Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.177


__ADS_3

'Cup'


Fattan pun mulai menyentuh kembali bib*r manis milik Istrinya. Kemudian melakukan hal yang sama seperti tadi melum*tnya\, menji**tnya dan saling menukar sal*vanya masing masing sehingga sampai menikmati ci*mannya dan kini mereka berdua merasakan hasrat yang tinggi dan panas di area tubuhnya karena akibat rangsangan.


"Sayang bolehkan?" Tanya Fattan kepada Istrinya.


"Tentu saja Kak," jawab Syiffa sambil mengaggukkan kepala.


Lalu dengan cepat Fattan pun membuka baju miliknya dengan tergesa gesa saking semangatnya kemudian membuka semua baju Istrinya yang menempel ditubuhnya. Kini mereka pun dengan keadaan tubuh polosnya tanpa ada benang yang tersisa. Karena sudah tidak sabar lagi dan tidak bisa menahan hasratnya lalu Fattan pun dengan segera mulai melakukan penyatuannya.


"Kak pelan pelan sakit?" Ucap Syiffa saat milik Fattan memasuki area int*m miliknya.


"Tahan sebentar sayang, enggak bakal lama kok sakitnya," ucap Fattan sambil mengusap airmata Syiffa karena kesakitan.


"Iya Kak, ahhh.... Kak," ucap Syiffa merasa kesakitan ketika milik Fattan memasukinya lebih dalam dan ketika melihat bercak darah Fattan pun menghentikannya karena tidak tega melihat Syiffa kesakitan dan mengeluarkan airmata padahal masih belum sampai puncak kenikmatan.


"Loh kenapa Kakak melepaskannya?" Tanya Syiffa karena tahu suaminya belum puas menikmatinya.


"Enggak Sayang, saya tidak tega melihat kamu menangis karena kesakitan." Ucap Fattan bangun dari tubuh Syiffa dan duduk di atas kasur membelakangi Istrinya tanpa peduli dengan tubuh polosnya.


"Kak maafin Saya. Syiffa menangis bukan karena tidak mau berhubungan dengan Kakak tapi Syiffa cuma kesakitan saja Kak, maafin Syiffa Kak, cobalah sekali lagi," ucap Syiffa sambil memeluk suaminya dari belakang dengan sama sama tubuh polosnya tanpa memakai benang sedikit pun.


"Tidak Sayang, ka-"


"Ayolah Kak jangan seperti ini, Kakak tahu kan menangis ketika pertama kali melakukan hubungan int*m itu wajar Kak, berarti itu menandakan bahwa saya ini masih perawan dan masih suci Kak, dan Kakak juga lihat tadi ada sebercak darahkan?" Tanya Syiffa masih dengan memeluk suaminya dari belakang.


"Iya Sayang\, tapi-" ucapan Fattan tergantung saat tiba tiba merasakan sentuhan lembut mengenai jenjang lehernya ternyata Syiffa sedang menci*mi area jenjang lehernya sehingga membuat Fattan kembali bergairah dan panas. Lalu dengan segera Fattan pun membawa Syiffa dan mentidurkannya di atas kasur. Kemudian menghimpit tubuh Syiffa dan menci*mi jenjang leher milik Syiffa inci demi inci hingga meninggalkan bekas merah dilehernya dan dengan segera Fattan pun melakukan penyatuannya karena hasratnya yang sudah bergejolak.

__ADS_1


"Sayang maaf ya?" Ucap Fattan kepada Istrinya karena pasti kesakitan.


"Tidak apa apa Kok Kak," ucap Syiffa dengan menahan rasa sakit saat milik suaminya memasuki miliknya.


"Ah... Kak.. ah..." Syiffa pun mendesah saat rasa sakitnya berkurang dan merasa nikmat saat milik Fattan menyentuh miliknya dengan lembut.


"Kenapa Sayang?" Tanya Fattan yang masih menikmati dengan penyatuannya. Lalu menci*m lembut bib*r Istrinya.


"Syiffa sudah tidak tahan Kak ah.. ah.. " ucap Syiffa mendesah kembali lalu kedua tangannya merangkul leher suaminya


Lalu Fattan pun semakin semangat memompa milikinya ke milik Syiffa ketika Istrinya mendesah. Karena sama sama sudah mencapai nikmatnya surga dunia. Lalu milik Fattan pun mengeluarkan abu putih yang menyeburkan ke dalam milik Istrinya. Dengan segera Fattan pun melepaskan penyatuannya. Lalu Fattan pun menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Istrinya.


"Terima kasih sayang," ucap Fattan sambil mencium lembut bibir Istrinya dan menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Syiffa.


"Iya Kak. Oya Kak minggirlah berat sekali nih tubuh Kakak tidur diatas tubuhku," protes Syiffa.


"Sorry sayang hehe," ucap Fattan cengengesan lalu bangun dari atas tubuh Syiffa dan tidur kembali di samping Istrinya.


.


.


"Oya Bi, Syiffa sama Fattan mana ya?" Tanya Ibu Nina saat sudah sampai di rumah besannya tidak melihat anak dan menantunya.


"Enggak tahu Bu, kan sama saya juga baru sampai ke sininya," ucap Bi Ati sambil menatap Bu Nina.


"Eh iya lupa Bi hehe," ucap Bu Nina sambil menepak jidatnya dengan tangan.

__ADS_1


"Mungkin lagi malam pertama kali dikamarnya Bu, maklumlah namanya juga pengantin baru pasti pinginnya nempel terus Bu Nina." Ucap Bu Angel yang baru juga sampai dirumahnya.


"Eh benar juga ya Ibu Angel tapi ini masih jam 20.00 wib Bu Angel," ucap Bu Nina sambil menatap jam dinding.


"Ya namanya pengantin baru tidak tahu waktu jam berapa sekarang, lagian pasti kita juga ngalaminan juga bukan hihihi," ucap Bu Angel sambil menatap  Bu Nina.


"Benar juga ya Bu Angel hihihi," ucap   Bu Nina sambil cengengesan.


"Oya Bi Ati, jangan lupa nanti anterin makan malamnya buat mereka ya Bi," ucap Bu Angel.


"Iya baik nyonya," ucap Bi Ati sambil menatap majikannya.


"Ya sudah kalau begitu saya duluan ya Bu Nina  ke kamarnya," ucap Ibu Angel sambil tersenyum.


"Iya silahkan Bu Angel," jawab Bu Nina.


Lalu Ibu Angel pun berjalan menuju kamarnya meninggalkan besannya dan Bi Ati.


"Oya Bi Ati, kayaknya orangtua Nak Fattan baik banget ya?" Tanya Bu Nina.


"Tentu saja Nyonya Angel sama Tuan Anwar sangat baik Bu, bahkan mereka sampai mengkuliahkan anak saya sekarang," jawab Bi Ati. Asisten rumah tangga dan sudah mengabdi selama 13 tahun.


"Wah mulia banget ya Bi mereka. Pantesan saja rezekinya lancar terus dan kekayaannya banyak terus ternyata mereka orangnya baik juga tuh," ucap Bu Nina


"Betul banget tuh Bu," jawab Bi Ati.


"Ya sudah kalau gitu, saya permisi ya Bi, ngantuk dan cape nih pingin tidur, lagian besok saya harus pulang ke kampung saya lagi," ucap Bu Nina..

__ADS_1


"Iya silahkan Bu," jawab Bi Ati. Lalu Bu Nina pun berjalan menuju kamarnya. Kini tinggal Bi Ati seorang.


Oya tadi Nyonya suruh saya buat nganterin makanannya buat Den Fattan dan Non Syiffa. Ya sudah Saya balik ke dapur untuk masak makanan buat mereka gerutu Bi Ati sambil berjalan ke dapur untuk memasak makanan malam untuk Fattan dan Syiffa.


__ADS_2