Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.126


__ADS_3

Disebuah ruangan rawat, ada seseorang wanita cantik yang kini sedang duduk menenami Ibunya yang berbaring lemah berselang infus ditangannya. Kini belum sadarkan diri setelah selesai dioperasi. Dia tidak sendiri diruangan rawat, dia ditemani oleh seorang pria tampan sekaligus Atasannya dan pemilik dari rumah sakit tersebut Dan Kini mereka sedang berbincang.


"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih iya Kak, sudah membantu saya dan Ibu saya. Saya begitu berhutang budi sama Kakak." Ucap Syiffa sambil menatap Ibunya dan sekilas menatap Fattan.


"Iya sama sama Syiff." Jawab Fattan sambil tersenyum.


"Oya Kak, besok Kak Fattan harus kerja sudah pulang saja Kak kerumah, Syiffa enggak apa apa kok tinggal sendiri juga." Ucap Syiffa.


"Ngusir nih ceritanya? Enak banget iya setelah semuanya sudah aman saya diusir." Ucap Fattan pura pura kesal.


"Eh maaf Kak, saya tidak bermaksud ngusir Kakak tapi saya merasa kasihan saja lihat Kakak, besokkan harus kerja masa mau tidur di sofa kan enggak nyaman tidur disana. Mending tidur dirumah saja nyaman dan enak tidur dikasur." ucap Syiffa.


"Ternyata kamu peduli juga sama saya? Tapi enggak apa apa Kok Syiff, saya tidur sini juga demi menemani wanita cantik yang begitu sayang dan peduli sama Ibunya. Saya akan sangat beruntung bila dapat memilikimu Syiff!" Ucap Fattan.


"Apaan sih Kak terlalu berlebihan tau mujinya. Lagian itu sudah seharusnya seorang anak sayang dan peduli sama orangtuanya, bahkan seorang anak harus sebisa mungkin bisa membahagiakan kedua orangtuanya dan harus ingat selalu pengorbanan yang selama ini orangtua kita perjuangkan sampai sekarang tanpa mereka apalah kita." ucap Syiffa sambil menatap intens Fattan.

__ADS_1


"Iya saya setuju apa yang kamu katakan, tanpa mereka tidak mungkin kita bisa hidup seperti sekarang. Jasa keduaorangtua sangat besar untuk kita, sehingga kita tidak bisa membalas semua pengorbanan orangtua kita dengan mudah karena pengorbanan mereka tidak terhitung." ucap Fattan.


"Iya setuju Kak." ucap Syiffa ikut menimpali.


"Oya jadi gimana nih saya diterima enggak nih?" Tanya Fattan.


"Apaan sih Kak, kok malah nanya itu. Lagian kan Kak Fattan kasih waktu saya selama 2 hari untuk berpikir dulu." ucap Syiffa.


"Ternyata susah banget iya buat dapatin kamu. Emangnya kamu mau cari cowok kayak gimana sih? Masa cowok setampan saya, Pengusaha dan seorang cowok idaman wanita ditolak sih." ucap Fattan membanggakan diri sendiri.


"Ini bukannya di jawab malah mengalihkan pembicaraan. Lagian saya belum ngantuk Syiffa." Ucap Fattan sambil duduk santai di Sofa.


"Oya Kakak tahu enggak disini saya berhutang budi sama dua orang, Saya sangat berterima kasih sama kakak dan orang tersebut yang sudah membantu dalam biaya Ibu saya. Saya janji akan melunasi semuanya dan akan membayarnya kepada kakak dan orang tersebut." ucap Syiffa sambil tersenyum.


"Iya Syiff, santai sajalah lagian yang terpenting sekarang pikirin dulu kesembuhan Ibu kamu, kalau masalah biaya enggak usah banyak dipikirkan Syiff." ucap Fattan.

__ADS_1


"Iya terima kasih Iya Kak." Ucap Syiffa.


"Iya sama sama Syiff. Oya tadi kamu bilang ada 2 orang, emang satu orang lagi siapa?" Tanya Fattan.


"Saya juga enggak tahu orang tersebut siapa. Ketika saya tanya siapa orang yang sudah membayar biaya waktu itu pada suster, Suster pun menjawab sama tidak tahu karena namanya tidak disebutkan." Ucap Syiffa.


"Oh,, terus apa yang kamu lakukan bila tahu ketemu sama orang tersebut?" Tanya Fattan.


"Saya akan membayar semuanya kepada orang tersebut sesuai jumlah yang dibayarnya." Jawab Syiffa.


"Kalau dia menolak dan hanya minta kamu jadi istrinya gimana dong?" Tanya Fattan lagi.


"Ih Kak Fattan kalau bicara ngawur deh, mana mungkin ada orang yang ngajak nikah tanpa kenal terlebih dahulu dasar ngaco benar pertanyaannya." Ucap Syiffa sambil menatap Ibunya yang masih belum bangun juga.


Lalu ketika menatap Fattan dia pun tertidur di sofa. Syiffa mulai berjalan menghampiri Fattan dan membenarkan posisi tidurnya.

__ADS_1


saya benar tidak menyangka kalau Kakak itu bakal menyukaiku, lagi pula apa yang menarik dari diriku Kak sampai Kakak begitu suka sama saya. Saya juga jadi bingung harus menjawab apa nanti? Saya merasa kayaknya tidak cocok sama saya. lagi lupa kakakan pengusaha saya orang biasa batin Syiffa.


__ADS_2