
Keesokan harinya.
"Selamat pagi Non Syiffa," ucap Bi Ati saat Syiffa berjalan menuju meja makan.
"Pagi juga Bi," jawab Syiffa sambil tersenyum kepada Bi Ati.
"Bi, ikut makan dong masa Syiffa makan sendirian sih," ucap Syiffa sambil menatap Bi Ati.
"Tapi Non Syiffa, Bibi merasa enggak enak bila bareng makan dengan Non Syiffa." Ucap Bi Ati.
"Loh kenapa Bibi merasa enggak enak? Lagian kita kan sama sama manusia, sama makan juga jadi ngapain takut. Sudahlah sekarang Bibi duduk dikursi dan makan bareng sama Syiffa." Ucap Syiffa sambil mendorong lembut tubuh Bi Ati untuk duduk dan makan bersama.
"Tapi-"
"Sudahlah Bi, jangan banyak protes. Sekarang duduk dan makan bareng sama Syiffa titik!!" Ucap Syiffa memotong pembicaraan Bi Ati.
"Baikah kalau begitu Non Syiffa," ucap Bi Ati. Dengan terpaksa mengikuti kemauan Syiffa.
Kini Syiffa dan Bi Ati sedang menikmati sarapan paginya. Bi Ati pun sangat bersyukur ternyata Fattan memiliki Istri yang selain cantik, dia orangnya baik serta memperlakukan Asistennya dengan baik juga kadang suka memberikan uang bonus.
"Ya sudah, kalau begitu Syiffa permisi dulu ya Bi." Ucap Syiffa saat selesai makannya.
"Iya silahkan Non," jawab Bi Ati.
Lalu Syiffa pun dengan segera meninggalkan Bi Ati setelah berpamitan dan pergi berjalan menuju mobil yang kini sudah ada Pak Toni didalamnya.
"Sudah siapkan Non?" Tanya Pak Toni.
"Sudah Pak Toni," jawab Syiffa.
Lalu dengan segera Pak Toni pun menjalankan mobilnya menuju kampus.
Setengah jam sudah perjalanan menuju kampus
Kini Syiffa pun keluar dari mobil tersebut setelah sampai dikampus. Lalu seperti biasa berjalan menuju ruangan kelas. Tiba tiba seseorang pun datang mendekati dirinya.
"Selamat pagi Syiffa," sapa Eka.
"Pagi." Jawab Syiffa singkat.
"Kamu masih marah ya sama Saya?" Tanya Eka.
"Enggak. Lagian kamu ngapain sih mengikuti Saya terus?" Tanya Syiffa sambil menatap tidak suka Eka.
__ADS_1
"Loh emangnya kenapa? Kan Saya juga sama mau keruangan kelas, salah ya?" Tanya Eka sambil menatap Syiffa.
"Iya emang salah! Sudahlah jalannya jangan bareng sama Saya, sana tuh ada si Kiki sama Riko jalan sama dia. Jangan sampai Ayu salah paham lagi karena kamu selalu mendekati Saya." Ucap Syiffa merasa kesal.
"Ya biarin saja biar si Ayu semakin panas tuh. Lagian orang Saya enggak cinta sama dia, masih kekeuh ngejar Saya." Ucap Eka.
"Kamu tuh seharusnya menghargai Ayu dong, bisa enggak coba sedikit saja buka hati kamu untuk dia hah? Dan asal kamu tahu, Saya cape bila harus disalahkan sama Ayu, apalagi Ayu membenci Saya karena kamu selalu mendekati Saya. Emang Saya pantas ya dibenci dan di caci sama Ayu ya? Kamu tidak mengerti perasaan Saya, gimana sakitnya terus dimusuhi sama teman dan kamu tahu tidak, Ayu pun pasti terluka bila kamu selalu membandingi dia dengan Saya." Ucap Syiffa sambil mencoba menahan airmatanya yang sudah memanas kemudian melanjutkan lagi langkahnya yang tadi terhenti.
"Tunggu Syiffa!!" Ucap Eka sambil menahan lengan tangan Syiffa.
"Apalagi sih Ka hah? Belum cukupkah penjelasan Saya tadi hah? Ya mungkin kalau demi kebaikan Ayu, lebih baik Saya keluar saja dari kampus ini!!" Ucap Syiffa sambil menghempaskan tangan Eka yang tadi mencengkram.
"Oke, Saya akui memang salah. Maafin ya Syiffa, dan Saya berjanji tidak akan terus membanding bandingkan Ayu denganmu dan maaf kamu sama Ayu sering berantem karena Ayu selalu salah paham tentang kamu. Padahal jelas Saya yang salah, bukan kamu." Ucap Eka.
"Baguslah kalau kamu mengakuinya." Ucap Syiffa sambil berjalan kembali.
"Syiffa!!" Teriak Eka.
"Apa lagi hah?" Tanya Syiffa sambil menoleh ke belakang.
"Bisakah kita jadi sebagai teman? Saya mohon Syiffa, izinkanlah Saya berteman denganmu. Dan anggap semua yang pernah saya katakan perasaan ke kamu, anggap saja itu hanya mimpi. Dan Saya tidak mau karena kejadian itu membuat kita jadi saling tidak mengenal. Jadi gimana maukan?" Tanya Eka.
Lalu Syiffa pun hanya diam saja, kemudian menatap Eka dengan tatapan yang susah diartikan.
"Terima kasih Syiffa." Jawab Eka dengan tersenyum.
"Ya sudah, kalau begitu Saya duluan ke ruangan kelasnya." Ucap Syiffa sambil menatap Syiffa.
"Iya silahkan Syiffa." Ucap Eka dengan menyeringai senyum tipisnya.
"Selamat pagi, Syiffa?" Ucap Titi mendekati Syiffa yang kini baru saja sampai diruangannya.
"Pagi juga Ti," jawab Syiffa.
"Oya,Tika kemana? Enggak masuk ya?" Tanya Syiffa saat menatap ruangannya tidak ada Tika.
"Bukan enggak masuk, tapi si Tika bilang tadi nge chat, masih di jalan tuh katanya tadi kesiangan bangun tidurnya," ucap Titi.
"Oh.." jawab Syiffa.
Tiba tiba handphone Syiffa pun berbunyi, pertanda ada notif pesan masuk. kemudian Syiffa pun mengambil handphonenya dan membuka pesan tersebut. Ketika membuka pesan tersebut Syiffa merasa tidak percaya dan merasa terkejut. Syiffa berharap ini hanya mimpi tapi mana mungkin ini nyata. Ternyata benar, selama yang ditakutkan Syiffa selama ini terjadi juga. Syiffa pun tidak bisa berkata apa apa. Mungkin hanya menunggu Suaminya pulang untuk menjelaskan semuanya.
"Kamu kenapa Syiffa?" Tanya Titi saat melihat Syiffa wajahnya begitu gelisah.
__ADS_1
"Eh Ti. Enggak kok, enggak kenapa napa kok." Jawab Syiffa.
"Serius nih, kamu baik baik sajakan?" Tanya Titi sambil menatap Syiffa.
"Iya serius, aku baik baik saja kok." Jawab Syiffa sambil tersenyum terpaksa.
"Syiffa, Titi..." Teriak Tika yang tiba tiba baru sampai di ruangan kelasnya.
"Ih apaan sih Tika, masih pagi nih sudah teriak teriak saja. Bikin kupingku mau pecah tahu tidak." Ucap Titi sambil menatap Tika.
"Sorry hehe.. habisnya aku kangen banget sama kalian, walaupun tiap hari sering bertemu." Ucap Titi.
Kini Tika dan Titi pun sedang asyik mengobrol. Sedangkan Syiffa sedang memikirkan apa maksud orang tersebut mengirimkan photo? Dan siapa orangnya yang sudah mengirimkan photo itu? Karena nomor handphonenya tidak dikenali sama Syiffa. Kini Syiffa pun mulai penuh dengan kecurigaan tentang Suaminya.
Apakah benar ya, itu photo mereka? Lalu apa maksud mereka mengirimkan photo seperti ini kepadaku? Lalu kenapa sih Kak Fattan tidak pernah jujur selama ini. Dan jika emang itu benar benar asli bukan rekayasa maka lihat saja Kak Fattan, aku juga bisa melakukan seperti yang kamu lakukan. Dan ingat Kak Fattan disana kamu bisa semaumu melakukan apapun, aku pun juga sama disini bisa berbuat semauku gerutu batin Syiffa.
"Sstt... Tika, lihat tuh dia melamun mulu?" Bisik Titi sambil memberikan kode lewat mata.
"Ada masalah apa ya dia?" Tanya Tika.
"Enggak tahu Ti, tadi pas ada pesan masuk, tiba tiba Syiffa kelihatan kecewa dan sekarang malah melamun mulu tuh, kayaknya ada masalah tuh," Ucap Titi sambil menatap Syiffa yang penuh dengan tatapan kosong kedepan.
"Emangnya ada masalah apaan?" Tanya Tika.
"Mana aku tahu," jawab Titi.
"Hei Syiffa, melamun saja." Ucap Tika menyadarkan lamunan Syiffa.
"Eh Tika, Titi mengkagetkan saja." Gerutu Syiffa sambil menatap Tika dan Titi.
"Kamu kenapa sih Syiffa, melamun saja. Ada masalahnya? Coba ceritain sama kita, siapa tahu kita bisa bantu." Ucap Tika.
"Iya benar tuh Syiffa, jangan merasa sungkan." Ucap Titi ikut menimpali.
"Enggak ada masalah kok. Saya cuma lagi mikirin Suamiku saja. Kapan Dia pulang, ternyata benar rindu itu berat hehe," ucap Syiffa cengengesan.
"Sabar Syiffa, emang kata orang LDR an itu berat banget. Kadang kita suka mikirin yang aneh aneh," ucap Tika.
"Maksudnya aneh gimana?" Tanya Syiffa.
"Iya maksudnya suka mikirin yang enggak enggak, misalnya takut Cowoknya selingkuh lagi bahkan aku pernah ngalamin ketika jauh dari kekasih dulu eh dia malah asyik asyikan dengan mantan pacarnya dan kebetulan mantannya satu kantor kerjanya kan nyesek banget, makanya aku trauma enggak mau menjalin hubungan dengan siapa pun." Gerutu Tika.
Deg tiba tiba Syiffa pun merasa sakit hati dan merasa pingin menangis. Syiffa pun seolah olah pikirannya terhipnotis dengan ucap Tika. Syiffa kini mencoba menahan airmata yang sudah memanas.
__ADS_1
Tiba tiba Pak Dosen pun datang keruangan, seluruh Mahasiswa/Siswi pun ikut masuk ke ruangan. Dan kini pelajaran pun sudah dimulai, semua Mahasiswa/Siswi kini sedang fokus mendengarkan penjelasan Dosen.