Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.216


__ADS_3

Rumah sakit


Kini Syiffa, Fattan dan Ariff pun sudah sampai dirumah sakit. Lalu mereka keluar dari mobil tersebut dan berjalan masuk menuju rumah sakit.


"Kak, Syifffa tunggu saja diluar sama Kak Ariff." Ucap Syiffa sambil menatap suaminya yang kini sudah sampai menuju ruangan Laras.


"Loh kenapa harus nunggu diluar sayang? Sudah, ayo ikut ke dalam saja sayang." Ucap Fattan.


"Tapi kak, Syiffa enggak enak bila ikut ke dalam." Ucap Syiffa sambil menatap Fattan.


"Sudah ayo masuk sayang." Ucap Fattan sambil menarik tangan istrinya dan berjalan masuk ke dalam ruangan Laras.


"Fattan." Ucap Laras merasa senang saat seseorang yang ditunggunya hadir. Namun ada rasa kecewa saat Fattan datang kerumah sakit tidak sendiri tapi bersama istrinya.


"Hei Laras, gimana keadaan kamu sekarang baik baik sajakan?" Tanya Fattan.


"Yah, lumayan baik sih Tan. Oya kamu kesini bersama istrimu juga?" Tanya Laras.


"Iya Laras. Saya sengaja ngajak istriku untuk menemani saya disini soalnya saya masih kangen dan rindu bila harus pergi ke sini tanpa istri cantikku ini." Ucap Fattan sambil tersenyum terhadap istrinya dan mengeratkan pegangan tangannya.


"Oh, gimana kabar kamu Syiffa?" Tanya Laras.


"Baik kok Kak Laras. Oya semoga cepat sembuh ya Kak. Dan bisa kembali seperti biasa lagi." Ucap Syiffa sambil menatap Laras.


"Iya terima kasih Syiffa atas doanya." Jawab Laras.


"Iya Kak." Ucap Syiffa sambil tersenyum terhadap Laras.


"Oya Syiffa, aku mau berbicara berdua sama suami kamu, tidak apa apa kan?" Tanya Laras.


"Oh, iya silahkan Kak. Ya sudah saya tunggu saja di luar kalau begitu." Ucap Syiffa sambil menatap Fattan dan melangkah pergi.


"Tidak sayang! Kamu tetap disini. Lagian kamu mau berbicara apa Laras?" Tanya Fattan sambil menarik dan menahan tangan istrinya untuk tetap disampingnya.


"Tapi aku ingin mengobrol berdua sama kamu Fattan. Jadi biarkan istrimu tunggu dulu sebentar diluar." Ucap Laras sambil menatap tidak suka Syiffa.


"Dia itu istriku Laras! Jadi tidak seharusnya kamu menyuruh Syiffa menunggu diluar dan saya berdua didalam bersama kamu. Hargailah dia sebagia istriku. Kalau ingin berbicara sesuatu katakanlah Laras." Ucap Fattan.


"Baiklah kalau begitu. Aku hanya ingin bilang sama Syiffa, bolehkah aku memeluk suamimu? Biar aku semangat dalam menjalani masa operasiku sebentar lagi." Ucap Laras sambil menatap Syiffa.


Namun Syiffa pun hanya diam saja dan merasa terkejut saat Laras berkata seperti itu, bagaimana bisa dia menginginkan hal seperti itu.


"Syiffa, kenapa kamu diam saja?" Tanya Laras sambil menatap Syiffa.


"Gimana ya Kak. Ya silahkan saja, jika kak Fattan setuju juga." Ucap Syiffa sambil menatap suaminya.


"Gimana Fattan, kamu maukan peluk aku sekali saja. Aku butuh penyemangat dirimu Fattan." Ucap Laras sambil menatap Fattan.


Namun Fattan pun hanya diam tanpa berkata apa apa dan menatap istrinya. Dan syiffa pun memberikan kode kalau dia mengijinkannya.


Lalu dengan segera Fattan pun mendekati Laras dan memeluk Laras dengan tangan satunya memegang tangan istrinya. Padahal Syiffa tadi sudah mencoba untuk melepaskan tangan suaminya tapi suaminya malah semakin memperatkan pegangan tangannya.


"Ya sudah, saya sudah peluk kamu nih, kamu tetap semangat ya Laras dan niatkan dirimu pasti sembuh ya Laras. Semoga operasinya berjalan dengan Lancar." Ucap Fattan sambil mengusap lembut rambut Laras lalu menguraikan pelukannya.


"Iya terima kasih Fattan." Jawab Laras dan ada sedikit kecewa di dalam hatinya. Karena bukan pelukn seperti ini yang diharapkannya.

__ADS_1


Lalu seorang perawat pun datang memasuki ruangan Laras. Dan membawa Laras menuju ruangan operasi.


"Cie yang tadi asyik dapat pelukan dari mantan nih." Sindir Syiffa yang kini masih berada diruangan berdua bersama Fattan.


"Yaelah sayang, kan kamu sendiri yang nyuruh. Lagian tadi, mana mau aku peluk dia." Gerutu Fattan sambil menatap istrinya.


"Masa sih? Tapi menikmatinya kan pelukan dari seorang mantan." Ucap Syiffa.


"Sayang! Kamu ini kenapa sih hah?" Tanya Fattan merasa bingung dan menarik pinggang istrinya sehingga kini mereka saling bertatapan begitu dekat dan hidung mereka saling bersentuhan.


"Enggak kenapa kenapa kok Kak hehe." Ucap Syiffa cengengesan dan mencoba melepas tangkan kekar milik suaminya yang melingkar dipinggangnya. Namun sayangnya tenaganya tidak sebanding dengan suaminya. Lalu Fattan pun kini semakin mendekati bibir mungil isrtrinya.


Cup.. satu kecupan menyentuh bibir tipis istrinya. Lalu Fattan pun dengan segera memainkan mulutnya saat Syiffa membuka mulutnya serta kini mereka saling bertukar salivanya dan menjulurkan lidah satu sama lainnya. Namun ciuman mereka harus terhenti saat seseorang masuk ke dalam ruangan.


"Fattan." Panggil Ariff dan merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya. Bagaimana bisa mereka melakukan hal tersebut di tempat umum.


"Eh Kak Ariff?" Ucap Syiffa dengan segera mendorong dada bidang suaminya.


"Eh maaf, saya sudah menganggu kalian. Ya sudah lanjut lagi saja." Ucap Ariff sambil berjalan keluar kembali dan merasa tidak enak hati.


dasar mereka itu, tidak tahu tempat sama sekali. Mereka pikir ini tempat pribadi apa hah? Seenaknya saja kalau melakukan sesuatu. Kan aku jadi mau  kalau sering lihat begituan gerutu Ariff pada diri sendiri.


"Ih Kak Fattan, lihatkan jadi malukan ada Kak Ariff barusan lihat." Ucap Syiffa sambil menatap sebal suaminya.


"Ngapain harus malu sayang. Kan kita sudah resmi jadi suami istri, jadi tidak ada yang salah sayang." Ucap Fattan.


"Ya tentu sajalah salah Kak." Ucap Syiffa.


"Salahnya apa sayang?" Tanya Fattan.


"Iya maaf deh sayang. Nanti kita ulangi lagi di apartemen dan sekalian bikin anak sayang." Bisik Fattan terhadap Istrinya.


"Ih apaan sih Kak Fattan ini, mulai mesum nih ah. Sudah ah Syiffa mau keluar nih." Gerutu Syiffa sambil berjalan keluar.


"Sayang, tega banget ninggalin ya . Tungguin dong sayang." Ucap Fattan sambil berjalan mengejar istrinya yang lebih dulu berjalannya.


"Eh Kak Ariff, masih ada disini ternyata hehe." Ucap Syiffa merasa malu karena tadi ketahuan dan dilihat langsung oleh Ariff.


"Gimana sudah puaskan hah?" Tanya Ariff  sambil menatap Syiffa dan Fattan yang sudah berada bersama dengannya.


"Kurang puas tahu enggak, kamu main masuk saja jadi terpaksa berhenti padahal tadi menikmati banget tahu enggak. Iya kan sayang?" Tanya Fattan terhadap istrinya.


"Ih kamu tuh ya Tan, tidak tahu tempat banget ya. Ini rumah sakit tahu, bukan tempat untuk kayak gituan." Gerutu Ariff sambil menatap sebal Fattan.


"Masa bodoh." Ucap Fattan sambil menatap sinis Ariff.


"Iss menyebalkan sekali dirimu ini hah." Ucap Ariff.


"Lagian tadi mau ngapain masuk hah?" Tanya Fattan.


"Tadi Della menelpon, katanya nanti sore ada klien yang ingin bertemu dengan kamu. Katanya ada sesuatu yang ingin dibahas." Ucap Ariff.


"Oke, baiklah. Paling setelah selesai Laras menjalani operasinya kita pulang ke apartemen dan nantu sore langsung bertemu dengan klien." Ucap Fattan sambil menatap Ariff.


"Oke, baiklah kalau begitu." Jawab Ariff.

__ADS_1


Dua jam sudah Laras menjalani operasinya. Lalu dengan segera para perawat pun membawanya kembali Laras ke dalam ruangannya. Lalu Fattan, Syiffa dan Ariff pun berjalan memasuki ruangan rawat Laras..


"Gimana Kak Laras, lancarkan tadi?" Tanya Syiffa.


"Iya lancar Syiffa, itu juga berkat doa dari kalian semua. Terima kasih ya atas doanya." Ucap Laras sambil menatap Syiffa.


"Iya sama sama Kak. Lagian itu juga berkat dari sang Maha kuasa sehingga kak Laras lancar operasinya." Ucap Syiffa sambil tersenyum terhadap Laras.


"Iya Syiffa." Jawab Laras.


"Ya sudah, karena operasinya sudah berjalan lancar dan baik. Maka saya, Syiffa dan Ariff mau permisi pulang dulu Laras." Ucap Fattan sambil menatap Laras.


"Iya silahkan Tan. Dan saya ucapkan terima kasih banyak untuk semuanya." Ucap Laras.


"Iya Laras." Jawab Fattan.


"Syiffa.. " panggil Laras sambil memegang erat tangan Syiffa.


"Iya kenapa Kak?" Tanya Laras.


"Maafin saya ya Syiffa, sudah berbuat jahat terhadap kamu dan bahkan hampir membuat rumah tangga kamu dan Fattan  hampir retak." Ucap Laras sambil menatap Syiffa.


"Iya tidak apa apa kok kak Laras." Jawab Syiffa sambil tersenyum.


"Kamu enggak marah Syiffa sama saya?" Tanya Laras.


"Enggak kok Kak Laras. Ngapain harus marah? Malahan Syiffa sangat senang Kak Laras sudah minta maaf ." Ucap Syiffa sambil menatap Laras.


"Terima kasih Syiffa." Ucap Laras sambil memeluk Syiffa.


"Sama sama Kak." Jawab Syiffa sambil tersenyum terhadap Laras.


Lalu Fattan dan Ariff pun sangat senang dan bahagia, saat melihat moment seperti ini. Seorang Laras mengakui kesalahannya dan meminta maaf terhadap Syiffa.


"Nah gitu dong, kan enak damai. Saya juga mau dong dipeluk sama dua cewek nih." Ucap Fattan sambil mendekati dan berniat untuk memeluk.


"Ih apaan sih Kak Fattan." Ucap Syiffa sambil menghempaskan tangan suaminya yang ingin memeluknya.


"Iss dasar istriku ini ya." Ucap Fattan sambi menatap Istrinya dan mencubit pipi istrinya.


"Ih Kak Fattan! Sakit tahu." Ucap Syiffa sambil mengusap pipinya yang sakit.


Lalu Laras dan Ariff pun ketawa melihat tingkah mereka


"Ya sudah kalau begitu kita pamit ya Laras." Ucap Fattan.


"Iya silahkan Tan." Jawab Laras.


"Semoga kak Laras cepat sembuh ya Kak. Dan ingat jangan terlalu banyak pikiran ya Kak juga selalu jaga kesehatan." Ucap Syiffa sambil menatap Laras.


"Iya Syiffa. Makasih sudah mengingatkan." Ucap Laras.


"Ya sudah kalau begitu Syiffa pamit dulu ya Kak." Ucap Syiffa.


"Iya Syiffa." Jawab Laras.

__ADS_1


Lalu Syiffa, Fattan dan Ariff pun pergi meninggalkan Laras. Lalu berjalan menuju mobil mereka dan untuk pergi ke apartemen. Begitu pun dengan Laras, dia sudah menyerah dan mengikhlaskan Fattan untuk Syiffa. Laras berpikir percuma terus merebut Fattan tapi Fattan sendiri lebih mencintai dan menyayangi istrinya. Jadi apa salahnya merelakan orang yang dicintainya untuk dimiliki oleh istrinya. Kini hati Laras pun merasa damai dan tentram karena tidak ada rasa iri dan dendam.


__ADS_2