Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.90


__ADS_3

"Namaku Syiffa Septiyani pak!" ucap Syiffa.


"Oh, jadi namanya Syiffa, bagus juga tuh namanya. Oya mulai hari ini, detik ini juga kamu jadi sekretaris saya , kamu mengerti ?" Ucap Fattan.


"I-iya pak mengerti!" Tapi maaf pak saya--


"Tenang aja , kamu enggak usah khawatir begitu, sebelum 3 hari bu imel ini pensiun, maka dia akan mengajari kamu lebih dalam lagi." agar kamu lebih paham lagi apa itu tugas dari seorang sekretaris, hal hal apa aja yang meski harus di kerjakan dan yang tidak boleh. "Bu imel sekarang juga beri dia arahan dan jelaskan sama dia." ucap Fattan memotong pembicaraan Syiffa.


"Iya baik pak." ucap Bu Imel.


kok dia bisa tau iya , apa yang ada dipikiran aku, lagian aku ikutan testing enggak berniat jadi sekretaris dia. Siapa suruh harus aku jadi sekretarisnya batin Syiffa.


"Dan ini berkas berkas yang harus kamu kerjakan, untuk sementara kamu akan di bantu sama bu imel." ucap Fattan sambil menyerahkan berkas berkasnya.


"Baik pak" ucap Syiffa.


"Ya sudah kalau begitu, aku permisi dulu. Bu imel ajarin dia sampai dia benar benar paham." ucap Fattan.


"Baik pak." ucap Bu Imel.


Lalu Fattan pun pergi meninggalkan ruangannya karena ada meeting sekarang. Sedangkan Syiffa sibuk mengerjakan berkas yang tadi di berikan serta di bantu Bu Imel.

__ADS_1


"Terima kasih iya Bu, sudah bantuin syiffa." ucap Syiffa.


"Iya sama sama, itu sudah tugas saya sekarang membantu dan mengajari kamu sampai paham sebelum lusa saya pensiun." ucap ibu imel.


"Oya kalau boleh tau, ibu sudah berapa lama kerja disini?" tanya Syiffa.


"Ibu sudah hampir 35 tahun kerja di sini." jawab Ibu Imel.


"Betah banget bu kerja disini, lumayan lama lagi kerja nya. Pasti pak anwar adijaya baik orangnya sehingga ibu betah bener jadi sekretarisnya pak anwar." ucap Syiffa.


"Iya ibu harus betah betahin Syiff kerja disini demi menghidupi keluarga ibu. Lagian pak anwar adijaya emang baik, suka menghormati sesama karyawannya," dan cepat merespon keluhan dari para pegawai karyawannya ucap Ibu Imel.


Wah beruntung banget iya bu dipimpin sama atasan yang baik , "sedangkan syiffa enggak tau Pak Fattan kayak gimana, yang Syiffa kenal dia itu orangnya galak, suka seenaknya." ketus Syiffa.


"Iya benar juga iya bu, apa yang dikatakan Ibu ," ucap Syiffa.


"Sudah sekarang ini bereskan kerjaannya, kamu sudah paham sepertinya kalau Ibu amati." ucap Ibu Amel.


"Iya Bu, tapi Syiffa masih butuh bimbingan ibu, biar syiffa lebih paham lagi." ucap Syiffa.


"Iya siap Syiff," pastinya ucap Ibu Imel.

__ADS_1


Lalu Syiffa pun melanjutkan berkasnya lagi bersama Ibu Imel.


 


Di tempat lain,


"Eh Cin kamu tau enggak??, sekretarisnya Pak Fattan yang sekarang siapa?" tanya Mela.


"Mana aku taulah Mel, lagian aku kesel nih, aku testing interview bagian sekretaris kok malah bagian staff manager." ucap Cindy merasa kesal.


"Loh, bukannya bagus bagian staff manager dari pada sekretaris, aneh deh kamu Cin." ucap Mela.


"Iya karena aku pingin dekat dengan pengusaha muda itu pak fattan, itu alasannya kenapa aku pingin jadi bagian sekretaris, siapa tau kan dia bisa jadi milik aku." ucap Cindy.


"Loh, bukannya kamu naksir sama pak ariff?" tanya Cindy.


"Enggak jadi, karena ada jauh yang lebih ganteng, pinter dan pastinya tajir yaitu pak Fattan!" ucap Cindy.


"Huh dasar kamu Cin, dulu ketika dia pura pura jadi assiten manager kamu enggak mau, pingin sama pak Ariff, sekarang ---"


"Masa bodoh, oya kamu tadi bilang siapa yang jadi sekretaris pak fattan sekarang, emang kamu tau?" ucap Cindy memotong pembicaraan Mela.

__ADS_1


"Iya tau lah cin, kamu tau siapa dia, dia adalah Syiffa yang dulu ngobrol di kantin sama Pak Ariff." ucap Mela.


"Whatt Syiffa?" ucap cindy merasa terkejut.


__ADS_2