Syiffa yang sudah bangun.
"Sudah tapi enggak tau rumah kamu yang mana?" Ucap Ariff.
"Oh... Itu tuh rumah saya pak yang banyak orang." Ucap Syiffa sambil menunjuk rumahnya.
"Oh... Itu ya. Tapi kok banyak orang, lagi ada acara apa Syiff?" Tanya Ariff.
"Maksud nya banyak orang? Lho kenapa saya baru sadar kalo di rumah banyak orang, Ada apa ya?" Ucap Syiffa dengan bingung.
"Masa yang punya rumah enggak tau sih. Jangan jangan cuma ngaku ngaku rumahnya!" ucap Fattan dengan sinis.
"Eh pak kalo bicara tuh dijaga. Nyebelin bangett Bapak ini jadi orang, mentang mentang bapak atasan saya seenak nya aja." ucap Syiffa sambil membuka pintu mobil.
__ADS_1
"Syiffa...." Teriak Bi Ina sambil berjalan mendekati Syiffa.