
"Eh Pak Fattan habis dimana Pak?" Tanya Ariff.
"Habis dari luar, mencari udara segar dulu, rasanya sesak sekali lama lama Saya disini." Ucap Fattan sekilas manatap Syiffa.
Ck, emangnya kamu pikir aku ini apaan, masa iya gara gara aku membuat dia sesak batin Syiffa.
"Oh begitu iya, oya Pak hari ini saya izin permisi enggak bakal lembur ada kepentingan mendadak di rumah." Ucap Ariff.
"Oke. Ya sudah sana pergi!" Ucap Fattan.
"Baik pak Fattan terhormat. Oya kamu jangan marah marah mulu sama dia, cepat katakan saja sama dia sebelum dia di ambil orang." bisik Ariff terus langsung pergi meninggalkan ruangan.
Maksudnya dia apa coba berbicara gitu? sok maha tahu saja perasaan saya gerutu Fattan.
Akhirnya beres juga, sudah pukul jam 19.00 wib malam lagi. Gimana pulangnya nih gerutu Syiffa sambil menatap jam tangannya.
"Sudah beres?" Tanya Fattan.
__ADS_1
"Sudah Pak, ini berkas berkasnya." Ucap Syiffa sambil menyodorkan berkas tersebut.
"Taruh saja di meja!" Ucap Fattan dengan datar.
"Baik Pak" Ucap Syiffa.
Aku aneh banget sama dia, kadang baik suka berbicara lembut kadang juga dia suka bicara seenaknya dan marah marah mulu, apa karena pekerjaan saya tadi sehingga dia marah banget gerutu Syiffa merasa enggak enak hati.
"Maaf iya Pak, gara pekerjaan saya tadi membuat Pak Fattan marah." Ucap Syiffa memberanikan untuk berbicara.
"Maksud pak Fattan apa sih berbicara begitu hah?" Tanya Syiffa menatap tajam Fattan.
"Ck, masih merasa belagu. Emang aku enggak lihat dan dengar apa yang tadi ucapkan Rendy sama kamu?" Ucap Fattan.
"Terus hubungannya apa Pak dengan pekerjaan ini? Lagi pula dia hanya bercanda kok Jadi Pak Fattan jangan bawa bawa dalam pekerjaan dong, lagi pula Pak Fattan marah kan karena saya telat mengerjakan tugaskan? Terus kenapa Pak Fattan bilang saya enggak punya harga diri maksudnya apa hah?" Ucap Syiffa mulai marah dan mulai menitiskan airmata.
"Maaf Syif saya tidak bermaksud gitu, saya benar benar emosi, sehingga tidak terkontol emosi saya." Ucap Fattan mencoba mendekati Syiffa.
__ADS_1
"Jangan dekati saya! Sudahlah Pak mendingan saya mengundurkan diri jadi sekretaris dan Bapak bisa cari sekretaris profesional dan bisa cepat mengerjakan tugasnya." ucap Syiffa sambil berjalan untuk pergi.
"Tunggu!" Ucap Fattan sambil menahan lengan tangan Syiffa.
"Apa lagi Pak? Lepasin enggak? belum puas juga ngatain saya enggak punya harga diri dan enggak becus dalam bekerja. Terus sekarang mau bilang apalagi?" ucap Syiffa menatap tajam Fattan.
"Maafkan saya Syiff, Lagi pula saya marah bukan karena itu kok. Kamu tahu penyebab saya marah?" Tanya Fattan.
"Saya sudah tahu karena saja enggak becus dalam bekerja!" ucap Syiffa.
"Bukan itu, tapi saya marah karena saya enggak suka melihat kamu mengobrol dan tertawa tawa selain dengan saya seperti kamu sama Rendy tadi." Ucap Fattan.
"Terus hubungannya apa sama Pak Fattan sampai melarang begitu? Lagi pula dia teman saya waktu SMA kok jadi enggak salah dong." Jawab Syiffa.
"I-iya karena saya suka sama kamu!" jadi enggak boleh ada satu pria mendekati kamu." Ucap Fattan.
"W-what?" Ucap Syiffa merasa tidak percaya apa yang dikatakan Fattan.
__ADS_1