
"Ehmzzz," suara deheman pria tersebut di belakang mereka.
"Bentar lagi masuk kerja nih jangan asyik ngobrol saja apa lagi pacaran sekarang waktu nya fokus sama kerjaan." Lirih Fattan sambil menatap sinis ke arah Syiffa, Nurul dan Angga
"Iddiiihh perasaan tujuh menit lagi deh di mulai kerja nya," lirih Syiffa dalam hati sambil menatap jam tangan.
"Maaf pak! saya kesini cuma pingin ngasih tahu saja sama mereka berdua kalau sekarang bakal kedatangan Team Audit jadi mereka harus lebih hati hati dalam bekerja dan bekerja dengan teliti." lirih Angga.
"Oh begitu ya?" Lirih Fattan menatap sinis Angga.
"Iya pak, tidak seperti yang bapak pikirkan tadi. Kalau begitu saya permisi Pak." lirih Angga sambil melangkah pergi ke depan bagian finishing barang.
"Kalian dengar kan yang di katakan Angga tadi? Karena sekarang ada Team Audit datang kesini maka kalian harus bekerja dengan teliti. Jangan sampai ada barang yang di komplain oleh audit!! kalian paham?" Lirih Fattan.
"Ya paham Pak!" Lirih Syiffa dan Nurul dengan menunduk.
__ADS_1
"Baguslah kalo begitu, dan kamu Syiffa tugasmu cek semua ruangan ini pasti kan barang barang semuanya Quality dan Qualitas oke." lirih Fattan.
"Whatt, Tidak salah pak? Tapii.." Lirih Syiffa.
"Tidak ada tapi tapi an, jangan banyak membantah ngerti kamu!" Bentak Fattan lalu pergi dengan senyum sinis.
"Gila itu orang, masa ruangan ini aku yang nge cek? ini tidak kecil tapi besar ruangan nya Nur. Lagi pula kan ada masing masing Qc tiap line nya itu orang strees kali ya Nur." gerutu Syiffa dengan kesal.
"Sudah sabar saja lah Syiff turuti saja aku dengar kata nya kalo atasan mah suka seenak nya sama kita sebagai karyawan." lirih Nurul.
"Tapi tidak gitu juga kali, dia cuma Asisten manager." Bukan pemilik perusahaan kali Nur jadi sewajarnya saja lah gerutu Syiffa.
"Ribet juga kerja itu, harus siap kuat mental dan tenaga ternyata." lirih Syiffa sambil menghembuskan napas kasarnya.
Kemudian bunyi bel berbunyi tanda seluruh karyawan dan karyawannya masuk kerja dan mulai beraktivitas.
__ADS_1
"Haduuh cape juga ternyata ini, harus nge cek barang mana sendirian lagi. Tapi untung tadi ada QC yang ikut bantu nge cek mana baru nyampe line 6 dan masih ada 6 line lagi yang belum di cek huh." gerutu Syiffa.
"Pak Fattan sini!" teriak seorang Audit.
"Ya ada apa ya memanggil saya?" Lirih Fattan.
"Ini pak, masa ini barang nya kayak gini?" Lirih Audit sambil menunjuk barang tersebut.
"Tidak bisa di lolosin Pak, ini lihat pak ada jahitan yang belum sempurna di jahit, ini enggak bisa di lolosin begitu aja Pak. Kemana lagi ini QC nya ya pak? kok tidak teliti banget nge cek barang nya Pak." Lirih Audit.
"Maafin ya Bu Ninda atas kesalahan QC yang tidak teliti dalam pemeriksaannya in sya allah ke depan nya akan diperbaiki lebih baik lagi dan akan lebih teliti." lirih Fattan.
"Oke pak Fattan, tapi QC yang di line ini kemana ya Pak?" Tanya Bu Ninda.
Lalu Fattan melihat Syiffa sedang mengecek barang.
__ADS_1
"Syiffa sini!" teriak Fattan.
"Ya baik Pak," jawab Syiffa lalu melangkah menuju Pak Fattan dan Audit tersebut.