
Sudahlah Syiffa, kamu yang sabar. Tenangkan pikiranmu jangan terbawa emosi. Mendingan sekarang kamu mandi nanti di omelin Ibu lagi." Gerutu Syiffa mencoba menenangkan pikirannya dan menarik napas dalam dalam lalu membuangnya kembali lalu berjalan menuju kamar mandi.
.
.
"Lama banget ya Bu itu anak hampir satu jam kita menunggu dia? Ngapain saja dia dikamar Bu?" Tanya Fattan.
"Iya itu anak sampai kita selesai masak nih, tapi belum nonggol juga ya. Lagian Ibu juga enggak tahu dia lagi ngapain saja Nak, kan kamu tahu sendiri tadi Ibu lagi masak bersama kamu," ucap Bu Nina sambil menatap Fattan.
"Hehe.. iya juga ya Bu, Fattan lupa Bu. Ya sudah biar Fattan susul Syiffa ke kamar saja gimana? Tidak apa apa kan Bu?" Tanya Syiffa.
"Ya boleh kok Nak," jawab Bu Nina.
"Baiklah kalau begitu. Saya akan susul Tuan Putri itu," Ucap Fattan.
"Tidak perlu! Lagian saya sudah ada disini kok." Ucap Syiffa yang tiba tiba datang berjalan menuju meja makan.
"Nah tuh tuan Putrinya sudah muncul juga tuh. Baru saja diobrolin sudah panjang umur dia." Gerutu Bu Nina.
"Iya ya Bu, dari tadi ngapain saja sih Bu lama banget dia mandinya," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Ibu juga enggak tahu ngapain saja dia, biasalah kalau tuan Putri suka lama banget," sindir Bu Nina.
"Ih Ibu ini gimana sih kok sekarang jadi kayak si cowok brengs*ek ini nyebelin deh," kesal Syiffa sambil menatap balik Fattan.
"Iss kamu ini kalau bicara suka seenaknya, kualat loh bicara gitu sama Ibu dan calon Suami kamu," ucap Bu Nina sambil menatap anaknya.
__ADS_1
"Ck, kenapa sekarang aku jadi serba disalahin sejak dia jadi calon suamiku sungguh meresahkan sekali." Ucap Syiffa berbicara pelan dan sambil menatap Ibunya yang kini sedang mengalaskan makananya buat Fattan.
"Ya sudah mari kita makan!" Ajak Bu Nina.
Lalu mereka pun kini sedang menikmati makan siangnya tanpa ada yang berbicara satu sama lain.
"Alhamdulilah nikmat banget ya makannya apalagi ditemani sama anak Ibu dan calon Suaminya." Ucap Bu Nina sambil tersenyum menatap Syiffa dan Fattan bergiliran.
"Ya Bu, begitu juga saya sangat senang banget makan sama calon mertua dan Istri saya." Ucap Fattan sambil menatap Syiffa yang kini juga menatap dirinya.
"Ck, emangnya kapan kita sudah nikah hah? Sok panggil saya Istri segala," Syiffa menatap sinis Fattan.
"Besok kita akan menikah!!" Ucap Fattan dengan datar.
"Apa?!! Yang benar saja besok kita akan menikah, dasar tukang ngahalu," ucap Syiffa sambil menyungingkan bibir nya tipisnya.
"Lagian benar tuh apa kata Fattan, besok kamu harus menikah sama dia." Ucap Bu Nina sambil menatap anaknya.
"Kualat ya kamu bicara gitu sama Ibu. Oya karena kita sudah selesai makan, ayo kita berangkat ke rumah kamu Tan untuk bicara sama Ibumu dan Ayahmu agar mempercepat pernikahan kalian," ucap Bu Nina sambil menatap Fattan.
"Oke Bu tapi tidak sekarang Bu." Ucap Fattan sambil Bu Nina.
"Loh kenapa emangnya Nak,?" Tanya Bu Nina.
"Ya karena sekarang saya pingin ngajak jalan jalan dulu bersama Istriku yang cantik ini," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
Ck, lagi lagi dia panggil aku Istrinya sungguh tidak waras nih orang gerutu Syiffa berbicara pelan.
__ADS_1
"Oh jadi gitu ya Nak. Ya sudah kalau begitu silahkan bawa dia jalan jalan dulu dan jangan lupa nanti pulang bawa oleh oleh buat Ibu ya Nak," ucap Bu Nina sambil menatap Fattan.
"Siap Bu, nanti Fattan akan belikan yang banyak oleh oleh buat Ibu." Ucap Fattan.
"Terima kasih calon menantuku. Ibu makin sayang sama kamu," ucap Bu Nina.
"Ibu ini apaan sih memalukan saja. Lagian sejak kapan Ibu jadi begini hah? Dan siapa juga yang mau jalan jalan sama dia, ogah banget deh Bu," ucap Syiffa menatap sebal Fattan.
"Iss kamu itu tidak boleh begitu ah, sudah sana tuh jalan jalan bareng suami kamu. Enggak baik tuh nolak rezeki orang ngajak jalan." Ucap Bu Nina.
"Ibu bicara apaan sih?? Maksudnya nolak rezeki apa-"
"Sudah jangan banyak bicara! Sudah sana jalan jalan tuh bareng suami kamu." Ucap Bu Nina memotong pembicaraan Syiffa dan mendorongnya dekat dengan Fattan saat mereka berdiri
"Ih Ibu apaan sih?" kesal Syiffa.
"Ayo sayang kita berangkat sekarang juga," ucap Fattan sambil mengalungkan tangannya ke pundak Syiffa.
"Ih ini apaan lagi, lagian saya bisa kok jalan sendiri," ucap Syiffa sambil menginbaskan tangan Fattan lalu berjalan duluan.
"Itu anak benar benar tidak sopan banget ya main pergi saja mana tidak salim lagi," gerutu Bu Nina sambil menatap anaknya yang pergi begitu saja lalu menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah Bu tidak apa apa kok yang penting dia mau diajak jalan jalan Bu," ucap Fattan sambil menatap Ibu Nina.
"Iya benar juga ya. Ya sudah kamu hati hati dijalannya ya Nak. Sudah sana pergi sebelum Syiffa berubah pikiran lagi." ucap Bu Nina.
"Baik Bu, ya sudah saya permisi dulu ya Bu," pamit Fattan sambil menyalami punggung tangan Bu Nina.
__ADS_1
"Hati hati dijalannya Nak," Teriak Bu Nina.
Lalu Fattan pun pergi meninggalkan calon Ibu mertuanya dan menyusul Syiffa yang sudah berjalan terlebih dahulu.