
"Laras?" Tanya Fattan merasa tidak percaya. Lalu melepaskan tangan Laras yang melingkar dipinggang Fattan.
"Fattan hiks.. hiks.." ucap Laras sambil menangis.
"Kamu kenapa menangis Laras?" Tanya Fattan .
"Rio suamiku Tan... hiks ..hiks.. " ucap Laras sambil menangis lalu memeluk Fattan dan sengaja menggantung ucapannya.
"Emangnya suami kamu kenapa Laras?" Tanya Fattan sambil menguraikan pelukannya lalu menatap Laras.
"Dia selingkuh Tan. Dan kamu tahu Tan dia tepat di depanku melakukan sifat yang tidak senonoh," ucap Laras memeluk Fattan kembali.
"Apa? Yang benar saja Laras suamimu melakukan hal seperti itu hah?" Tanya Fattan.
"Iya Tan," jawab Laras sambil menganggukan kepala.
"Ya ampun suamimu itu benar benar keterlaluan banget ya Laras. Dia berani melukai seseorang yang berharga bagiku dan seseorang yang saya cintai dan sayangi," ucap Fattan sambil membalas pelukan Laras.
"Maka untuk itulah Tan, aku datang kesini untuk menemuimu agar bisa menceritakan apa yang terjadi pada diriku sebenarnya. Dan biar aku bisa lega kalau sudah mengatakan semuanya. Jadi tidak ada beban pikiran yang menggangguku Tan." Ucap Laras lalu menguraikan pelukannya.
"Kamu yang sabar ya Laras. Jangan bersedih lagi seperti itu." Ucap Fattan sambil mengusap airmata Laras.
"Iya Tan," jawab Laras sambil menganggukan kepala.
Inilah sebenarnya kelemahan Fattan. Dia orang paling sensitif dan tidak tegaan kalau melihat seorang wanita menangis karena tersakiti. Apalagi Laras adalah mantan kekasihnya Fattan yang dulu dicintai dan disayangi.
Deg.
Kini tanpa mereka ketahui dan sadari ternyata ada orang yang mendengar ucapan mereka. Dan sudah dari tadi Syiffa berada di balik pintu. Syiffa merasa tidak percaya apa yang dikatakan Fattan pada mantan kekasihnya itu. Dia merasa kecewa sama Fattan sekaligus calon suaminya itu mengatakan kalau Laras orang yang paling dicintai dan disayangi. Lalu bagaimana dengan Syiffa? Apakah dia hanya menganggap dirinya sebagai perlampiasan saja dan pura pura mencintainya? Begitulah pikiran Syiffa yang kini berkecambuk di dipikirannya. Lalu Syiffa pun lebih memilih menuju westafle lagi dengan mata yang memerah karena mencoba airmatanya matanya agar tidak terajatuh.
"Kamu benar benar jahat Kak. Kamu tega jadikan aku pelampiasanmu. Dan ternyata apa yang dikatakan Kakak itu bohong kalau aku orang yang sangat di cintai dan disayangi itu tidak benarkan? Benar benar kamu pembohong Kak. Aku benci kamu Kak. Aku benci Kak hiks.. hiks.. " Syiffa yang kini sedang menangis diwestafle. Airmata yang dia tadi tahan akhirnya keluar juga dan berjatuhan mengenai wajah cantik Syiffa.
Sudahlah Syiff, kamu jangan cengeng begitu. Jangan karena pria brengsek itu kamu jadi lemah dan menangisi pria itu. Lagian masih banyak pria yang setia dan serius sama kamu kok Syiff. Dan kamu tahu Fattan inilah alasan aku belum siap untuk berpacaran. Ternyata sakit hati banget yang saya terima melihat kamu dengan mantan pacarmu," gerutu Syiffa sambil menatap cermin lalu mengusap airmatanya.
Sudahlah lagian saya harus terima kenyataan ini dan saya tidak boleh lagi dibodohi sama pria brengsek itu." Gerutu Syiffa lalu pergi dari westafle dan berjalan menuju ruangan kerjanya kembali.
"Terima kasih Tan, kamu selalu masih mencintaiku dan menyayangiku sampai saat ini Tan," ucap Laras sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kamu.... " ucapan Fattan terhenti saat seseorang masuk ke dalam ruangannya.
"Oya Pak Fattan, maaf hari ini ada jadwal rapat. Dan setelah itu ada pertemuan diluar bersama klien," ucap Ariff sambil menatap Fattan.
"Oke baiklah kalau begitu Rif," jawab Fattan.
"Iya Pak Fattan. Loh ternyata ada Laras juga disini?" Tanya Ariff sambil menatap Laras.
"Iya, " Ucap Laras sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu ayo kita pergi keruangan rapat. Setelah itu kita bertemu dengan Klien," ucap Fattan.
"Tapi bagaimana dengan Syiffa?" Tanya Ariff.
"Sudah tidak apa apa, kan ada pengganti nya kamu. Lagian kasihan Syiffa dia kelihatan begitu lelah akibat acara kemarin." Ucap Fattan
"Benarkah itu?" Tanya Ariff sambil menaikan satu alisnya.
"Ya Riff." Jawab Fattan.
"Baiklah kalau begitu," ucap Ariff.
"Ya tidak apa apa kok Laras." Ucap Fattan.
Lalu Laras pun pergi meninggalkan Fattan dan Ariff. Dan kini Ariff dan Fattan pun berjalan menuju ruangan rapat. Lalu tiba tiba Syiffa pun masuk ke dalam ruangan kerjanya.
Loh mereka pada kemana ya? Dia sama sama berdua tidak ada. Mungkinkah dia pergi bersama? Gerutu Syiffa pada diri sendiri dan merasa kecewa. Lalu Syiffa pun memilih untuk fokus mengerjakan tugas pekerjaannya dari pada berpikiran yang aneh aneh.
Akhirnya beres juga. Waktunya Istirahat makan siang. Oya kenapa dari tadi mereka belum pulang ya? Lagian mereka pergi kemana sih? Enak banget ya mereka tanpa memperdulikan aku yang disini terluka. Aku benci kamu Fattan. Sangat benci." Teriak Syiffa tidak terasa airmatanya terjatuh.
Lalu Syiffa pun mengusap airmatanya, dan langsung berjalan menuju kantin untuk makan siang.
"Selamat siang cantik? Tumben banget makan dikantin," jawab Nurul sambil membawa napan makanan dan duduk disebelah Syiffa.
"Loh emang saya dari dulu juga suka makan di kantin kok Nur, " jawab Syiffa.
"Iya kan dulu. Tapi waktu kamu jadi sekretaris calon suamimu tuh kan tidak pernah makan dikantin. Kan baru sekarang makan dikantin lagi." Gerutu Nurul sambil menatap Syiffa.
__ADS_1
"Lagian terserah aku deh mau makan dimana juga," jawab Syiffa.
"Oya ngomong ngomong kamu ada masalah ya?" Tanya Nurul.
"Ka-kata siapa hah? Enggak kok Nurul. Ngacoo kalau bicara." Ucap Syiffa. Dia memilih untuk tidak curhat sama sahabatnya dan lebih memilih merahasiakan masalahnya.
"Habisnya sih lihat kamu dari tadi cuma mengaduk ngaduk makanan, di lihat begitu saja bukannya dimakan," ucap Nurul.
"Lagi enggak selera makan nih Nurul. Lagi malas makannya." Ucap Syiffa sambil mengaduk ngaduk makanannya.
"Kamu tuh jangan egois deh Syiff, sudah makan saja walaupun sedikit. Isi tuh perut kamu." Ucap Nurul.
"Iya deh bawel," ucap Syiffa lalu terpaksa harus memakan makanannya.
"Oya Nurul, aku mau nanya nih sama kamu. Apa yang harus kita lakukan saat melihat seseorang yang kita cintai atau pasangan kita malah berpelukan dengan mantan pacarnya?" Tanya Syiffa.
"Kalau aku pribadi nih, langsung putusin saja tuh cowok. Enak banget ya sini mau, situ mau enggak berahlaq banget Syiff. Sudah jelas sudah memiliki kekasih malah berpelukan dan main api dengan mantannya. Aku sekalian saja tuh bunuh cowoknya sama ceweknya kurang ajar banget Syiff," ucap Nurul.
Lalu Syiffa pun hanya menelan salivanya sendiri dengan mendengar perkataan dari sahabatnya
"Oh jadi begitu ya Nurul yang akan kamu lakukan?" Tanya Syiffa pada Nurul.
"Ya tentu sajalah Syiff, lagian mana ada sih Syiffa cewek yang mau di duain seperti itu." Gerutu Nurul.
"Emang benar juga sih Nurul," ucap Syiffa sambil tersenyum.
"Oya kenapa tiba tiba kamu bertanya seperti itu Syiff?" Tanya Nurul pada Syiffa dan mulai curiga.
"Pingin tanya saja kok Nurul. Lagian tadi habis nonton diyoutobe ada cowok seperti itu. Kan miris banget Nurul." Ucap Syiffa berbohong.
"Makannya jangan nonton yang begituan deh Syiff, lagian aku yakin Pak Fattan orangnya setia sama kamu kok. Bisa dilihat waktu di pulau kemarin dia kelihatan begitu mencintai kamu Syiff," ucap Nurul.
"Oya begitu kah?" Tanya Syiffa.
"Iya Syiffa," jawab Nurul.
Kamu belum tahu ya Nurul sebenarnya apa yang terjadi tadi pagi. Sebenarnya aku menceritakan yang aku alami tadi pagi. Maaf aku belum siap untuk menceritakan semua ini Nurul. Biar kan saja aku menahan sakit hati yang ku alami saat ini. Batin Syiffa.
__ADS_1
Bell pun berbunyi, tanda seluruh karyawan dan karyawati untuk bekerja kembali. Lalu Syiff dan Nurul pun kembali ke tempat kerjanya masing masing.