
"Maksud kamu apaan, berbicara begitu hah? Kamu kalau bicara jangan seenaknya ya Eka!! Lagian siapa yang sudah menyakiti hati dia hah?" Ucap Fattan sambil mencengkram baju milik Eka.
"Kamu itu pura pura bodoh atau pura pura jadi orang bego hah?" ucap Eka sambil menatap sinis Fattan.
"Kurang ajar kamu, Eka! Kalau bicara itu dijaga!!" Bentak Fattan kemudian memukul bibir milik Eka
Buggkk... Suara pukulan mendarat mengenai bibir bawah Eka.
"Apa yang sudah kamu lakukan sama Saya, Fattan Adijaya hah?" Ucap Eka merasa marah dan kesal. kemudian membalas pukulan Fattan.
Buggkk... Eka memukul bibir bawah milik Fattan.
"Lagian Saya yang harusnya bertanya sama kamu Eka Pratama!! Apa yang sudah kamu lakukan terhadap Istriku hah, sehingga dia membuat menangis hah?" Ucap Fattan sambil menatap tajam Eka dan masih mencengkram baju Eka.
"Seharusnya Saya yang berkata begitu Fattan Adijaya!! Kenapa kamu menyakiti Istrimu dan mempermainkan perasaan Istrimu. Kamu seenaknya bermain dengan wanita lain dibelakang Istrimu Fattan Adijaya." Ucap Eka sambil menghempaskan tangan Fattan yang mencengkramnya dirinya dengan kasar.
"Kamu jangan menuduhku sembarang Eka Pratama. Oh, aku tahu kamu pasti sengaja memanas manasi Syiffa kan supaya membenciku hah? Kamu masih dendam sama saya karena masa lalu kita iya hah?" Ucap Fattan sambil menatap tajam Eka.
Stoop berhenti kalian untuk berkelahi!! Ucap Syiffa sambil menatap Fattan dan Eka dan memisahkannya.
"Lagian apa yang dikatakan oleh Eka benar, kamu telah menyakiti hati Saya. Dan kamu tega banget bermain dibelakang Saya dengan wanita lain Fattan!!" Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.
"Maksud kamu apa berbicara begitu Sayang. Emangnya siapa yang sudah bermain di belakang kamu hah?" Ucap Fattan sambil menatap Istrinya.
"Sudahlah Kak, apa salahnya jujur saja Kak. Jangan pura pura tidak tahu dan berbohong Kak." Ucap Syiffa sambil menatap Syiffa.
"Maksud kamu, berpura pura apa Syiffa? Dan siapa yang berbohong sama kamu? Dan kenapa kamu malah menuduhku mempunyai wanita lain hah?" Ucap Fattan dengan beberapa pertanyaan.
"Sudahlah Fattan, apa salahnya berkata jujur saja sama Istrimu itu." Ucap Eka.
"Diam kamu Eka!! Saya minta sekarang kamu pergi dari sini. Dan tinggalkan kita berdua!!" Ucap Fattan sambil menatap Eka.
"Saya tidak akan meninggalkan Syiffa begitu saja!!" Ucap Eka membalas tatapan Fattan.
"Saya bilang, kamu tinggalkan kita berdua Eka!!" Bentak Fattan dengan penuh emosi.
"Sudahlah Eka, tolong tinggalkan kita berdua. Dan kamu enggak usah khawatirkan aku, Eka!!" Ucap Syiffa sambil menatap Eka.
"Oke, baiklah kalau begitu Syiffa. Dan ingat Fattan, jika terjadi sesuatu terhadap Syiffa maka Saya akan melakukan sesuatu yang lebih menyakitkan." Ucap Eka sambil belalu pergi.
__ADS_1
Namun Fattan pun tidak membalas perkataan Eka dan kini lebih serius menatap Istrinya.
"Kamu bilang tadi, saya bermain dibelakangmu? Emangnya kamu punya bukti hah?" Ucap Fattan sambil menatap Istrinya.
"Emang, Saya tidak mempunyai bukti. Tapi saya tahu betul kalau kamu emang bermain di belakangku bersama mantanmu itu, Laraskan?" Ucap Syiffa sambil menatap tajam.
Deg.. jantung Fattan pun seolah olah berhenti seketika. Dan merasa tidak percaya dari mana Syiffa tahu kalau dirinya selalu bersama Laras.
"Kamu tahu dari siapa, tentang semua itu?" Ucap Fattan.
"Kamu tidak perlu tahu, saya tahu dari siapa Kak Fattan. Jadi ternyata kamu benar selama disana kamu menghabiskan waktunya bersama Laras iya hah? Dan lihatlah ini." Ucap Syiffa sambil meneteskan airmatanya yang dari tadi mulai memanas dan memberikan handphonenya milik dirinya.
"Maksudnya apa kamu memberikan handphonemu?" Ucap Fattan merasa tidak mengerti.
"Lihat saja sendiri." Ucap Syiffa.
Lalu Fattan membuka hanphone milik Syiffa dan betapa terkejutnya saat mengetahui semua poto dirinya dengan Laras.
"Kamu dapat poto ini dari siapa hah?" Tanya Fattan.
"Saya enggak tahu, siapa yang mengirim poto tersebut Kak. Jadi benar selama ini Kakak disana selalu berdua dengan Kak Laras iya Kak hah hiks.. hiks?" Ucap Syiffa sambil terisak menangis.
"Kamu dengerin Saya dulu Syiffa. Ini semua salah paham Syiffa." Ucap Fattan mencoba sambil mengusap airmatanya.
"Sayang, kamu dengarkan dulu itu semua salah paham, tidak seperti kamu pikirakan Syiffa." Ucap Fattan sambil menahan lengan Syiffa yang kini akan pergi.
"Sudah cukup Kak. Semuanya sudah cukup. Saya tidak mau mendengar penjelasan apapun lagi Kak!!" Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.
"Asal kamu tahu Syiffa, Saya sengaja menemani Laras bukan berarti Saya memiliki hubungan dengan dia. Tapi saya hanya memberikan semangat kepada Laras untuk bisa sembuh." Ucap Fattan berusaha menjelaskan semuanya.
"Itu cuma alasan Kakak saja kan hah? Supaya Saya tidak tertipu dan kamu aman dan bebas dengan Laraskan?" Ucap Syiffa menatap tajam Fattan.
"Kamu harus gimana lagi menjelaskannya sama kamu. Kamu tahu tidak, kalau Laras memiliki penyakit kanker otak!!" Ucap Fattan.
"A-apa kanker otak?" Ucap Syiffa merasa tidak percaya.
"Iya Sayang. Laras mempunyai kanker otak. Itulah alasannya kenapa saya selalu menemani dia, karena hanya ingin memberikan semangat terhadap Laras dan mempunyai niat untuk sembuh." Ucap Fattan menjelaskan kembali.
"Tapi kenapa harus Kakak yang menyemangati dia, dan bukan orang lain kak." Syiffa yang kini merasa lelah dan duduk dikursi papan yang ada di kampus tersebut.
__ADS_1
"Ya kamu tahu sendiri, kalau Saya orang yang mungkin Laras inginkan. Dan saya baru sadar tenyata dia memanfaatkan kedekatan Saya dan Laras hanya untuk membuat hubungan kita hancur." Ucap Fattan merasa geram dan murka apa yang telah dilakukan oleh Laras.
"Sudahlah Kak, apa salahnya juga Kak Fattan balik lagi saja sama Laras." Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.
"Itu tidak akan terjadi Sayang. Laras itu cuma masa lalu Sayang. Dan saya ingin menikmati masa depan bersama kamu sayang." Ucap Fattan sambil menatap kembali Istrinya.
"Tapi Kak Fattan tidak bohongkan, kalau Kak Fattan sama Kak Laras tidak memiliki hubungankan?" Tanya Syiffa.
"Tentu saja Sayang, saya dan Laras tidak ada hubungan apa apa. Kakak cuma hanya ingin memyemangati Laras saja supaya dia punya tekad untuk sembuh." Ucap Fattan sambil merangkul pundak Istrinya.
"Oke, baiklah jika kebenarannya seperti itu." Ucap Syiffa.
"Iya sayang. Makannya kalau ada apa apa jangan langsung main emosi dan curiga. Coba langsung tanya sama Suami sendiri, biar tidak salah paham sayang." Ucap Fattan.
"Iya habisnya enggak emosi gimana coba, itu orang ngirim poto mulu. Dan Syiffa pun tidak tahu, maksudnya apaan orang itu mengirim poto Kak sama Laras. Kan emosi Saya tuh Kak." Ucap Syiffa sambil cemberut.
"Kakak juga jadi curiga, pasti Laras menyuruh orang untuk memotret Kakak saat bersama Laras supaya rumah tangga kita hancur dan membuat kita saling membenci dan bertengkar seperti ini." Ucap Fattan.
"Iya saya sependapat dengan Kakak. Tega banget ya kak Laras melakukan ini kepada kita." Ucap Syiffa.
"Sudahlah sayang, sekarang jangan dipikirin ya. Mungkin dia merasa iri dan Syirik karena kamu memiliki Suami yang tampan dan kaya." Ucap Fattan.
"Iss... kepedean sekali Kak Fattan ini." Gerutu Syiffa menatap sebal Suaminya.
"Lagain emang benarkan sayang? Mana mungkin dia tidak mengejarku kalau Saya tidak tampan dan kaya kan hehe." Ucap Fattan cengengesan.
"Ya terserah Kakak saja deh." Ucap Syiffa.
"Sekarang tidak marah lagikan sama Saya?" Tanya Fattan.
"Tidak kok Kak. Ternyata Suamiku ini emang benar setia ya dan tidak seperti yang Saya pikirkan." Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.
"Ya pastilah Sayang, Suamimu ini pasti setia sama orang yang sangat Kakak sayangi dan cintai." Ucap Fattan sambil mengusap lembut pucuk rambut Istrinya.
"Terima kasih Suamiku." Ucap Syiffa sambil memeluk Suaminya.
"Iya sayang." Ucap Fattan sambil memcium pucuk rambut Istrinya.
"Ya sudah yuk kita pulang Kak." Ajak Syiffa sambil menguraikan pelukannya.
__ADS_1
"Siap sayang, ayo kita jalan ucap Fattan.
Lalu mereka pun berdiri dan berjalan menuju mobil milik Suaminya. Dan pergi meninggalkan kampus tersebut.