Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
6.Pagi yang menyebalkan Part 2


__ADS_3

Di Perusahaan Pt. Juhes adijaya


"Kenapa Syif? pagi pagi kok muka nya kayak yang galau gitu," kenapa putus cinta? Di omelin Ibu?? atau jangan jangan... Ucap Nurul sengaja di jeda omongan nya.


"Apa, Jangan jangan apa?" kalo bicara jangan ngawur deh ucap Syiffa.


"Terus kenapa dong, muka nya kok kaya yang bete gitu sih coba ceritain sama aku ada apa?" Ucap Nurul.


"Aku lagi bete saja, pagi pagi sudah ada yang ghibahin aku" jawab Syiffa.


"Emang siapa gitu?" tembal Nurul.


"Biasa tuh si Ibu Ibu rempong yang belanja sayuran keliling." Dia bilang aku kerja nyogok pakai duit, hadeh belum juga ada penjelasan dari aku sudah ngawur ngomong yang tidak tidak ucap Syiffa.


"Terus kamu diam saja gitu?" tanya Nurul.


"Heem.. " males ladenin Ibu Ibu rempong itu ucap Syiffa.


" Kamu tuh harus nya lawan mereka," jangan mau kalah sama ibu ibu itu ucap Nurul.


"Sudah ah males cari ribut sama Ibu ibu, tidak bakal kelar kelar urusan nya." Sudah yuk masuk bentar lagi bell masuk kerja ucap Syiffa.

__ADS_1


Langsung keduanya melangkah ke dalam gedung pabrik.


"Tia sini kamu!" Teriak seorang atasan, Kamu liat masa belum nyampai target apaan ini? ini sudah jam 09.00 Wib. Masa penyampaian target masih segini, Emangnya anak buah kamu kerja apaan? Ucap Sang Atasan.


"Iya maaf pak" jawab Tia.


Lalu Tia mendekati semua anak buahnya yang sedang kerja.


"kalian dengar tadi seorang Manager yang berteriak?" katanya target kita masih kurang, Ayo semangat kerja nya jangan malu maluin Saya. Kalian itu kerja di gajih, Lakukan kan lah sesuai perusahaan yang diinginkan lirih Bu Tia sambil berteriak ke anak buah nya.


Kebetulan Bu Tia adalah Team Leadear di gedung itu jadi dia yang bertanggung jawab atas anak buahnya.


"Iya sih nama nya juga perusahaan yang tidak mau rugi, kuantitas harus dapat dan kualitas juga harus dapat." Pokoknya mau enggak mau yaa harus mau lirih Syiffa.


"EHMzzz"... Suara deheman seorang Pria.


"Deg".


Jantung ku tak berdebar karuan, Mampus aku gerutu Syiffa dalam hati.


"Kalian berdua jangan ngobrol mulu kerja yang bener, cepat kerjakan kerjaan kalian! Tau kan QC itu kerja nya apaan?" Ucap pria tersebut.

__ADS_1


"Ya maaf pak," ucap Syiffa sambil menunduk.


Ya sudah sana, periksa di bagian depan.


"Baik pak" jawab Syiffa.


"Iiiissss ternyata ...," sambung Syiffa, tidak sengaja melirik pria tersebut.


I**ni kan pria yang kemarin, pria yang yang tidak punya ahlak batin syiffa.


"Kenapa diam?" tanya pria tersebut.


"Iss.. nyebelin banget" gerutu Syiffa.


"Apa kamu bilang barusan?" ucap pria tersebut.


"Eh enggak kok pak, cepet Nurul kita ke depan," ucap Syiffa menarik Nurul.


"Siapa bilang kalian berdua ke depan?" kamu yang ke depan, dan kamu disini ucap pria tersebut.


Lalu ku pergi mengecek bagian depan sambil menggerutu di dalam hati, "sial seenak nya aja itu atasan bentak bentak aku." Untung saja orang lain lagi serius bekerja mungkin tidak pada dengar. Emang siapa sih pria tersebut? paling juga dia hanya manager diperusahaan ini, tapi sikapnya angkuh dan dingin banget, dari tadi ku lihat dia menatapku kayak seekor srigala ucap Syiffa sambil menggidikan badan ih serem deh.

__ADS_1


__ADS_2