
"Selamat iya Pak Fattan, saya bangga dengan prestasi yang kamu miliki. Masih muda tapi mampu membuat perusahaan berkembang pesat dan maju." Ucap Rendy sambil mengulurkan jabatan tangannya.
Lalu Fattan pun membalas uluran jabatan Rendy.
"Iya sama sama Pak Rendy. Tapi Pak Rendy juga sama hebatnya Kok." Ucap Fattan.
"Tapi saya tidak sehebat Pak Fattan, pokoknya kamu is the best." Ucap Rendy.
"Jangan berlebihan memuji saya Pak Rendy, nanti hidung saya bisa terbang." hahaha... Ucap Fattan sambil tertawa.
Lalu Ariff dan Fattan pun ikut tertawa bersama.
"Oya sekarang sudah mau jam istirahat, gimana kalau kita makan bersama di restoran?" Ajak Rendy.
" Boleh juga tuh, ya sudah mari kita berangkat." Ucap Fattan.
Lalu mereka pun pergi meninggalkan ruangan meeting, dan berjalan untuk menuju ke restoran.
Ditempat lain,
__ADS_1
"Gimana ini? belum beres pekerjaannya, Pasti bentar lagi Pak Fattan sudah beres meetingnya dan segera akan datang kesini, bakal kena marah saya karena pekerjaannya belum selesai. Aduh gimana dong?" gerutu Syiffa.
Sudah Syiffa tenangkan diri kamu sendiri, enggak usah panik begitu. Lagian masa bodoh deh Pak Fattan mau marah juga, emangnya gampang apa mengerjakannya. Lagi pula segala sesuatu kan harus di kerjakan dengan sungguh sungguh jangan main asal mengerjakan saja, bisa hancur hasilnya huh ucap Syiffa mencoba menenangkan diri sendiri
Treng... Treng... Treng...
Bel pun berbunyi tanda istirahat pun tiba.
Akhirnya istirahat juga, mana lapar banget nih. Masa bodoh deh ini pekerjaan belum beres juga, yang penting sekarang isi perut dulu Bye..
Lalu Syiffa pun pergi meninggalkan ruangannya dan berniat untuk pergi ke kantin.
Ceklek.. Suara pintu terbuka, lalu di tutup kembali. Namun ketika mau berbalik badan tidak sengaja berpas pasan dengan seseorang yang tidak sengaja jalan lewat ruangan Syiffa. Lalu mata mereka saling bertemu satu sama lain. Maka terjadilah ala film film gitu,
" Ehmzzz... " Suara deheman Fattan menyadarkan mereka.
"Kayaknya ada yang cemburu nih?" Goda Ariff sambil berbisik ke telinga Fattan.
"Ck, jaga mulutmu kalau bicara!" Ucap Fattan.
__ADS_1
"Eh Pak Rendy ada disini juga?" Tanya Syiffa.
"Iya Syiff, tadi habis ada meeting disini. Oya kamu mau kemana?" Tanya Rendy.
"Saya mau ke kantin Pak, mau makan disana sama teman saya Pak." Jawab Syiffa.
"Gimana kalau kamu bareng makan saja sama kita?" Ajak Rendy.
"Gimana iya Pak, mending Syiffa makan saja di kantin sama teman teman saja Pak, lagian enggak enak harus gabung bersama para Pimpinan perusahaan." Ucap Syiffa.
"Sudah ikut saja sama kita, jangan merasa sungkan." Ucap Rendy.
"Tidak usah Pak, terima kasih atas ajakannya." Ucap Syiffa sekilas menatap Pak Fattan yang Cuek dan tidak mengajaknya juga. Padahal dari hatinya dia berharap Pak Fattan mengajaknya.
"Pak Fattan gimana boleh kan, dia gabung sama kita?" Tanya Rendy seolah olah tahu apa yang ada dipikiran Syiffa.
" Oh, te-tentu saja boleh kok, kenapa tidak. Sudah ikut sajalah Syiffa makan bareng bersama kita." Ucap Fattan.
"Enggak ah Pak." Tolak Syiffa.
__ADS_1
"Sudah ayo ikut bersama kita, enggak baik loh menolak ajakan kita buat makan kan itu rezeki." Ucap Rendy sambil menarik dan mengandeng lengan Syiffa. Lalu Syiffa pun terpaksa harus mengikutinya.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang terbakar api cemburu, dan perasaan tidak terima wanitanya dimiliki orang lain dan dengan mengepalkan kedua tangannya.