Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 200


__ADS_3

Kini Syiffa pun sedang merebahkan tubuhnya diatas kasur. Lalu menatap handphonenya. Syiffa benar benar sangat kesal, karena hampir sudah seminggu Suaminya tidak ada kabar.


Nih orang kemana sih? Kok enggak ada kabarnya? Di telpon tapi tidak aktip mulu. Aargh.... mana aku kesal lagi dan bete apa yang tadi terjadi di kampus.. aku benci semua ini!! Teriak Syiffa yang kini berada diatas kasur lalu melemparkan handphone nya juga diatas kasur.


Tiba tiba handphone Syiffa pun berbunyi, tanda ada panggilan masuk. Kemudian Syiffa pun dengan segera mengambil handphone tersebut. Dan betapa bahagianya kini Suaminya menelpon dirinya.


Kak Fattan? Syiffa merasa tidak percaya, baru saja Syiffa merasa kesal karena Suaminya tidak ada mengabarinya. Kemudian Syiffa pun dengan segera mengangkat telpon tersebut.


"Hei selamat malam cantik, apa kabar?" Tanya Fattan disebrang sana.


"Baik." Jawab Syiffa singkat.


"Kok gitu jawabnya sih? Marah ya, karena tidak ada mengabari kamu?" Tanya Fattan saat melihat Istrinya menatap arah lain bukan dirinya. Kebetulan Fattan menelpon Syiffa lewat Video Call.


"Tau ah." Jawab Syiffa singkat lagi.


"Maafin Suami ini Sayang. Emang Saya akui salah jarang mengabarimu. Tapi kamu harus mengertilah, Suamimu ini sibuk banget kerja dan kamu tahu proyeknya hampir 85 % sudah jadi. Maka sebab itu bulak balik mantau perusahaan satu ke perusahaan lain. Dan hampir lupa untuk mengabarimu." Ucap Fattan mencoba menjelaskan kepada Istrinya.


"Pasti cape banget ya Kak?" Tanya Syiffa merasa bersalah karena tadi sudah menjawab dengan cuek.


"Ya pastinya Sayang cape banget. Ini pun mumpung masih nyantai, makanya segera menelpon kamu." Ucap Fattan sambil menatap Istrinya didalam handphonenya.


"Maaf ya Kak, tadi Syiffa sudah cuek banget sama Kakak dan jawabnya kayak gitu hehe." Ucap Syiffa cengengesan.


"Iya tidak apa apa Sayang. Sudah hampir mau lima bulan kita enggak bertemu. Kakak sangat rindu sama kamu dan kangen. Apalagi Kakak kangen sama gunung kembar kamu dan hutan yang lebat itu hehe." Gerutu Fattan cengengesan.


"Maksudnya gunung kembar? Dan hutan lebat? Apaan sih Kak, emangnya Syiffa hewan gitu yang suka berada digunung dan dihutan hah?" Ucap Syiffa merasa kesal.


"Ya ampun, Istriku ini benar benar polos atau gimana ya? Emangnya siapa yang ngatain kamu hewan?" Tanya Fattan dengan menaikan satu alis.


"Tadi Kakak bilang, katanya kangen sama gunung kembar milik Saya dan kangen... " ucapan Syiffa tidak dilanjutkan, kemudian menatap tajam Suaminya.


"Apa? Coba jelasin hah? Baru sadarkan hhaaha." Tawa Fattan terbahak bahak.


"Ih Kakak, benar benar mesum banget ya, malah tertawa lagi enggak lucu tahu." Gerutu Syiffa sambil menatap Sebal Fattan.

__ADS_1


"Maaf Sayang, habisnya lucu sih. Tadi pura pura polos, eh sekarang baru nyadar hahha." Ucap Fattan masih menertawakan Istrinya.


"Ih Kakak, sumpah enggak lucu ih. Awas saja kalau sudah pulang, Saya kunci nih kamar dan tidak akan membiarkan Kakak masuk ke dalam kamar." Gerutu Syiffa.


"Eiss enggak boleh gitu dong Sayang, dosa lah sama Suami gitu. Lagian Kakak minta maaf deh hehe." Ucap Fattan cengengesan.


"Huh dasar!! Oya Kak Fattan lagi apa sih?" Tanya Syiffa.


"Lagi nyantai saja nih diruangan kerja." Ucap Fattan memperlihatkan seluruh ruangan kerja nya.


"Oh. Mentang mentang yang punya perusahaan jadi seenaknya yang mau nelpon juga." Sindir Syiffa.


"Masa bodoh!!  Lagian kamu enggak mau ditelpon ya? Ya sudah, Kakak matiin nih." gerutu Fattan.


"Jangan donga Kak, lagian Syiffa cuma bercanda kok." Ucap Syiffa.


"Mzz... oya gimana kabar kuliah kamu? Baik baik saja kan disana? Dan tidak adakah orang yang berani macam terhadapmu?" Tanya Fattan disebrang sana.


"Semuanya baik baik saja kok Kak. Tidak ada kok, disana semuanya orangnya pada baik baik kok Kak." Bohong Syiffa.


"I-iya seriuslah Kak. Sudahlah Kak jangan terlalu mengakhawatirkan Syiffa." Ucap Syiffa sambil tersenyum kepada suaminya.


"Syukurlah kalau baik baik saja." Jawab Fattan.


"Iya Kak." Ucap Syiffa.


Syiffa terpaksa harus berbohong kepada Suaminya. Syiffa melakukan itu karena tidak mau menganggu pikiran Suaminya yang terlalu mencemaskan dirinya.


Ketika Syiffa dan Fattan sedang asyik mengobrol, tiba tiba datang seseorang ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu.


"Selamat Siang Fattan, ini aku bawakan makanan siang untukmu." Ucap Laras tiba tiba masuk dan berjalan mendekati Fattan.


"Kamu lancang sekali masuk ke dalam ruanganku hah? Kalau mau kesini, di harap mengetuk pintu dulu." Gerutu Fattan menatap tidak suka  Laras.


"Maafkan  Laras yang sudah lancang masuk ke dalam ruangan. Habisnya aku selalu semangat untuk memberikan makan siang untukmu." Ucap Laras.

__ADS_1


"Haloo Kak Fattan?" Suara Syiffa dibalik handphone.


Lalu Fattan pun baru menyadarinya kalau dirinya tadi habis menelpon dengan Istrinya.


Ya ampun, Saya sampai lupa kalau tadi Saya sedang berteleponan dengan Istriku ucap Fattan menjadi was was karena takut Istrinya salah paham dengan hadirnya Laras diruanganya.


"Maafkan Saya sayang tadi malah mengacuhkan kamu. Ya sudah Sayang, sudah dulu ya nanti disambung lagi." Ucap Fattan lalu mematikan sambungan telponnya.


"Kamu mau ngapain kesini hah?" Tanya Fattan menatap Laras.


"Ya tentu saja, untuk membawakan makanan siang untukmu. Emangnya kamu tidak lihat ini apa." Ucap Laras sambil memperlihatkan sekotak mangkuk yang berisi nasi dan menu makanannya.


"Lagian kamu ngapain sih, datang keruangan tanpa mengetuk pintu dulu. Kalau Syiffa sampai salah paham gimana hah?" Tanya Fattan sambil menatap tajam Laras.


"Oh, jadi tadi kamu sedang berteleponan dengan Istrimu ya? Maaf ya, aku enggak tahu." Ucap Laras.


"Ck, dasar ini orang selalu membuat aku emosi saja." Gerutu Fattan.


"Maaf ya Fattan, aku benar benar minta Maaf." Ucap Laras sambil menatap Fattan.


"Ya sudah, sekarang kamu pergi bekerja  lagi. Dan jangan ganggu aku ." Geram Fattan.


"Baiklah, dan jangan lupa makan ya ini." Ucap Laras sambil memberikan makanan tersebut lalu berjalan pergi meninggalkan ruagan Fattan.


Karena Fattan merasa lapar, kemudian Fattan pun membuka makanan yang tadi dibawakan Laras. Dengan segera Fattan pun mencicipi makanan tersebut hingga habis.


.


.


Di tempat lain.


Kini Syiffa pun masih kepikiran wanita yang tadi sedang berbincang dengan Fattan. Syiffa pun merasa kenal dengan suara wanita tersebut. Apalagi ketika Wanita tersebut mengatakan namanya Laras. Kini Syiffa pun merasa tenang dan dilema.


Apakah benar, Wanita itu Laras ya? Tapi aku sungguh kenal suara itu dan sangat yakin kalau wanita tersebut Laras. Tapi entahlah, biarkan saja besok tanya Kak Fattan langsung. Lagian sekarang sudah ngantuk nih, waktunya tidur dan besok harus berangkat kuliah ucap Syiffa pada diri sendiri. Lalu menarik selimutnya dan dengan perlahan lahan Syiffa pun kini sudah tertidur dan berada dialam bawah sadarnya.

__ADS_1


__ADS_2