
1 jam lebih sudah perjalanan menuju rumah Syiffa dari cafe exotis.
"Akhirnya nyampai rumah juga, gerah banget nih." ucap Syiffa berjalan menuju rumah.
"Eh anak ibu sudah pulang? Tumben jam segini sudah pulang?" Tanya Bu Nina yang sedang berada di ruang tamu.
"Iya sudah Bu, kebetulan hari ini enggak kerja kok Bu!" Jawab Syiffa.
"Maksud nya kamu bolos kerja nya gitu?" Tanya Bu Nina.
"Enggak bolos kok Bu, maksudnya kan hari ini ada acara pergantian jabatan pimpinan yang diserahkan kepada anaknya bu jadi pemilik perusahaan itu menyerahkan semua jabatan dan tanggung jawab pada anaknya bu, jadi enggak hari ini. Akan kerja lagi besok seperti biasa!" jawab Syiffa.
"Oh... Begitu ya Nak, kirain Ibu kamu bolos kerja." ucap Bu Nina.
"Ya enggak mungkin lah syiffa bolos kerja Bu, demi Ibu Syiffa akan selalu semangat Bu, karena Ibu satu satunya orang tua yang Syiffa punya sekarang setelah kepergian Bapak, Syiffa sangatt sayang Ibu." ucap Syiffa sambil memeluk Ibu.
"Makasih yah Nak, sudah sayang sama Ibu dan sudah mencari nafkah buat ibu." ucap Bu Nina membalas pelukan Syiffa.
"Itu sudah tugas Syiffa Bu sebagai anak, Ibu sudah terlalu banyak berjasa buat Syiffa, tapi yang syiffa lakukan sekarang tidak setimpal apa yang ibu berikan sama syiffa, maafkan syiffa ya bu belum bisa membahagiakan ibu." ucap Syiffa sambil menitiskan air mata.
__ADS_1
"Ssttt... Jangan bicara gitu Nak, kan Ibu sudah bilang sama kamu, cukup jadi anak yang baik dan berbakti itu sudah cukup buat Ibu Nak." ucap Ibu Nina sambil mengusap air mata Syiffa yang jatuh.
"Makasih ya Bu, oya Bu Syiffa ke kamar dulu mau mandi gerah banget nih Bu!" ucap Syiffa.
"Ya sudah sana mandi dulu nak!" ucap Ibu Nina.
Lalu Syiffa pun pergi meninggalkan Ibu Nina menuju kamarnya.
Di tempat lain.
"Bentar Lagi kan mantanmu si Laras akan menikah sama si Rio. Kamu yakin mau hadir ke acara pernikahannya?" Tanya Ariff.
"Ta-tapi Tan mending kamu jangan datang ke acara nikahan mantan kamu dech." ucap Ariff.
"Emang nya kenapa kalau aku datang ke acara pernikahan dia?" Tanya Fattan.
"I-iya enggak kenapa napa sich cuma.."
"Aku tau apa yang dipikiran kamu Riff, tenang ajalah Riff aku enggak bakal bikin keributan disana kok, aku cuma mau balas dendam aja dan membuat dia menyesal telah menghianatiku, aku akan pastikan aku sudah move on dari dia!" ucap Fattan.
__ADS_1
"Really? Baguslah Ttan kalau begitu!" puji Ariff.
"Heem.." ucap Fattan.
"Terus kamu datang sendiri ke acara pernikahan si Larasnya?" Tanya Ariff.
"Tidak, tapi aku pergi bersama seseorang!" jawab Fattan.
"Whatt? Enggak salah dengarkan aku? Wah hebat bener kamu ttan sudah bisa move on dari si Laras dan sekarang kamu sudah punya kekasih lagi, benar benar hebat!" ucap Ariff.
"Kalo boleh tau siapa sich orangnya?" Tanya Ariff.
Tanpa ada jawaban. Fattan menatap tajam Ariff.
"Kenapa ka-kamu menatap aku seperti itu? Aku kan hanya ingin bertanya dan pingin tau aja Ttan?" Ucap Ariff.
"Dia adalah Syiffa!" Ucap Fattan.
"Whatt? Syi-syiffa?" Ucap Ariff dengan gugup karena merasa terkejut.
__ADS_1