Jodohku Pimpinanku

Jodohku Pimpinanku
Eps. 172


__ADS_3

Kini Fattan dan Syiffa pun sudah tiba dikediaman rumah Fattan. Mereka disambut baik oleh kedua belah pihak orangtua mereka.


"Ya sudah ayo sayang kita keluar dari mobil sudah sampai nih." Ucap Fattan sambil manatap Syiffa.


"Baik Kak," ucap Syiffa lalu membuka saltbelt nya dan kemudian keluar dari mobil tersebut.


Lalu mereka pun berjalan memasuki rumah Fattan.


"Ternyata kalian sudah pulang juga ya, sini Sayang duduk disini," panggil Bu Angel pada menantunya. Lalu Syiffa pun berjalan menuju Bu Angel lalu duduk disampingnya.


"Oya Bu, Ayah, saya permisi dulu ya mau ke kamar untuk ganti baju sekalian mandi dan kamu Sayang tetap tunggu disana ya jangan kemana mana ya," ucap Fattan sambil mengedipkan satu matanya.


"Iss.. memalukan saja," ucap Syiffa pelan dan menatap sebal Fattan.


Namun Fattan pun tidak menghiraukan Syiffa, dia memilih tidak peduli lalu berjalan menuju kamarnya lalu tersenyum.


"Lihat Nak, calon suamimu perhatian sekali sama kamu beruntung tuh kamu mendapatkan dia," bisik Bu Nina.


"Ih ibu apaan sih memalukan saja, dia mah orangnya suka gitu menyebalkan," ucap Syiffa sambil tersenyum cengengesan kepada Bu Angel dan Ayah Anwar karena malu.


"Oya Nak, kebetulan kita disini sengaja berkumpul untuk mengadakan meeting tentang acara pernikahan kalian yang akan dilaksanan tiga hari lagi," ucap Bu Angel sambil mengusap lembut rambut Syiffa.


"A-apa? Tiga hari lagi?" Ucap Syiffa merasa terkejut.


"Iya Nak, kenapa emangnya Ibu salah ya mengatakannya?" Tanya Bu Angel.


"Eh enggak kok Bu, cuma Syiffa merasa tidak percaya saja secepat itukah pernikahannya harus dillaksanakan." Ucap Syiffa cengengesan.


"Lebih cepat lebih baik Nak," ucap Bu  Angel tersenyum.


"Benar tuh Syiffa apa yang dikatakan Ibu Angel kamu harus secepatnya menikah dengan Fattan agar kejadian tadi tidak terulang lagi apalagi kalau sampai-"

__ADS_1


"Bu itu semua salah paham, itu tidak seperti yang Ibu pikirkan." Ucap Syiffa memotong pembicaraan Bu Nina dan mencoba menjelaskan.


"Sudahlah Nak, jikapun itu kamu tidak melakukan apa apa, kita tetap memutuskan pernikahan kalian tiga hari lagi," ucap Bu Angel sambil menatap Syiffa.


"Saya setuju banget dengan keputusan Ibu, lebih cepat lebih baik Bu," ucap Fattan datang tiba tiba lalu duduk disamping tunangannya.


"Ck, dasar nih orang datang tiba tiba langsung nyahut," ucap Syiffa merasa gemas lalu mencubit pinggan Fattan.


"Aww... sakit sayang, benar benar kamu bar bar banget ya. Bu enggak salah anakkan? ini anak Ibu bukan sih?" Tanya Fattan sambil menatap Bu Nina.


"Tentu saja dia anak Ibu, emang kamu pikir anak siapa tuh?" tanya balik Bu Nina.


"Ya barang kali anak orang nyangkut dirumah Ibu habisnya ini cewek bar bar banget Bu terus..?" Ucapan Fattan tergantung saat Syiffa menatap tajam.


"Iya terus apa hah?" Ucap Syiffa sambil menatap tajam.


"Maksudnya iya terus dia yang telah berhasil meluluhkan hatiku dan membuatku hidupnya lebih berharga begitu maksudnya." Ucap Fattan dengan nada bicara kaku.


"Iss.. lagian siapa yang butuh uang receh lagi, maaf ya enggak level tuh uang receh," ucap Fattan sambil menatap Syiffa.


"Iddih ini orang sombong banget ya mentang mentang pengusaha bicara seenaknya." Ucap Syiffa sambil mencubit pinggang Fattan dengan keras.


"Cewek bar bar sakit tahu!!" Kesal Fattan lalu membalas mencubit pipi Syiffa.


"Ih Kakak!!! Saya juga sama sakit tahu." kesal Syiffa sambil cemberut.


"Sudah .. sudah kalian ini gimana sih dari tadi adu mulut mulu, gimana nanti kalau sudah nikah?" Ucap Bu Nina.


"Enggak apa apa Bu, kalau sudah nikah mah paling bertengkar dalam kasur dan selimut," celetuk Fattan.


"Iss.. dasar mesum," ucap Syiffa dengan menatap sinis Fattan.

__ADS_1


Lalu Bu Nina, Bu Angel dan Ayah Anwar pun hanya tersenyum sambil mengelengkan kepala lihat anak anak mereka.


"Ingat ya Fattan jika nanti resmi sudah menikah jadilah suami yang bertanggung jawab terhadap Istrimu, bimbinglah dia ke jalan yang benar dan ingat tetap lah selalu setia kepada Istrimu," ucap Ayah Anwar sambil menatap Fattan lalu menatap Syiffa.


"Iya siap Ayah akan Fattan laksanakan." Ucap Fattan sambil mengangkat satu tanggannya dan hormat.


"Baguslah kalau begitu Nak," ucap Ayah Anwar sambil tersenyum.


"Oya jadi gimana keputusannya? Sudah pada sepakat kan tiga hari lagi kalian menikah?" Tanya Bu  Angel menatap Syiffa dan Fattan bergiliran.


"Iya kalau itu sudah kemauan Ibu dan Ayah, Syiffa setuju saja," ucap Syiffa sambil tersenyum.


"Oke, baiklah kalau begitu nanti besok kita datangi Wedding organizer dan MUA untuk persiapan nanti pernikah kalian." Ucap Bu Angel.


"Baik Bu," ucap Syiffa dan Fattan secara bersamaan.


"Cie calon manten kompak banget ya," goda Bu Nina.


"Ih apaan sih Bu," ucap Syiffa menatap sebal Ibunya.


"Apakah kalian sudah Makan?" Tanya Bu Angel menatap Syiffa dan Fattan bergiliran.


"Belum Bu," lagi lagi Syiffa dan Fattan menjawab secara bersamaan.


"Hadeuh benar benar ini calon manten kompak mulu ya haha," ucap Bu Nina sambil tertawa.


"Ih Ibu apaan sih kalau bicara bikin malu Syiffa saja," protes Syiffa.


"Ya sudah kebetulan tadi Bi Ati sudah mempersiapkan untuk makan  malam yuk kita makan bersama," Ajak Bu Angel.


Lalu mereka pun berjalan menuju tempat makan yang sudah di siapkan oleh Bi Ati. Dan kini mereka pun sedang menikmati makan malam bersama

__ADS_1


__ADS_2