
"Ya sudah yuk sayang mari kita keluar," ucap Fattan saat sudah sampai di semua Mall.
"Ya Kak," jawab Syiffa sambil menganggukan kepala.
Lalu mereka pun keluar dari mobil dan berjalan menuju sebuah Mall.
"Oya sayang kamu mau beli apa?" Tanya Fattan saat sudah berada disebuah pusat pakaian, sepatu dan perhiasan.
"Entahlah Kak, saya juga bingung mau beli apa ya?" Tanya Syiffa merasa bingung sendiri.
"Kamu itu aneh sekali ya, dimana mana biasanya tuh cewek kalau ke Mall pasti langsung beli baju, celana, sepatu, tas pokoknya banyak deh. Tapi kenapa kamu sendiri malah bingung tidak seperti cewek lain," gerutu Fattan.
"Heh dengar ya Kak, setiap cewek itu beda beda kali jadi jangan samakan saya dengan cewek lain dong, saya tidak seperti kebanyakan cewek seperti itu." gerutu Syiffa merasa kesal.
"Benar benar ini cewek aneh banget ya. Padahalkan nanti saya yang akan bayarin semuanya bukan dia. Kalau cewek lain mah pasti bakal senang saya traktirin." ucap Fattan sambil mengelengkan kepala.
"Kak kita kesana yuk," ajak Syiffa sambil menunjuk ke tempat pakaian.
Lalu Fattan pun menuruti kemauan Syiffa dan berjalan menuju tempat yang dimaksud.
"Kak lihat ini cantik banget ya Kak, terus yang itu juga cantik juga bajunya," ucap Syiffa sambil memegang baju tersebut.
"Kamu suka Syiffa?" Tanya Fattan.
"Ya Kak," jawab Syiffa sambil menganggukan kepala.
"Ya sudah ambil saja kalau memang kamu suka!" ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Seriusan Kak?" Tanya Syiffa.
"Heem.. " Jawab Fattan sambil menganggukan kepala.
"Terima kasih kak," ucap Syiffa. Lalu ketika melihat harganya Syiffa merasa terkejut.
Ya ampun ini enggak salah lihatkan harga bajunya? mending uangnya saya beli pakai beras, beli sayuran dan buat kebutuhan sehari hari. bayangin saja beli lima pakaian ini bisa kebeli motor tuh batin Syiffa .
"Gimana Sayang mana saja yang akan kamu ambil pakaiannya," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Eh enggak jadi Kak belinya hehe," ucap Syiffa cengengesan.
__ADS_1
"Loh kenapa sayang? Bukannya tadi kamu bilang suka baju itu ya sudah ambil saja," ucap Fattan.
"Kan tadi sudah dibilangin tidak jadi!" ucap Syiffa.
"Iya kenapa sayang? Sudah sini saya kasih sama pelayan saja bajunya," ucap Fattan sambil mengambil baju tersebut.
"Enggak usah Kak lebih baik kita pergi saja dari sini Kak, lagian harganya mahal banget Kak mending pakai buat kebutuhan sehari hari saja uangnya," bisik Syiffa dan menarik Fattan dari tempat tersebut.
"Ck bagi saya itu uang segitu tidak ada apa apanya. Lagian saya tidak keberatan kok kamu mau beli baju itu juga bahkan mau sepuluh juga tidak masalah," ucap Fattan.
"Ih ini orang sombong banget So belagu lagi mentang mentang anak pengusaha jadi so pamer," gerutu Syiffa merasa sebal melihat Fattan.
"Loh emangnya kenapa Sayang? Lagian saya sengaja ngomong gitu biar kamu senang hati dan belanja apa yang kamu mau lagian juga kan saya yang bayar," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.
"Tapi bagi saya sangat menyayangkan uang sebanyak itu harus dipakai belanja pakaian, sepatu, tas dan yang lain deh pokoknya. Mendingan uangnya dipakai buat bantu untuk orang orang yang benar benar membutuhkan Kak, di luar sana banyak tuh Kak orang orang yang hidupnya memprihatinkan dan butuh bantuan kita," ucap Syiffa sambil menatap Fattan.
"Saya salut sama kamu, Kok bisa berpikiran begitu sih? Dan kamu ternyata tidak seperti cewek lain yang biasanya suka memanfaatkan keadaan," ucap Fattan.
"Lagian itu juga Ibu saya yang suka ngajarin dan ngingetin Kak untuk hidup berbagi dan jika kalau saya punya rezeki lebih suka disuruh untuk disumbangkan ke anak yatim piatu Kak," ucap Syiffa.
"Ibumu ternyata hebat ya bisa mendidik kamu dengan baik dan menjadi wanita dengan hatinya yang begitu mulia," ucap Fattan sambil tersenyum.
"Oke baiklah kalau begitu." ucap Fattan sambil berjalan mengikuti langkan Syiffa.
Di setiap jalan Syiffa hanya menelan salivanya dengan susah payah saat melihat sepatu, pakaian dan tas yang begitu bagus. Sebenarnya Syiffa tidak munafik pingin membeli semua barang yang dia mau. Tapi apalah daya bagi seorang Syiffa yang hidupnya sederhana lebih memelilih memanfaatkan uang tersebut dari pada dipakai beli barang barang yang harganya sangat mengejutkan.
"Sayang kita mau kemana lagi sih? Saya cape tahu ngikutin kamu jalan kesana kesini tapi kamu tidak beli apa apa sama sekali. Sebenarnya kamu mau beli apa sih?" Tanya Fattan merasa kesal mengikuti Syiffa berkeliling tapi tidak beli apa apa.
"Sebenarnya saya tidak mau beli apa apa sih Kak, cuma pingin berkeliling saja untuk lihat lihat di Mall itu ternyata bagus juga dan harganya itu ya ampun kebangetan ya Kak hehe." ucap Syiffa cengengesan.
"Yaelah kamu itu benar benar menyusahkan saya ya. Saya bela belain loh ngikutin kamu tahu enggak." ucap Fattan benar benar kesal.
"Maaf Kak hehe," ucap Syiffa cengengesan.
"Sekarang mau kemana nih?" Tanya Fattan pada Syiffa yang kini berada di luar pintu Mall.
"Saya mau ke tempat Eskrim Kak yang menyediakan banyak variasi. Gimana boleh ya Kak?" Tany Syiffa.
"Mmzz.. baiklah kalau begitu. Kita berjalan ke arah situ Syiff, tidak jauh kok tempatnya dari sini. Disana banyak banget menyediakan eskrim dengan banyak variasi." ucap Fattan.
__ADS_1
"Ya sudah yuk kita kesana, Syiffa sudah tidak sabar nih pingin menikmati eskrim ," ucap Syiffa.
Lalu Fattan dan Syiffa pun berjalan menuju tempat yang dimaksud yang tidak jauh dari Mall tersebut.
"Akhirnya nyampai juga ya Kak," ucap Syiffa yang kini sudah sampai di tempat eskrim tersebut. Lalu duduk di kursi tersebut bersama Fattan.
"Oya Kakak mau pesan eskrim juga?" Tanya Syiffa sambil menatap Fattan.
"Ya tentu saja mau dong, lagian gerah nih mana panas lagi enaknya ya minum yang dingin nih Sayang," ucap Fattan.
"Oke baiklah Kak tunggu sebentar ya disini Saya pesenin dulu." ucap Syiffa.
"Baiklah kalau begitu Sayang." Ucap Fattan.
Lalu Syiffa pun berjalan menuju tempat pembuatan eskrim.
"Fattan?" Teriak seseorang mendekati dirinya.
"Laras? ternyata kamu ada disini juga ya?" Tanya Fattan.
"Iya Fattan. Tadi aku habis jalan jalan dan mampir kesini untuk menikmati eskrim favorit aku disini. Dan pastinya kamu masih ingatkan eskrim kesukaan aku kan? Lagi pula disini kenang kenangan saat-"
"Sudah Laras jangan bahas masa lalu kita. Sekarang kita jalani dan nikmati masa depan kita dengan pasangan kita," ucap Fattan.
"Lagi pula saya sudah bercerai dengan Rio, rumah tangga kita tidak bisa dipertahankan lagi dan memutuskan untuk menjalani kehidupan masing masing," ucap Laras sambil menitiskan airmata.
"Kamu yang sabar ya Laras semoga saja kamu dapat penggantinya yang lebih baik dari Rio." ucap Fattan.
"Iya terima kasih ya Fattan. Oya kamu maukan memulai hubungan bersama aku lagi dari awal? aku janji tidak akan mengingkari kamu lagi Fattan dan aku sungguh sangat menyesal telah meninggalkanmu Fattan," ucap Laras sambil memegang tangan Fattan.
"Maaf saya tidak bisa Laras!" ucap Fattan.
"Kenapa tidak bisa Fattan? bukan kah aku wanita yang sangat kamu sayangi dan cintai hah? terus kenapa kamu tiba tiba menolak untuk tidak bisa bersatu lagi hah?" tanya Laras merasa kecewa.
"Iya karena..." ucapan Fattan tergantung saat Laras menyentuh bibir kenyal milik Fattan dengan bibirnya.
"Cup " satu kecupan menyentuh bibir Fattan. lalu Fattan pun merasa terkejut dengan apa yang dilakukan Laras.
Di satu sisi ada seorang wanita yang tidak menyangka dapat menyaksikan kejadian tersebut dan merasa kecewa dengan Fattan yang diam saja tanpa ada perlawanan menolak.
__ADS_1