
"Bu sebenarnya ada apa sih, menyuruh kita untuk menunggu disini?" Tanya Fattan yang kini sedang duduk di ballroom.
"Kan tadi Ibu sudang bilang, ada kejutan nih untuk menantu Ibu yang cantik ini." Ucap Bu Angel sambil mengusap lembut rambut menantunya.
"Emangnya kejutan apa Bu?" Tanya Fattan lagi.
"Ya namanya kejutan, pasti rahasialah. Kamu itu gimana sih Fattan." Bu Angel merasa gemas dengan tingkah anaknya.
"Yaelah ada ada saja, Ibu Ibu zaman now suka main rahasian ya. Jangan jangan Yah, Ibu dibelakang suka main rahasia rahasian nih Yah." Ucap Fattan mencoba mengompori Ayahnya sendiri.
"Ih kamu itu jangan jadi kompor dong Nak, malah manas manasin Ayahmu lagi. Lagian siapa bilang Ibu main rahasia rahasian hah? Kualat loh jadi anak bicara begitu ah." Gerutu Bu Angel sambil menatap tajam Fattan.
"Maaf Bu, jangan m arah dong. Lagian Fattan cuma bercanda kok Bu hehe," Fattan sambil cengengesan.
"Tapi tidak lucu tuh bicara seperti itu. Untung saja Ayahmu percaya sama Ibu, karena Ibu ini setia sama Ayahmu." Ucap Bu Angel sambil menatap Ayah Anwar.
"Iya Ibu di depan kita bilang begitu, tapi tidak tahu di belakang apakah Ibu benar benar setia, entahlah." Ucap Ayah Anwar.
"Tuh Ibu dengarkan, Ayah bilang apa tuh. Katanya percaya sama Ibu tapi mana buktinya, Ayah malah bicara begitu." Sindir Fattan.
"Loh kenapa Ayah jadi bicara begitu? Lagian Ibu serius nih setia sama Ayah." Ucap Bu Angel sambil menatap Ayah.
"Yang benar saja setia, paling setiap tikungan ada tuh Yah hahaha," ucap Fattan tertawa terbahak bahak.
"Fattaaaan! Kamu jadi anak kurang ajar ya, makin mengompori Ayahmu ya." Bu Angel sambil menjewer telinga Fattan.
"Aduh Ibu sakit nih, lepasin dong." Gerutu Fattan karena kesakitan.
"Makannya jangan jadi kompor dong, lagian bilang sama Ayahmu biar tidak salah paham kalau Ibu ini benar benar setia," ucap Bu Angel sambil melepaskan tangannya yang menjewer telinga Fattan.
"Ayah-"
"Iya lagian Ayah juga percaya kok, kalau Ibumu itu pastinya setia. Sudah Ayah mau ke kamar dulu ya, mau tidur duluan." Ucap Anwar sambil berjalan meninggalkan Fattan, Syiffa dan istrinya. Kebetulan Bu Nina sudah pulang duluan, karena tadi karyawannya menelpon ada seseorang yang ingin menemui dirinya.
"Itu Ayahmu kenapa Tan? Tadi bilang tidak percaya, nah sekarang bilang percaya. Sungguh aneh banget ya Ayahmu." Gerutu Bu Angel sambil menatap kepergian suaminya.
"Sudahlah Bu, ngapain dipikirin. Yang penting Ayah sudah percaya sama Ibu." Ucap Syiffa.
"Iya juga ya sayang, apa yang kamu katakan." Ucap Bu Angel sambil menatap menantu kesayangannya.
"Oya Bu katanya ada suprise, tapi mana Bu? Dari tadi nungguin nih lama banget." Gerutu Fattan.
"Kamu itu pria loh Fattan, tapi bibirmu bawel banget kayak bebek nyerocos mulu kalau bicara." Sindir Bu Angel.
__ADS_1
"Yaelah Bu, kok anak sendiri disamain sama bebek sih, masa ganteng ganteng disamain sama bebek sih. Ibu ini, gimana sih ah," ucap Fattan merasa kesal.
"Tapi emang kenyataanya kamu seperti itu kok. Sudah cape berdebat sama kamu mah Tan," ucap Bu Angel.
Tiba tiba ada pak Toni datang menghampiri mereka.
"Maaf nyonya mengganggu, itu ada seseorang yang ingin bertemu dengan nyonya." Ucap Pak Toni.
"Siapa?" Tanya Fattan.
"Tidak tahu Den, dia cuma bilang pingin bertemu dengan Nyonya." Jawab pak Toni.
"Ya sudah, terima kasih ya pak Toni." Ucap Bu Angel.
"Iya Nyonya, kalau begitu saya permisi." ucap pak Toni sambil berjalan menuju ke luar.
"Ibu, awas jangan bilang kalau yang ingin menemui Ibu itu selingkuha loh." Ucap Fattan.
"Husstt.. kamu itu ngaco ya kalau bicara. Lagian Ibu juga tidak tahu siapa yang datang," gerutu Bu Angel.
"Awas saja kalau bohong Bu," gerutu Fattan sambil menatap Ibunya berjalan menuju gerbang pintu.
"Husst.. kak Fattan, enggak boleh berbicara begitu sama Ibu ah, tidak baik tahu." Ucap Syiffa sambil menatap suaminya.
"Maaf, Bapak cari siapa ya?" Tanya Bu Angel yang kini sudah berada diluar dan menemui seseorang tersebut.
"Apakah Ibu, yang bernama Ibu Angel?" Tanya seseorang tersebut.
"Iya Pak. Bapak siapa ya? Kenapa tahu alamat saya dan nama saya?" Tanya Bu Angel.
"Kenalkan Bu, nama saya Tian seorang kuli untuk mengantarkan barang barang yang Ibu pesan." Ucap Tian.
"Pesanan saya sudah sampai nih?" Tanya Bu Angel.
"Iya sudah Bu, barangnya ada di dalam mobil Bu." Jawab Tian seorang kuli.
"Ya sudah, biar nanti pak Toni sama pak Bambang ngambil barangnya." Ucap Bu Angel.
"Baik Bu, ya sudah kalau begitu saya pamit permisi ya Bu." Ucap Tian.
"Iya silahkan." Jawab Bu Angel sambil menatap Tian.
"Pak Bambang, pak Toni." Teriak Bu Angel saat melihat mereka sedang asyik mengobrol. Lalu Pak Toni dan pak Bambang pun berjalan menghampiri Bu Angel.
__ADS_1
"Iya Bu, ada apa memanggil saya?" Tanya pak Toni.
"Tolong ambilkan barang barang yang ada di dalam mobil sana." Ucap Bu Angel.
"Baik Bu," jawab pak Toni dan pak Bambang bersamaan. Kemudian pak Bambang dan pak Toni pun berjalan menuju mobil yang dimaksud oleh Bu Angel.
"Bu barangnya mau ditaruh kemana Bu?" Tanya pak Toni saat sudah selesai membawa barang barangnya didalam mobil.
"Kamu bawa barang itu ke ballroom, disana ada Syiffa dan Fattan dan simpan disana." Ucap Bu Angel.
"Baik Bu," jawab pak Toni. Lalu mereka pun berjalan menuju ballroom dimana Syiffa dan Fattan berada.
"Barang apaan ini pak Toni?" Tanya Fattan saat melihat pak Toni dan pak Bambang membawa barang barang tersebut disimpan di depannya.
"Saya juga tidak tahu Den, ini semua Nyonya yang nyuruh membawakan barang kesini." Ucap pak Bambang.
"Itu kejutan tuh yang Ibu kasih buat Syiffa," ucap Bu Angel yang tiba tiba datang berjalan menghampiri Fattan dan Syiffa.
"Oh jadi kejutan ini maksud Ibu itu." Ucap Fattan.
"Iya Tan." Ucap Bu Angel.
"Boleh saya buka Bu barangnya?" Tanya Syiffa.
"Tentu saja boleh sayang, lagian itu kan untuk kamu," jawab Bu Angel.
"Ya sudah ayo sayang, ayo kita buka barangnya." Ucap Fattan. Lalu Fattan dan Syiffa pun membuka satu persatu barang tersebut.
"Ibu, ini benaran buat Syiffa?" Tanya Syiffa merasa tidak percaya.
"Tentu saja sayang buat kamu. Bagus bagus kan bajunya? Itu hadiah buat cucu Ibu." Ucap Bu Angel sambil tersenyum kepada Syiffa dan mengusap perut Syiffa yang masih rata.
"Terima kasih Bu, banyak banget barangnya. Lagian kan Syiffa masih lama mau melahirkannya juga, tapi Ibu sudah sekarang belanjanya." Ucap Syiffa.
"Tidak apa apa sayang, habisnya pada lucu lucu tuh baju sama celananya makanya Ibu pingin beli." Ucap Bu Angel.
"Ya sudah kalau begitu, terima kasih banyak Bu," ucap Syiffa.
"Iya sama sama sayang. Karena barangnya sudah datang, Ibu permisi dulu mau tidur nih ngantuk." Ucap Bu Angel.
"Iya Bu," jawab Syiffa.
Lalu Bu Angel pun pergi berjalan menuju bedroom dan meninggalkan Syiffa dan Fattan berduaan yang kini masih sedang asyik mengobrol.
__ADS_1