
"Aduh Syiff, kok bisa salah masuk sihh, jadi malu kan apalagi disana ada cowok yang brengsek dan nyebelin itu ." gerutu Syiffa merasa kesal.
"Aku harus pergi nih dari sini sebelum ketemu lagi sama cowok sialan itu. Oya jam berapa ini, aku harus cepatan pulang kasihan Ibu dirumah sendiri." ucap Syiffa sambil menatap jam tangannya.
"Shittt,,, jam tanganku? Ya ampun ketinggalan disana. Kok bisa aku sampai lupa. Gimana nih?? Apalagi disana ada cowok sialan itu. Kalo aku kesana lagi nanti disangka nyamperin dia, kalo aku enggak ambil jam tangannya kan sayang itu jam tangan kenang kenangan pemberian Bapak!" umpat syiffa.
Dengan terpaksa Syiffa pun pergi melangkah ke wastafle pria.
Dengan hati hati Syiffa membuka pintu, melirik kanan kiri. Ah aman enggak ada siapa siapa Aku harus cepat cepat ambil jam tangannya gerutu Syiffa sambil melangkah membuka pintu masuk ke dalam.
"Lho kok enggak ada sich jam tangannya.?? Perasaan aku di simpan disini dech mana ya?" gerutu Syiffa sambil mencari cari jam tangan.
Iya enggak ada dech jam tangannya, kemana ya?? Padahalkan itu jam tangan kenang kenangan dari alm.Bapak aku. Bukannya aku enggak mampu buat beli jam tangan gerutu Syiffa sambil berjalan membuka pintu dengan muka kusut. Namun tiba tiba.....
"Inikan yang kamu cari?" Ucap seseorang.
Lalu Syiffa menatap jam tersebut.
"Wah jam tanganku, akhirnya kau menemukannya?" ucap Syiffa dengan wajah gembira.
"Makanya lain kali jangan terburu buru, jangan karena gengsi sampai lupa semuanya." ucap Fattan.
"Iss... Apaan sich pak kalo bicara!" ucap Syiffa sambil mengerucuti bibirnya.
"Nih jam tangan nya, ingatt kau berhutang budi padaku!" ucap Fattan sambil berlalu pergi dan tanpa disadari menyunggingkan senyumannya.
__ADS_1
"Whatt? berhutang budi? apa apaan dia? karena jam tangan dia yang menemukannya jadi aku berhutang budi padanya, sungguh enggak adil namanya. Sudah ah aku harus segera pulang ngapain lama lama disini bikin aku stress!" gerutu Syiffa dengan kesal.
Lalu Syiffa pergi meninggalkan toilet pria dan menuju tempat kursi yang tadi di duduki Nurul dan dirinya.
"Kok belum kesini juga tuh anak, lama banget dia ditoiletnya eh tapi tunggu dulu perasaan si Nurul bawa tas, dia taruh disini tas nya tapi sekarang kok tas nya enggak ada sich? Jangan jangan......"
"Nurul....... !!" Teriak Syiffa. "hadeeuh" aku di tinggalin lagi sama tuh anak, enggak lihat apa kalo aku masih ada di cafe ini. Ini semua gara gara cowok sialan itu gerutu Syiffa merasa kesal.
Lalu Syiffa pun mengambil hp dan berniat menelpon Nurul. Sudah beberapa kali Syiffa menelpon nurul tapi tidak ada jawaban dari Nurul.
"Hadeeuh, tuh anak enggak di angkat mulu, gimana ini? Ya sudah dech aku naik angkutan umum aja!"
Lalu Syiffa pun pergi keluar dari cafe exotis.
"Hei Syiff!" teriak seseorang.
"Eh kak Ariff?" Ucap Syiffa yang hendak membuka pintu keluar
"Kamu ada disini juga Syiff?" Tanya Ariff.
"Iya kak dari tadi saya disini kak!" ucap Syiffa.
"Masa sich?? Tapi saya enggak lihat dari tadi ada kamu." ucap Ariff.
"Mungkin kak Ariff tadi lagi fokus kali cari cari cewek idaman kakak disini hehe." canda Syiffa tertawa cengengesan.
__ADS_1
"Ngapain susah susah cari cewek kan sudah ada di depan mata." goda Ariff.
"Ish... Apaan sich kak gombal mulu." ucap Syiffa
"Enggak apa apalah gombal sama cewek cantik kaya kamu mah. Oya kamu sendirian kesininya?" Tanya Ariff.
"Enggak tadi bareng Nurul tapi dia ninggalin saya kak." ucap Syiffa.
"Ehmzz..!" suara deheman seseorang menghentikan pembicaraan mereka
"Ayo Riff sekarang kita pulang!" ucap fattan dengan wajah datarnya.
"Oya pulangnya bareng aja sama kita, kebetulan kita mau pulang juga kok!" ucap Ariff.
"Enggah usah kak, saya naik angkutan umum aja kak." ucap Syiffa.
Ck, sejak kapan dia panggil Ariff kakak?? Dan kelihatannya mereka begitu akrab batin Fattan.
"Ya sudah, saya permisi dulu ya Syiff." ucap ariff sambil belalu pergi.
"Iya kak!" jawab Syiffa.
Lalu Fattan dan Ariff pun pergi meninggalkan "cafe exotis".
Itu orang datar bangeet ya, dasar cowok sialan umpat Syiffa sambil berjalan pergi dari cafe exotis dan mencari angkutan umum.
__ADS_1
Nah itu dia busnya, lalu bus pun berhenti di hadapan Syiffa. Dan akhirnya Syiffa pun pergi meninggalkan cafe exotis dan menuju pulang ke rumahnya.