Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 91


__ADS_3

"Kamu pasti bercanda kan mel? Mana mungkin bocah itu bisa jadi seorang sekretaris Pak Fattan, sungguh lucu." ucap Cindy.


"Aku serius Cin, tatap mata aku, enggak berbohongkan cin? Ngapain sih aku bohongin kamu." ucap Mela.


"Emang nya kamu punya bukti kalau dia jadi sekretaris? Terus kata siapa bocah itu jadi sekretaris?" Ucap Cindy.


"Enggak punya bukti sih, tapi aku serius. Tadi aku enggak sengaja jalan lewat ruangan pak fattan, aku lihat ada syiffa dan bu ida tadi jalan menuju ruangan Pak Fattan." kirain aku mau ngapain, aku intip bentar dan mendengar pembicaraan mereka. "Aku juga merasa terkejut enggak percaya kalau dia bakal jadi sekretarisnya." ucap Mela.


"Aku juga aneh deh mel, masa dia cuma karyawan di bawah kita, cuma seorang QC, kok bisa sekarang dia jadi sekretaris, ini ada yang enggak beres nih." ucap Cindy.


"Iya aku juga sependapat sama kamu cin, atau jangan jangan dia pakai pelet lagi untuk menarik perhatian para atasan kita." ucap Mela.


"Tau ah, tambah pusing aku nih, lihat aja aku enggak bakal biarin bocah itu dekat dengan pak Fattan, aku akan buat dia enggak betah kerja disini." ucap Cindy sambil tersenyum tipis.


"Setuju Cin." ucap mela ikut menimpali.


"Ya sudah yuk mel kita istirahat, kita pergi ke kantin." ucap Cindy sambil melihat jam tangannya.


"Ya sudah yuk cin." ucap Mela.

__ADS_1


Lalu Cindy dan mela pun pergi ke kantin untuk makan, karena waktu menunjukan jam istirahat.


-


Di tempat lain,


"Hey Syiffa sini...." Ucap Nurul yang sedang duduk ditempat meja makannya.


"Iya Nur" ucap Syiffa sambil berjalan menuju arah meja Nurul sambil membawa napan makanan.


"Oya gimana tadi kerjanya, betahkan di tempat yang baru?" Tanya Nurul.


"Iya begitulah Nur, baru juga awal kerja disana." ucap Syiffa.


"Kalau aku bilang, pasti kamu enggak bakal percaya deh." ucap Syiffa.


"Kok gitu sih Syiff bicaranya. Iya pastilah percaya, masa aku enggak percaya sama kamu sih." ucap Nurul.


"Sebenarnya sih Nur, aku kerja jadi sekretaris nya Pak Fattan." ucap Syiffa.

__ADS_1


"Whatt?" Ucap nurul merasa terkejut karena tidak percaya.


"Tuh kan, aku bilang apa kamu pasti enggak bakal percaya." ucap Syiffa.


"Bukan enggak percaya Syiff, tapi aku kaget aja. Kok kamu bisa iya jadi sekretarisnya Pak Fattan?" ucap Nurul.


"Mana aku tau Nur, lagian aku juga aneh deh, padahal aku kemaren ikut testing interview bukan bagian sekretaris, tapi napa kok sekarang...." Ucap Syiffa sengaja menggantung perkataannya.


"Sudahlah Syiff, enggak apa apa kok bagian sekretaris juga, yang penting kamu dapat gajih, lagian kerja bagian sekretaris Pak Fattan, gajihnya besar loh." ucap Nurul.


"Tau ah Nur, lagian aku enggak mikirin gajih besar atau enggak, cukup kerja disini bisa memenuhi keluargaku itu sudah cukup!" ucap Syiffa.


"Bagus kalo gitu mah Syiff, oya makan dulu tuh makanannya kok malah dilihat mulu." ucap Syiffa.


"Iya ini juga mau kok, kan tadi kamu ngajak ngobrol dulu otomatis aku tunda dulu makannya." ucap Syiffa.


"Hehe gitu ya, maaf iya Syiff." ucap Nurul.


"Iya enggak apa apa kok, ya sudah aku makan dulu iya, kan kamu sudah hampir habis makannya tuh." ucap Syiffa.

__ADS_1


"Iya syiffa cantik." ucap Nurul.


Lalu Syiffa pun melanjutkan makannya yang tadi tertunda karena ngobrol mulu.


__ADS_2