Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Bab. 109


__ADS_3

"Maksud saya, gimana kalau kamu traktir makan malam saya?" ucap Fattan.


"Mmzz... Boleh juga tuh, jadi saya sudah enggak punya hutang lagi ya? Sudah lunas." ucap Syiffa.


Heem jawab Fattan.


"Saya tunggu iya diparkiran mobil iya pak?" ucap Syiffa.


"Ok, baiklah kalau begitu." jawab Fattan.


Lalu Syiffa pergi menunggu diparkiran, sedangkan Fattan masih ada sedikit pekerjaan yang belum selesai.


"Ayo kita berangkat!" ucap Fattan yang tiba tiba datang ke parkiran mobilnya.


"Ayo siaplah Pak!" jawab Syiffa.


"Jangan panggil bapak, lagian ini bukan diperusahaan." Ucap Fattan.


"Iya maaf Pak, eh maksudnya Kak." Ucap Syiffa.


"Oya kita mau rencana makan dimana?" Tanya Fattan yang sedang melajukan mobilnya.


"Gimana kalau kita makan dipinggir sana?" ucap Syiffa sambil menunjuk tempat tersebut.


"What, masa kita mau makan disana sih?" Tanya Fattan.


"Loh emangnya kenapa Kak?" lagian bosen kita makan direstoran, di cafe. Jadi kita coba saja dipinggir jalan ucap Syiffa.


"Tapi saya tetap enggak mau, gimana dong?" ucap Fattan.

__ADS_1


"Saya tahu nih, kenapa Kak Fattan enggak mau makan dipinggir jalan?" lagian nyantai saja Kak, makanannya juga higenis dan aman kok kak. Kali kali cobian makanan rakyatlah, enak loh ucap Syiffa.


"Enggak mau!" Ucap Fattan.


"Ya sudah, kalau memang enggak mau ambil saja nih uangnya." Ucap Syiffa sambil menyodorkan uang tersebut.


"Ya sudah, ayo kita turun makan disana!" ajak Fattan.


"Nah gitu dong Kak, lagian enggak bakal nyesel loh makan disana, Di jamin bakal ketagihan terus deh Kak. " ucap Syiffa.


"Baiklah saya akan coba, itu juga karena kamu yang memaksa." ucap Fattan.


Hehehe.... "Tapi saya pingin Kak Fattan sekali kali cobain makanan rakyat, di jamin enak banget deh." ucap Syiffa.


"Iya baiklah terserah kamu saja deh, bawel bener kamu tuh jadi wanita." ucap Fattan.


"Biarin saja lagian kata orang tuh bilang, kalau wanita bawel itu tipe orang yang suka ngangenin loh." ucap Syiffa.


"Kok kita jadi berantem mulu sih, kapan mau pesenin makanannya?" sudah ah, bentar iya Kak pesenin makanannya ucap Syiffa.


Heem... Ucap Fattan sambil mengganggukan kepala.


Lalu Syiffa pergi untuk memesankan makanannya.


"Pak pesen dua porsi iya Pak." ucap Syiffa kepada pedagang.


"Iya baik Neng, bentar iya." ucap Pedagang tersebut.


"Iya Pak!" jawab Syiffa.

__ADS_1


"Ini Neng, sudah jadi makanannya." ucap Pedagang sambil memberikan dua mangkuk makanan tersebut.


"Makasih iya Pak." ucap Syiffa kepada pedagang.


"Nih Kak makanannya, coba deh enak loh." ucap Syiffa.


"Ini makanan apa namanya? Sungguh aneh sekali." tanya Fattan.


"Bukannya aneh Kak, tapi Kak Fattan baru lihat makanan seperti ini." emang benar iya, kalau orang kaya mah anti banget deh makanan rakyat. Ini namanya Batagor!" ucap Syiffa.


"What, Ba-batagor? Gimana rasanya? sungguh aneh namanya juga." Ucap Fattan.


"Coba saja kalau pingin tahu rasanya gimana, enak loh!" ucap Syiffa.


"Oke, saya akan coba!" ucap Fattan sambil dengan sedikit ragu ragu menyuapkan makanan tersebut.


"Gimana Kak, enakkan?" Tanya Syiffa.


"Iya benar Syiff, enak banget!" Ucap Fattan yang sedang menikmati makanan tersebut.


Tuh kan, apa yang saya bilang. Di jamin enggak nyeselkan Kak Ucap Syiffa.


Heem... "Tapi benerkan, ini higenis dan aman buat di makan?" Tanya Fattan.


"Iya benerlah Kak, ngapain bohong, Lagian ini sudah langganan saya dari dulu." Ucap Syiffa.


"Oh begitu iya." ucap Fattan.


"Heem.." Ucap Syiffa sambil mengganggukan kepala.

__ADS_1


Lalu mereka pun menikmati makanan tersebut.


__ADS_2