
Keesokan harinya.
Fattan pun terbangun dari tidurnya, kemudian menatap jam dindingnya menunjukan pukul jam 6 pagi. Lalu menatap istrinya yang masih tertidur sambil mengusap lembut rambut Syiffa dan mencium kening istrinya.
Kamu makin hari makin manis sayang ucap Fattan sambil menatap istrinya kemudian beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju bathroom.
Setelah semuanya selesai, kemudian Fattan pun keluar dari bathroom. Dan melihat istrinya sudah bangun sedang duduk di sofa.
"Sayang, sudah bangun ternyata." Ucap Fattan saat melihat Syiffa sedang duduk di soffa.
"Iya kak. Oya kak, sekarang mau kerjakan?" Tanya Syiffa sambil menatap suaminya sedang mencari pakaiannya dilemari.
"Iya, hari ini ada rapat. Makanya harus masuk kerja." Ucap Fattan.
"Begitu ya kak." Syiffa sambil berjalan menghampiri suaminya.
"Iya sayang. Emangnya kenapa?" Tanya Fattan.
"Tidak kenapa napa kok kak, boleh saya ikut enggak kak ke kantor." Syiffa sambil memeluk suaminya dari belakang.
"Loh kamu itu kenapa Syiffa, kok tumben banget manja. Lagi sakit ya?" Tanya Fattan sambil membalikan tubuhnya sehingga kini mata mereka saling bertemu.
"Tidak sakit kok kak. Enggak tahu kenapa Syiffa pingin ikut ke kantor. Emang enggak boleh ya, Syiffa ikut?" Tanya Syiffa.
"Tentu saja boleh kok sayang. Tapi bagaimana dengan kuliahmu sayang, kan hari ini kamu harus kuliah." Fattan sambil mengusap lembut rambut istrinya.
"Ya libur sajalah kak. Bolehkan kak?" Syiffa dengan memohon.
"Oke. Ya sudah sekarang kamu mandi dulu sana," ucap Fattan.
"Oke. Baik kak." Syiffa sambil berlalu menuju bathroom.
Satu jam kemudian.
Syiffa dan Fattan pun, kini sudah siap untuk pergi menuju ke kantor.
"Ya sudah, ayo sayang masuk." Ucap Fattan sambil membukakan pintu mobilnya. Lalu dengan segera Syiffa pun masuk kedalam mobil. Setelah semuanya sudah siap, dengan segera Fattan pun menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkan rumahnya.
"Kak," panggil Syiffa kepada suaminya.
"Iya ada apa sayang?" Tanya Fattan sambil menatap Syiffa.
"Mmzz.. boleh enggak nanti saya ketemu sama pak Rendy?" Tanya Syiffa.
"Apa, ketemu sama pak Rendy? Enggak boleh. Kamu tidak boleh ketemu sama dia." Ucap Fattan sambil menatap kesal Syiffa.
__ADS_1
"Kenapa enggak boleh kak? Lagian saya pingin ketemu karena sudah lama tidak mendengar kabar pak Rendy dan cuma pingin mengobrol saja kok kak." Gerutu Fattan.
"Saya bilang tidak boleh, ya tidak boleh sayang." Geram Fattan.
"Tapi kak, kenapa enggak boleh kak? Lagian kan ketemu sama pak Rendy sama kak Fattan juga, tidak berduaan kok kak." Ucap Syiffa tiba tiba meneteskan airmatanya.
"Loh sayang kenapa kamu menangis? Lagian kamu aneh aneh saja tahu tidak, masa iya pingin ketemu sama si Rendy sih." Ucap Fattan sambil mengusap airmata istrinya yang membasahi pipinya.
"Saya juga tidak tahu kenapa Kak. kok tiba-tiba pengen ketemu sama Pak Rendy, mungkin ini Baby kita yang menginginkannya." Ucap Syiffa.
"Ada ada saja, ini orang yang lagi hamil ngidamnya aneh banget ya. Biasanya orang hamil pingin makanan yang asam dan pedas. Nah kamu kok ngidamnya begitu," ucap Fattan sambil menatap aneh istrinya.
"Ya sudah kalau kak Fattan tidak mengizinkan ya sudah tidak apa apa. Tapi Syiffa tetap pingin ketemu sendiri sama pak Rendy." Ucap Syiffa.
"Lagian siapa yang tidak mengizinkan kamu, bertemu dengan pak Rendy hah?" Tanya Fattan.
"Jadi maksud kakak, Syiff boleh ketemu sama pak Rendy gitu?" ucap Syiffa.
"Iya sayang." Jawab Fattan.
" Terima kasih kak." ucap Syifa sambil merangkul lengan suaminya dengan manja.
"Iya sayang." Jawab Fattan.
Para karyawan pun menyapa Fattan dan Syiffa saat mereka berjalan menuju ruangannya. Kini mereka pun sudah sampai diruangan tempat kerja Fattan.
"Selamat pagi Della," sapa Syiffa saat memasuki ruangan kerja dan mendapati Della sedang fokus dengan laptopnya.
"Eh Syiffa? Selamat pagi juga. Oya enggak kuliah Syiff?" Tanya Della.
"Enggak Dell, lagi males dan lagi pingin ikut suami ke kantor saja." Syiffa sambil menatap suaminya yang kini sudah berada di tempat kekuasaannya.
"Oh, gitu ya Syiffa. Oya katanya kamu lagi hamil ya Syiff? Selamat ya Syiffa, sekarang sudah jadi seorang Ibu." Ucap Della.
"Iya Dell, terima kasih. Oya, pak Ariff mana ya? Kok Syiffa tidak lihat dari tadi." Tanya Syiffa.
"Enggak tahu Syiff, lagian dari tadi juga saya tidak lihat pak Ariff tuh." Ucap Della.
"Lagian kamu ngapain sih nanya sih Ariff hah? Jangan bilang kalau kamu ngidam pingin ketemu sama si Ariff ya." Gerutu Fattan.
"Lagian siapa lagi yang ngidam pingin ketemu sama pak Arif hah? Lagian saya cuma basa basi saja kak nanyain dia." Syiffa sambil berjalan menghampiri suaminya.
"Baguslah kalau begitu." Ucap Fattan.
"Oya kak, boleh saya pesan makanan kan? Soalnya saya lapar nih," Syiffa kini sedang berdiri disamping Fattan.
__ADS_1
"Tentu saja boleh kok sayang. Apapun yang kamu mau, silahkan saja beli." Fattan sambil menatap Syiffa.
"Baiklah kalau begitu kak. Thank's kak." Ucap Syiffa lalu mengambil handphone nya dan mulai memesankan makananya.
"Oya sayang bentar lagi kakak ada rapat nih, kamu tunggu saja disini dan ingat jangan kemana mana." Ucap Fattan.
"Siap kak." Jawab Syiffa.
Lalu tiba tiba ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan.
"Selamat pagi semuanya." Ucap Ariff tiba tiba datang.
"Pagi juga." Ucap Syiffa.
"Eh, ternyata ada Syiffa disini ya? Lagian ngapain Syiff disini? Kamu mau berkerja lagi nih kayak dulu sebagai QC nih." Ucap Ariff sambil menatap Syiffa.
"Ogah banget kerja lagi, lagian punya suami sudah kaya nih. Jadi tidak perlu repot repot harus kerja." Ucap Syiffa menyombongkan diri.
"Ck, mentang mentang punya suami tajir jadi so-" ucapan Ariff tergantung saat Fattan menatap tajam dirinya.
"So apa hah?" Tanya Syiffa sambil menatap Ariff.
"Iya maksudnya so sweat, iya begitu hehe," ucap Ariff cengengesan.
"Ck, alasan mau bilang begitu. Kayak bukan mau berkata itu deh." Ucap Syiffa.
"Ya sudah kalau tidak percaya, terserah kamu saja." Gerutu Fattan.
"Sudah deh Riff, jangan cari gara gara duluan ah, kasihan baby boy saya nanti marah tuh." Ucap Fattan sambil menatap Ariff.
"Yaelah kenapa saya yang jadi disalahin sih. Jadi serba salah ya." Gerutu Ariff.
"Lagian-"
"Oya pak Fattan yang terhormat, sekarang ada jadwal rapat nih, dan harus secepatnya keruangan rapat soalnya para pengusaha sudah menunggu disana." Ucap Ariff sambil menatap Fattan.
"Baiklah kalau begitu. Oya sayang kamu tidak apa apakan, saya tinggal?" Tanya Fattan.
"Iya tidak apa apa kok kak. Lagian kan ada Della disini, jadi tidak sendirian kok." Ucap Syiffa.
"Ya sudah kalau begitu, saya mau keruangan rapat dulu ya sayang." Ucap Fattan.
"Iya kak," jawab Syiffa sambil mengganggukan kepalanya.
Kemudian Fattan dan Ariff pun berjalan menuju ruangan rapat dan kini ada Syiffa dan Della diruangan.
__ADS_1