Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps.222


__ADS_3

"Sa-saya cuma mau minta ijin Mbak." ucap Fattan dengan nada terbata.


"Minta izin? Maksudnya minta izin apaan?" Tanya Lala.


"Gini ceritanya Mbak. Kan istri saya lagi hamil, dia ngidam pingin jitak kepala bakso itu hehe." ucap Fattan cengengesan.


"Kepala bakso? Maksudnya?" Tanya Lala tidak mengerti.


Ehmz... "Kamu menghina saya hah? mentang mentang kepala saya botak, disamain dengan bakso." Geram Uci sambil menatap tajam Fattan.


"Maaf Pak, bukan-"


"Kamu pikir saya bapak kamu apa hah? panggil Pak, Bapak lagi." ujar pria tersebut.


"Sayang gimana dong, sudahlah ah jangan ngidam kayak begitu." bisik Fattan.


"Enggak mau Kak, pinginnya gitu." ucap Syiffa dengan kekeuh.


"Jadi istrimu ini sedang hamil?" Tanya Lala sambil menatap Fattan dan juga Syiffa.


"Iya Mbak." Fattan sambil mengganggukan kepala.


"Ya sudah kalau begitu, jitak saja kepalanya." ucap Lala sambil menatap Uci.


"Sayang, kamu ini apaan sih kenapa malah menyetujui permintaan mereka." protes Uci kepada istrinya.


"Loh emangnya kenapa? Kasihan istrinya lagi hamil, pingin jitak kepala kamu tuh. Nanti kamu mau anaknya dia ileran karena tidak jitak baksomu." ucap Lala.


"Lah biarin saja. Lagian dia bukan anak kita." ucap Uci.


"Pokoknya kamu harus mau. Coba kamu bayangkan bila kita diposisi mereka, dan orang itu tidak mau menuruti kemauan Ibu hamil. Gimana perasaan kamu hah?" Tanya Lala.


"Ya tentu saja marah." jawab Uci.


"Nah itulah yang mereka rasakan sekarang. Jadi kamu harus turuti kemauan dia." ucap Lala.


"Iya saya turutin nih." Uci sambil menatap Syiffa dan Fattan.


"Ya sudah, Neng cepat jitak tuh baksonya." ucap Lala.


Lalu Syiffa pun berjalan menghampiri Uci.


"Maaf ya Om, enggak apa apa kan?" Tanya Syiffa.

__ADS_1


"Iya silahkan deh Neng." ucap Uci pasrah.


Lalu dengan segera Syiffa pun meraba dan lalu menjitak kepala Uci.


"Makasih ya Om," ucap Syiffa.


"Eh Neng, kamu sebenarnya sudah jitak dia belum sih?" Tanya Lala.


"Sudah Mbak, emangnya kenapa?" tanya Syiffa.


"Massa sudah sih, tapi kayak yang belum ah. Nih kalau jitak kayak gini nih." ucap Lala sambil mempraktikkannya.


Lala pun dengan segera Lala pun menjitak kepala Uci hingga tersungkur kedepan.


"Lala... !" Teriak Uci sambil menatap tajam Lala.


"Hehe.. Maaf sayang, kan tadi saya cuma mempraktikan saja kok. Contohnya ya seperti itu." Lala cengengesan.


"Tapi enggak gitu juga kali La, ini mah kamu sengaja ya." Uca merasa kesal dan sambil bakit berdiri kembali.


"Aduh perurku sakit sekali. Saya permisi dulu izin mau ke toilet." ucap Lala sambil berlari.


"Lalaaa... !" Teriak Uci dengan sangat marah lalu menatap Syiffa dan Fattan.


"Sayang kamu kenapa? Apakah kamu perut kamu sakit? Kalau sakit ayo kita ke Doker, kasihan baby kita." Fattan sambil memerikan kode.


"Maaf ya Om, saya sama istri saya harus segera ke Dokter. Dan terima kasih sudah menuruti ngidam istri saya." ucap Fattan. Lalu dengan segera Fattan dan Syiffa pun meninggalkan Uci berjalan menuju mobil miliknya.


Arrghh... hari ini benar benar sial gerutu Uci sambil menatap kepergian Fattan dan Syiffa.


"Ayo cepat sayang, kita masuk ke dalam mobil." ucap Fattan sambil membukakan pintu mobilnya. Lalu dengan segera Syiffa pun masuk ke dalam mobil.


"Kamu tuh kalau ngidam aneh banget ya, masa pingin jitak kepala yang botak sih." gerutu Fattan yang kini sedang mengendarai mobilnya.


"Saya pun tidak tahu Kak, pas lihat gemas saja pingin jitak tuh. Dan kak Fattan tahu enggak rasa gimana pas nyentuh kepala botak itu?" Tanya Syiffa.


"Mana saya tahu. Saya mah belum pernah mencoba." jawab Fattan.


"Rasanya itu rasa strowbery, coklat, Vanila seperti itu." ucap Syiffa.


"Emangnya kamu pikir, dia makanan apa hah? Sampai ada rasa bervariasi," ucap Fattan.


"Emang." jawab Syiffa tanpa bersalah.

__ADS_1


"Ih sayang enggak boleh gitu ah, enggak baik ah." Ucap Fattan.


"Maaf cuma bercanda kok kak. Oya Kak, ini mau kemana Kak?" Tanya Syiffa.


"Mau ke Dokterlah sayang, sudah mau kemana?" Fattan sambil menatap Syiffa.


"Mending enggak usah deh kak, lagian Syiffa baik baik saja kok kak." ucap Syiffa


"Walaupun baik baik saja, kamu tetap harus diperiksa ke Dokter. Lagian Kakak pingin tanya tanya juga tentang baby kita." ucap Fattan.


"Tapi-"


"Enggak ada tapi tapian. Kamu tetap harus diperiksa." Fattan langsung memotong pembicaaraan istrinya.


Lalu Syifa pun harus pasrah dan menuruti kemauan suaminya


Kini mobil Fattan pun berjalan menuju rumah sakit miliknya.


Setengah jam sudah Syiffa dan Fattan berjalan menuju rumah sakit. Ketika sudah sampai dirumah sakit mereka pun segera keluar.


"Ya sudah sayang, ayo kita masuk." Ajak Fattan.


"Ba-baik Kak." jawab Syiffa.


Aduh gimana ini, mampus nih saya ketahuan berbohong. Padahal saya ini tidak hamil, tadi cuma pura pura ngerjain kak Fattan saja batin Syiffa sambil berjalan menuju Dokter kandungan dengan perasaan cemas dan khawatir.


Kini mereka pun sudah sampai diruangan Dokter kandungan. Lalu Syiffa dan Fattan pun dengan segera masuk ke dalam.


"Selamat malam Dokter Lili?" Sapa Fattan saat memasuki ruangannya.


"Eh pak Fattan? Apa kabar Pak?" Tanya Dokter Lili juga merasa terkejut dengan datangnya pemilik rumah sakit.


"Baik kok Dokter. Oya Dokter, saya kesini cuma ingin Dokter memeriksa kondisi bayi kita." ucap Fattan.


"Maksudnya istri pak Fattan hamil?" Tanya Dokter Lili.


"Iya." jawab Fattan sambil menggukan kepala.


"Ya sudah, ayo Nona saya periksa dulu." ucap Dokter Lili. Dengan terpaksa Syiffa pun menuruti apa yang dikatakan Dokter Lili.


Lima belas menit kemudian.


Kini Syiffa dan Dokter Lili kembali ke tempat kerjanya.

__ADS_1


"Gimana Dokter? Baik baik sajakan?" Tanya Fattan.


Tapi Dokter Lili tidak menjawab, dia menatap Fattan dan Syiffa dengan tatapan yang susah diartikan


__ADS_2