Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 37


__ADS_3

"Jangan bilang kamu masih belum siap?" lirih Ariff menatap tajam.


"Nah, itu kamu tau Riff jawaban nya apa!"


"Kamu itu ya (sambil menggelengkan kepala). Dengar Ttan sampai kapan kamu mau gini terus? Sampai Ibu dan Ayahmu tua baru mau menggantikan nya? Kamu salah besar Tan." Lihat Ayahmu sering sakit sakitan harusnya dia itu pensiun dan istirahat saja di rumah. "Saatnya kamu membahagiakan kedua orangtuamu Tan. Dan kamu harus tunjukan pada dunia kalo kamu bisa dan mampu Tan. Saya yakin kamu bisa menjadi perusahaan ini lebih baik lagi." lirih Ariff.


"Iya, emang apa yang kamu katakan emang benar Riff. Harusnya saya membuat kebanggaan dan membuat mereka bahagia." lirih Fattan.


"Tapi... "


"Tidak ada tapi tapi an!!! Titik. Ingat Ttan, jangan pernah menyerah sebelum kamu mencoba dan setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya!!Jadi jangan takut apa yang terjadi padamu nanti." ucap Ariff.


"Oke kalo begitu Riff. Makasih sudah sabar menghadapiku, juga makasih atas ilmu yang selalu kau ajarkan padaku dan selalu menasehatiku." lirih Fattan sambil tersenyum.


"Nyantai ajalah Ttan, ini sudah tugas saya ttan. Lagi pula saya sudah berjanji sama Ayahmu akan menjaga, mendidik dan melindungimu seperti adikku." lirih Ariff membalas senyum.

__ADS_1


"Thanks Riff ." Ucap Fattan.


"Iya sama sama." ucap Ariff.


"Kamu tahu? Banyak karyawan yang bertanya tanya tentang jabatanmu termasuk anak baru itu si syiffa." ucap Ariff.


"Whatt? Si cewek yang enggak punya ahlak itu maksudnya? Ngapain lagi tuh cewek keppo banget." ucap Fattan.


Fattan... Fattan (sambil menggelengkan kepala) . Kamu tuh ya, enggak mau keppo gimana itu anak. Kamu tuh suka seenaknya ngerjain dia dan nyuruh nyuruh dia sesukamu, padahal kan bagi dia kamu tuh asissten manager saya dan saya aja manager nya enggak kaya gitu tuh. Ariff hahaha sambil tertawa.


"Huh... Terserah saya dech mau gimana juga. Salah dia sendiri cari masalah duluan. Dan saya akan membongkar siapa saya yang sebenarnya. Dan setelah itu aku punya rencana ingin melamar kekasihku!" ucap Fattan.


"Heem.... Aku ingin segera menikahi laras kekasihku. Orang yang sudah setia dan tidak pernah menghianatiku sampai sekarang." Lirih Fattan.


"Oke... Jika itu keputusanmu dan sudah yakin maka lakukanlah. Ya sudah saya permisi dulu Tan, Ada pekerjaan yang harus saya kerja kan." Ucap Ariff sambil pergi dari ruanga Fattan.

__ADS_1


Di tempat lain.


"Syiff, ayo kita bareng pulang nya naik motor aku." ucap Nurul.


"Enggak ah, makasih Nur. Kamu aja naik motor sendirian, biar saya naik angkutan umum aja Nur." ucap Syiffa.


"Yakin enggak mau nih? Hari sabtu lho hari ini Jalanan bakal macet Syiff. Enggak takut gitu Syuff kalo pulang malam malam?" Ucap Nurul.


"Enggak apa apa kok Nur, sudah biasa kok. kamu kayak yang enggak tau aku saja, tiap hari kalau pulang kerja." ucap Syiffa.


"Ya sudah, aku duluan ya syiff, kalau ada apa apa hubungin aku ya syiff? Aku kan selalu ada buat kamu ." ucap Nurul.


"Oke... Pasti aku akan menghubungi kamu kok Nur." ucap Syiffa.


Lalu Nurul pun pergi meninggalkan Syiffa sendirian.

__ADS_1


"Aduh sudah jam 18.05 wib (sambil menatap jam tangan). Kemana nih kok enggak ada angkutan atau bus lewat sich, mana sudah magrib nih hadeeuh." Lebih baik shalat magrib dulu aja, siapa tahu nanti ada bus lewat.


Lalu Syiffa pun pergi menuju mushola yang tidak jauh dari jalan.


__ADS_2