Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
eps.35


__ADS_3

"Huh geer banget dia bakal nembak kamu, lagi pula enggak semua nya gitu kali Syiff. Gimana kita nya saja, kalo kita pacaran terus putus, ada yang masih jadi temenan bahkan jadi adik atau kakak kalau sudah putus." Jadi tetap jaga silahtuhrahmi. jadi kesimpulannya gimana kita nya saja yang menjalaninya Syiff lirih Angga.


"Lagi pula siapa yang geer lagi, dan lagi pula saya enggak berharap di tembak sama dia."


"Mati dong kalo di tembak?" lirih Angga.


"Ihh pak angga mah! Oh, jadi gitu ya pak." lirih Syiffa.


"Iya begitulah Syiff, jadi gimana kita nya. Mau memilih musuhan? Atau tetap jaga silahtuhrahmi." Lirih Angga.


"Ya tetap jaga silahtuhrami lah pak, tapi mending ogah ah pacaran mending aja langsung nikah tanpa pacaran dulu." lirih Syiffa.


"Tapi enggak semudah itu kali syiff main nikah saja, harus tau dulu dong sikap dan karakteristik masing masing. Jadi biar pas sudah nikah tau kelakuan dan sikap pasangan kita masing masing. Pahamkan?" Lirih Angga.


"Iya saya paham pak bos." lirih Syiffa sambil tersenyum.


"Ya sudah lebih semangat kerja nya Syiff, saya mau kesana dulu lihat barang cek kan yang lain." lirih Angga sambil senyum.


"Iya pak" jawab Syiffa.

__ADS_1


Di tempat lain.


Seseorang sedang duduk di kursi kebesaran dan kekuasaan nya dan sedang berfokus pada laptop nya.


"Ck, jadi dia pelaku nya?" Punya nyali besar juga dia?" Sekarang juga saya harus selesaikan masalah ini dan secepatnya orang itu saya pecat. dan kau tahu kau berhadapan sama siapa? Dan kau juga akan di penjarakan atas kalakuan mu!! Lirih Fattan penuh amarah dan kesal.


Tok.. tok.. tok... Permisi pak diluar ada pak Arya kata nya mau bertemu dengan bapak lirih Poni sang sekretaris.


"Suruh dia masuk!" perintah Fattan.


Baik pak, kalo begitu saya permisi pak.


Baik, makasih Bu Poni lirih arya sambil berlalu berjalan menuju ruangan.


"Maaf ada apa ya bapak memanggil saya kesini?" Tanya Arya menatap punggung sang direktur yang membelakangi nya.


"Kamu bilang ada apa? Enak sekali hidup kamu kerja disini, Tanpa ada pikirin merasa bersalah!" Bentak sang Direktur.


Deg

__ADS_1


"Ma-maksud nya apa ya pak? Maaf kalau saya sudah lancang bicara!" lirih Arya dengan nada bicara kaku.


"Coba kamu ingat lagi, apa kesalahan kamu?" Lirih Fattan dengan memutarkan kursi kebesaran nya menghadap Arya.


"Fa- Fattan?" Nga-ngapain ada disini?


"Seperti yang kamu lihat aku lagi apa?" lirih Fattan dengan menatap sinis.


"Kau jangan belagu Fattan, ini ruangan direktur Pak Anwar adijaya. Jadi ngapain disini, cepat keluar jangan cari masalah disini!" Bentak Arya.


"Terserah saya, itu hak saya. . Tapi yang harus keluar itu kamu!" Dan kamu (sambil menunjuk tangan ) tidak pantas kerja disini!!! Bentak Fattan tidak mau kalah.


"Kurang ajar banget ya kamu! Kamu punya hak apa disini? Emang nya kamu pikir siapa? Dengan seenaknya memperlakukan saya seperti itu!" bentak Arya sambil memegang baju kerah Fattan.


"Kamu belum tau siapa saya? Hahaha


saya adalah Fattan adijaya putra dari Anwar adijaya dan Angel adijaya." sambil menatap tajam dan menghepaskan baju kerah dari tangan Arya.


Deg.

__ADS_1


Jantung Arya terasa lemas seketika tak berdaya, tangan nya gemetaran. Tapi dia sekuat tenaga harus bangkit dan tidak boleh terlihat lemah.


__ADS_2