Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.209


__ADS_3

"Iya Bu," jawab Syiffa sambil mencari tempat duduk kosong.


"Ini Neng, sudah siap." Ucap Bu Milah sambil menyimpan pesanannya diatas meja.


"Iya terima ya Bu." Jawab Syiffa.


"Iya Neng," jawab Bu Milah sambil  berlalu pergi. Dan kini Syiffa pun sedang menikmati sarapan paginya.


.


.


Di Tempat lain.


Kini Fattan pun sudah terbangun dan sambil mengucek ngucek matanya lalu menatap kesamping sudah tidak menemukan Syiffa.


Kemana dia? Emangnya ini sudah jam berapa? Ucap Fattan sambil menatap jam dinding.


Ternyata sudah siang, kenapa Istriku tidak membangunkanku? Tega sekali Istriku itu gerutu Fattan pada diri sendiri. Lalu berjalan menuju bathroom untuk membersihkan tubuhnya.


Bbyyurr .. suara air membasahi seluruh tubuh milik Fattan dan segera Fattan pun membersihkan tubuhnya dengan memakai sabun dan shampo untuk rambutnya. Setalah selesai mandi dengan segera Fattan pun berjalan menuju lemari untuk mengambil baju miliknya. Setelah semauanya selesai dengan segera Fattan pun berjalan kebawah untuk menuju meja makan.


"Ck, dasar kamu itu ya jam segini bangun ya. Males sekali dirimu." Sindir Bu Angel.


"Lagian Bukan males Bu, tapi mungkin cape kali Bu dan Ibu tahu sendiri di sana Fattan padat banget jadwalnya sampai sampai tidak ada waktu untuk mengabari Syiffa pun." Gerutu Fattan sambil menatap Ibunya.


"Apa kamu bilang barusan hah? Jangan bilang selama kamu disana jarang ngabarin Istrimu?" Ucap Bu Angel sambil menatap Putranya.


"Emang Iya Bu hehe. Sumpah Bu, waktunya padat banget Bu, tidak ada waktu. Kadang pulang kerja langsung tidur Bu. Kalau tidak percaya, tanya saja sama Ariff." Ucap Fattan sambil menatap Ibunya.


"Tadi sesibuk sibuknya kerja, harus ngabarin Istrimu dong walaupun cuma menanyakan kabar doang. Kamu tuh harus contoh seperti Ayahmu walaupun dia sibuk tapi suka ngabarin kok." Ucap Bu Angel.


"Iya deh Bu. Tapi Fattan pun menyuruh teman Fattan yang berkuliah sama dengan Syiffa untuk memantau terus, kalau dirumah ada Bi Ati jadi mereka selalu mengabari kabar Syiffa. Jadi Fattan tidak perlu repot repot ngasih kabar Syiffa Bu." Ucap Fattan.


"Ck, kamu ini ya Fattan. Kamu yang enak, tapi beda dengan Istrimu pasti sangat kecewa tidak ada kabar dari kamu." Ucap Bu Angel.


"Iya juga, ya Bu. Kenapa Fattan baru ingat ya Bu. Tapi sudahlah, lagian Syiffa pun tidak menanyakan kenapa Saya jarang mengabarinya." Ucap Fattan.


"Ck, dasar kamu itu ya." Ucap Bu Angel sambil menggelengkan kepalanya.


"Bu, sudah sarapan Bu?" Tanya Fattan.


"Tentu saja sudah, emangnya kenapa?" Tanya Bu Angel.

__ADS_1


"Tidak apa apa Bu, cuma nanya saja Bu hehe. Lagian Fattan lapar nih Bu." Ucap Fattan.


"Ya sudah sana makan tuh. Masa mau Ibu suapin sih." Ucap Bu Angel.


"Iya ya deh Bu. Oya Bu, Ayah mana ya?" Tanya Fattan.


"Tadi pagi, Ayah pergi bersama Om Kardi katanya ada reunian masa SManya." Ucap Bu Angel.


"Kenapa Ibu enggak ikut?" Tanya Fattan.


"Lagi malas kemana mana. Bukanny mau makan? sudah sana makan dulu. Bukannya nanya mulu kayak wartawan saja.


"Iya ya deh Bu." Ucap  Fattan. Lalu berjalan ke meja makan untuk sarapan pagi.


"Ini Den, sarapannya sudah siap." Ucap Bi Ati.


"Iya terima kasih Bi." Ucap Fattan dengan langsung memakan makanannya.


.


.


Di tempat lain.


Bell pun berbunyi pertanda seluruh  Mahasiswa/Siswi waktunya pulang. Lalu satu persatu sudah meninggalkan kampusnya. Kini hanya ada Syiffa dan Eka di ruangan.


"Kamu juga, kenapa belum pulang juga?" Tanya balik Eka.


"Ck, kamu ini kalau aku bertanya jangan balik nanya tapi jawablah." Ucap Syiffa sambil menatap kesal Eka.


"Sengaja ngikutin kamu, soalnya takut kamu kenapa napa." Ucap Eka.


"Emangnya kamu pikir, aku kenapa hah?" Tanya Syiffa.


"Tidak kenapa napa sih, takut saja tiba tiba kamu pingsan dijalan." Ucap Eka sambil menatap Syiffa.


"Ck, alasan saja. Ngapain harus pingsan? Emangnya aku sakit hah." gerutu Syiffa sambil menatap Eka.


"Emang iya, kamu lagi sakit karena suamimu kan?" Ucap Eka.


"Ka-kata siapa hah? Jangan ngaco bicara. Sudah ah, aku mau pulang." Ucap Syiffa sambil melangkah pergi keluar.


"Tunggu Syiffa!!" Teriak Eka. Tapi Syiffa tidak mendengar perkataan Eka. Syiffa memilih untuk terus berjalan.

__ADS_1


"Kenapa kamu dipanggil malah terus berjalan." Ucap Eka yang kini sudah berjalan sejajar dengan Syiffa.


"Lagian kamu mau ngapain sih terus mengikutiku mulu." Ucap Syiffa yang kini terus berjalan.


"Emangnya kenapa, enggak boleh ya?" Tanya Eka.


"Enggak boleh!! Aku ingin sendiri Eka. Jadi Aku mohon tinggalkan Aku sendiri Eka." Ucap Syiffa sambil menatap Eka.


"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu Syiffa!! Apakah karena Suamimu tidak ada kunjung pulang?" Tanya Eka.


"Kamu tidak perlu tahu Eka. Ini masalah pribadi saya." Ucap Syiffa sambil menatap tajam Eka.


"Aku perlu tahu juga Syiffa." Ucap Eka sambil menahan lengan tangan milik Syiffa.


"Emangnya kamu siapa aku hah? Emangnya kamu punya hak apa terhadapaku Eka!!." Syiffa sambil menatap tajam Eka.


"Emang aku tidak punya hak apa apa Syiffa. Tapi asal kamu tahu Syiffa, aku tidak rela wanita sepertimu tersakiti karena sahabatku itu Syiffa!!" Eka sambil berkata dengan serius.


"Terus apa yang akan kamu lakukan bila Suamiku menyakitiku hah? Dan apakah menurutmu aku ini pantas hanya jadi pelampiasan saja?" Tanya Syiffa dengan airmata yang mulai memanas.


"Maksud kamu apa berkata begitu hah? Apakah Fattan telah mengkhianatimu?" Tanya Eka sambil menatap Syiffa.


"Ntahlah Eka, Aku juga enggak tahu. Tapi yang aku tahu sahabatmu itu telah bermain dibelakangku." Ucap Syiffa tiba tiba airmatanya jatuh begitu saja.


"Kata siapa kalau Fattan memiliki wanita lain hah? Apakah kamu punya bukti sehingga berpikir seperti itu?" Tanya Eka.


"Emang untuk sekarang aku enggak punya bukti. Tapi asal kamu tahu, mantannya Fattan tadi menelpon dan mengirim pesan suamiku dan kamu tahu isinya apa?" Ucap Syiffa sambil terus meneteskan airmatanya.


"Maksud kamu mantannya Fattan yang ada diphoto tersebut iya? Terus apa yang dikirim pesan oleh mantannya?" Tanya Eka.


Lalu Syiffa pun menceritakan isi dari pesan yang dikirim Laras tersebut.


"Itu seriusan, mantanya mengirim pesan begitu?" Tanya Eka.


"Iya serius Eka. Jadi selama ini orang yang mengirim poto tersebut emang benar, ternyata Fattan sama Laras sering mengahabiskan waktu bersama Eka hiks.. hiks.." Ucap Syiffa sambil menangis sejadi jadinya.


"Kamu yang sabar ya Syiffa, Suami seperti dia harus mendapat balasan yang setimpal. Aku enggak rela orang yang aku cintai harus tersakiti karena orang Pria tersebut memiliki wanita lain." Ucap Eka sambil memeluk Syiffa.


"Sudahlah Ka, jangan lakukan seperti itu terhadap  Suamiku. Mungkin Aku memang pantas menjadi pelampiasan sahabatmu itu Ka." Ucap Syiffa sambil menguraikan pelukannya.


"Enggak Syiffa, ini tidak akan aku biarkan kamu seperti itu Syiffa. Dan akan akan membuat perhitungan terhadap Fattan Adijaya." Ucap Eka sambil mengusap airmata Syiffa yang mengalir dipipinya.


Lalu datanglah seseorang, dengan mehempaskan tangan kasar Eka yang menyentuh pipi Syiffa.

__ADS_1


"Apa yang sudah kamu lakukan terhadap Istriku Eka Pratama? Dan kamu berani sekali menyentuh Istriku." Ucap Fattan sambil menatap tajam Eka.


"Oh, ternyata Suamimu ada disini juga Syiffa. Panjang umur sekali dia. Suami macam apaan yang sudah melukai Istrinya hah?" Ucap Eka sambil menatap tajam Fattan.


__ADS_2