Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.231


__ADS_3

"Kak Fattan, Syiffa lapar nih pingin makan," rengek Syiffa terhadap suaminya.


"Ya sudah, sekarang kita duduk dan kamu mau pesan apa sayang?" Tanya Fattan kepada istrinya yang kini sedang duduk ditempat sebuah cafe.


"Apa saja deh kak, yang penting enak dan makanannya pesan yang banyak ya kak." Ucap Syiffa sambil menatap suaminya.


"Iya sayang, siap gemoyku. Tuh lihat sekarang kelihatan agak berisi tuh tubuhmu." Ucap Fattan.


"Biarin saja kak, kan ini pertanda asupan gizi baik dan juga bagus buat baby kita." Ucap Syiffa.


"Iyakah begitu?" Tanya Fattan.


"Heem." Jawab Syiffa.


"Oya, saya sebelumnya  mau ngucapin selamat kepada adikku sayang, sekarang akan menjadi calon Ibu dan kamu juga Tan akan menjadi seorang Ayah." Ucap Rendy.


"Iya terima kasih kakakku." Jawab Syiffa sambil merangkul pundak Rendy.


"Sayang, itu apa itu tanganmu, kondisikan sayang tanganmu. Enak saja sekarang maen rangkul. Kamu mau jadi wanita genit ya hah?" Tanya Fattan terhadap istrinya.


"Iss kak Fattan, kalau bicara sembarangan ya. Lagian kita jadi adik kakak nih, jadi wajarlah saling rangkul juga," ucap Syiffa.


"Pokoknya tidak boleh sayang." Ucap Fattan.


"Tapi-" ucapan Syiffa terputus saat seorang wanita cantik mengahamprinya.


"Hei sayang, sudah lamakah menunggu disini?" Tanya wanita tersebut disambut pelukan oleh Rendy.


"Tentu saja sayang, aku disini menunggumu sudah lama. Dan kenapa kamu lama sekali datang kesininya?" Tanya Rendy saat menatap calon istrinya.


"Maaf sayang, tadi mobilku tiba tiba mogok begitu saja. Dan aku pun kesini naik taksi online." Ucap Pelita sambil melepaskan pelukannya.


"Ck, apa apaan mereka? Maksudnya apa mereka bermesra mesraan dihadapan kita? Sungguh menjinjikan sekali." Gerutu Fattan sambil menatap Rendy dan Pelita.


"Huss.. kak Fattan, bicara apaan sih. Kalau bicara tuh dijaga kak, ngomong sembarangan saja. Sungguh memalukan punya suami." Gerutu Syiffa.


"Loh, kenapa saya yang menjadi dimarahin. Seharusnya dia tuh yang kamu marahin." Fattan sambil menatap Istrinya.


"Emangnya mereka salah apa kak hah? Syiffa marah sama kak Fattan, karena kak Fattan berbicara sembarangan." Ucap Syiffa.


"Kenapa sekarang punya istri serba salah mulu sih. Apapun yang saya lakukan, selalu salah dimata dia." Gerutu Fattan pada diri sendiri.


"Oya sayang, kenalkan dia Syiffa dan dia Suaminya namanya Fattan." Rendy memperkenalkan kekasihnya kepada Syiffa dan Fattan.


"Hei namaku Pelita. Kenal bisa berkenalan dengan kalian." Ucap Pelita.


"Iya kak," jawab Syiffa sambil tersenyum.


"Jangan panggil Kakak, tapi panggil saja Pelita." Protes Pelita.


"Baiklah kalau begitu kak, eh maksudnya Pelita hehe." Ucap Syiffa cengengesan.


"Oh jadi ini yang namanya Syiffa, yang sering kamu ceritakan itu?" Tanya Pelita sambil menatap Rendy.


"Iya sayang," jawab Rendy.

__ADS_1


"Cantik juga sih. Dan kamu tahu tidak-"


"Eh sayang kamu mau pesan makanan dan minuman apa?" Tanya Rendy tiba tiba memotong pembicaraan Pelita


"Apa saja deh boleh." Jawab Pelita.


"Oya Pelita, tadi kamu mau berbicara apa?" Tanya Fattan merasa penasaran dengan ucapan Pelita yang terputus.


"Maksud dia, kalau Pelita sama saya akan menikah begitu." Rendy sambil memberikan kode terhadap Pelita.


"Iya benar, kalau saya tadi pingin mengatakan itu. Tapi malah diputus oleh suamiku ini hehe." Gerutu Pelita.


"Calon kali, bukan suami." Fattan membenarkan.


"Kak Fattan.." ucap Syiffa sambil menatap tajam suaminya.


"Bercanda kok sayang hehe." Fattan cengengesan.


"Oya gimana sudah dipesan makanannya kak?" Tanya Syiffa


"Sudah kok. Kamu yang sabar pasti pesannya bentar lagi datang." Fattan sambil menatap istrinya.


"Tapi Syiffa benar benar lapar nih," rengek Syiffa.


Tiba tiba pesanan makanan Syiffa pun telah tiba. Pelayan pun dengan segera menaruh pesananya di atas meja.


"Baru saja saya ngobrolin kamu, eh panjang umur, kamu sudah datang." Ucap Syiffa sambil menatap pelayan tersebut.


"Iyakah begitu, Mbak barusan ngomongin saya?" Tanya Ade jadi salah tingkah.


"Eh, kamu jangan so kepedean dulu. Lagian bukan kamunya yang diomongin tapi makanannya tuh." Gerutu Rendy.


"Iya nih, so kepedean banget. Dia sangka istri saya ngomongin kamu apa hah? Enggak selevel tahu enggak sama kita haha." Ucap Fattan sambil tertawa.


"Eh dengar ya Mas Fattan terhormat, gini juga banyak cewek yang ngejar ngejar saya loh." Ucap Ade, pria lebay.


"Ya ampun, dia tahu nama saya. Dari mana tahu nama saya hah?" Tanya Fattan sambil menatap Ade.


"Orang pasti sudah tahu, siapa kamu Mas, pemilik pt. Adijaya yang kini terkenal dan melejit didunia." Geritu Ade.


"Ya ampun Tan, dia panggil Mas tuh haha. Kayaknya dia mau jadi istri kedua kamu tuh hhahha." Rendy tertawa terbahak bahak.


"Ih amit amit, ya ampun dia itu cowok Ren. Kamu kalau ngomong jangan sembarangan." Fattan merasa kesal.


"Dengar ya Mas Fattan, sama  Mas batangan. Gini juga saya waras kali. Buktinya saya menikah sama wanita, bukan cowok lagi." Ucap Ade sambil menatap Fattan dan Rendy giliran.


"Kamu bilang apa barusan hah? Saya Mas batangan hah? Emang kamu pikir saya perhiasan, apa hah?" Rendy sambil menatap tajam Ade.


"Maaf Mas, lagian saya cuma bercanda kok hehe." Ucap Ade cengengesan.


"Enggak lucu tahu, bercandanya. Lagian jangan panggil Mas deh, saya bukan suami kamu. Panggil Rendy, paham!" Ucap Rendy.


"Iya paham Mas, eh maksudnya Pak Rendy hehe." Ucap Ade.


"Kamu bilang, katanya kamu sudah menikah? Emangnya ada yang mau sama kamu, apa?" Tanya Fattan kepada Ade.

__ADS_1


"Ya ada lah, makanya saya sudah menikah. Dan asal pak Fattan sama pak Rendy tahu ya, saya punya tiga istri loh." Bisik Ade.


"Apa? Yang benar saja kamu ini. Enggak percaya ah, kamu punya istri tiga. Lagian cakep enggak tuh." Gerutu Fattan.


"Ya ampun tidak percayaan banget ya. Nih lihat nih." Ade sambil mengeluarkan handphonenya dan memperlihatkan photo photo bersama istrinya.


"Istrinya cakep cakep benar ya. Kok mau ya, cewek secakep dia, mau sama kamu?" Tanya Rendy.


"Ya pastinya pada mau lah yang penting banyak uang. Dan kalian tahu tidak saya ini pemilik cafe ini tahu enggak." Ucap Ade.


"Apa? Pemilik cafe ini." Ucap Fattan dan Rendy merasa tidak percaya dan kaget.


"Iya. Kaget ya pastinya?" Ade sambil menatap Fattan dan Rendy.


"Terus kenapa, kamu yang membawakan makanannya kesini?" Tanya Fattan.


"Habisnya, disini ada dua wanita cantik sih. Jadi siapa tahu mau jadi istri saya." Gerutu Ade.


Uhuk.. uhuk.. Syiffa dan Pelita pun tiba tiba terbatuk saat menikmati makananya.


"Sayang, kamu baik baik saja kan?" Tanya Fattan terhadap istrinya. Begitu pun sebaliknya Rendy kepada Pelita.


"Iya baik baik saja kok kak, saya kaget saja mendengar ucapan Dia." Syiffa sambil menatap Ade.


"Dengar ya, dia ini istri saya loh. Jadi jangan macam-macam sama istri saya loh." Fattan menatap tajam Ade.


"Oh, jadi dia istri pak Fattan ya. Maaf deh enggak jadi mau gebetnya. Ya sudah kalau begitu saya permisi ya." Ade sambil berlalu pergi meninggalkan Fattan dan Rendy.


"Kayaknya dia bukan pemilik perusahaan ini deh. Dia cuma karyawan disini kayaknya tuh. Masa ada pemilik cafe mau mengantarkan makananya sebanyak ini sih." Gerutu Rendy.


"Benar tuh apa yang kamu katakan Ren. Wah kita dikerjain sama itu bocah tuh." Fattan merasa kesal.


"Tapi saya salut sama dia, kok bisa sampai punya istri sebanyak itu ya?" Tanya Rendy.


"Entahlah. Masih mendingan saya, kalau punya istri banyak juga wajar. Kan banyak uang, sedangkan dia? Apa yang diandalkan." Gerutu Fattan.


Ehmz.. ehmz.. Syiffa pun berdehem.


"Kenapa sayang?" Tanya Fattan merasa tidak bersalah.


"Kamu barusan, bicara apa hah?" Tanya Syiffa sambil menatap Fattan.


"Enggak kok, saya tidak bicara apa apa sayang." Ucap Fattan.


"Bohong tuh Syiffa, dia bilang katanya mau punya istri banyak. Katanya wajarlah banyak uang ." Rendy mencoba mengompori Syiffa.


"Banyak uang, pingin punya istri banyak dibilang wajar? Benar benar ya minta wajib dihajar ini mah." Gerutu Syiffa.


"Enggak sayang bohong, jangan dengarkan kata si Rendy tuh." Fattan sambil menatap kesal Rendy.


"Ya sudah, kalau enggak percaya tanya saja sama Pelita." Ucap Rendy.


"Kak Fattan! Mulai hari ini tidur diluar." Syiffa sambil menatap suaminya dan kembali melanjutkan makanannya.


"Sayang, kok gitu sih bicaranya." Lagian tadi cuma bercanda kok.

__ADS_1


Namun Syiffa pun tidak memperdulikam ucapan suaminya dan memilih fokus menyantap makanannya. Lalu Rendy pun tertawa tawa melihat tingkah Fattan, bagaikan anak kecil merengek sama Ibunya di minta dikasihani.


__ADS_2